Masing – masing dari anda tentulah berharap agar setiap doa - doa yang dipanjatkan dapat dijawab dan dikabulkan oleh Tuhan. Namun terkadang harapan bisa berjalan jauh dari kenyataan anda. Adakah yang salah di dalam hidup yang pernah anda jalani ? Ataukah ada cara buat berdoa lainnya yang anda kurang kuasai ? Mungkin Allah sedang enggan mendengarkan ?
Sesungguhnya telinga Tuhan meskipun kurang tajam untuk menangkap dan mendengarkan permohonan anda, bahkan tangan – tangan Tuhan tidak begitu panjang untuk menolong hidup anda, tanpa anda sadari seringkali kehidupan di masa lampau dan yang sedang dijalani tidak cukup menyenangkan hati Bapa. Dalam kondisi seperti ini, anda harus tetap berdoa namun karena jalan hidup yang sangat panjang dan mudah menemukan dosa, maka laluilah dengan kebesaran hati.
Anda lebih sering berharap agar Tuhan sudi mengikuti kehendak anda. Ingatlah, Tuhan tidak akan malas dan enggan untuk setia mendengar doa – doa anda karena terhalang oleh setiap dosa yang selalu tercipta baru dan kadang – kadang belum anda bereskan dengan Tuhan. Jadikanlah hidup ini menjadi sebuah pribadi yang berkenan di hadapan orang – orang di sekitar anda dan Dia.
Biarlah Tuhan yang menuntun dan senantiasa akan memberikan kemampuan sehingga anda bisa mengerti dan mudah memahami masing – masing kehendak Allah dalam hidup ini. Percayalah bahwa Tuhan akan memberikan berkah dan berkat pada anda tepat saat waktu - Nya tiba sebab Ia adalah Allah yang maha mendengarkan.
“ Sesungguhnya, tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran - Nya tidak kurang tajam untuk mendengar, tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar,  ialah segala dosamu. “
Yesaya 59 : 1 – 2.
Mengapa Anak Sulit Konsentrasi Dalam Doa ?
Apabila anda adalah seorang pengajar PAUD atau TK, anda akan cukup sering dapat keluhan atau curhat dari para orangtua mengenai anak – anak mereka yang sulit fokus atau konsentrasi. Kondisi ini tentulah memiliki pengaruh besar terhadap kemampuan dan prestasi belajar anak. Orangtua dalam upaya mereka membantu anak – anak untuk mampu fokus atau konsentrasi biasanya akan melakukan banyak hal seperti mulai dari membawa anak – anak ke psikolog, psikiater, konseling, dan  bahkan melakukan terapi. Ada yang berhasil namun tak banyak yang tidak berubah hingga akhirnya, baik orangtua maupun anak sama - sama merasa frustrasi.Â
Kondisi di atas akan menjadi lebih parah lagi apabila orangtua atau guru yang bukan psikolog atau psikiater turut " mendiagnosa " anak – anak mereka yang kebetulan sulit berkonsentrasi, mengalami ADD / ADHD.Â
Sebagai sesama orangtua, disarankan anda harus bisa memahami perasaan orangtua lainnya yang anak – anaknya mengalami kesulitan dalam konsentrasi. Berikut ini adalah uraian singkat dari kami yang dirangkum dari berbagai sumber tentang kondisi sulit berkonsentrasi dan agak sulit buat dipahami. Diharapkan para orangtua mampu memberikan solusi terbaik untuk putra - putrinya yang mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi.Â
Pemahaman Salah Tentang KonsentrasiÂ
Seringkali label sulit konsentrasi diberikan kepada anak - anak oleh orangtua atau guru, karena mereka kurang mengerti kemampuan fokus optimal pada anak.Â
Sebagai contoh, seorang anak berusia 4 tahun sulit konsentrasi. Saat ditanya kepada sang ibu, menjawab bahwa anak – anaknya sering tidak bisa belajar dalam kurun waktu lama. Paling mampu hanya beberapa menit saja, setelah itu mereka tidak memerhatikan pelajarannya.Â
Di kesempatan lain, seorang murid SD kelas 1 yang dirujuk oleh kepala sekolahnya memiliki masalah yang sama dengan anak ibu di atas, ia sulit konsentrasi. Guru kelasnya mengatakan bahwa anak ini konsentrasinya sangat pendek, tidak bisa duduk diam memerhatikan pelajaran dalam waktu lama. Ada dua pertanyaan penting yang perlu dijawab. Pertama, apa yang dimaksud dengan konsentrasi ? Kedua, berapa lama waktu konsentrasi yang wajar atau normal ?Â
Fokus atau konsentrasi adalah kemampuan dalam memusatkan perhatian dan pikiran pada satu objek atau kegiatan untuk kurun waktu tertentu. Lama waktu fokus adalah bervariasi dan dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari situasi lingkungan, kondisi fisik dan emosi, motivasi, ketertarikan, dan tujuan yang hendak dicapai.Â
Untuk mudahnya, dalam kondisi normal, berapa lama waktu konsentrasi adalah sama dengan usia yang dijadikan menit. Bila anak usianya 5 tahun maka rentang waktu konsentrasi maksimal adalah sekitar 5 menit. Untuk orang dewasa, maksimal 30 menit. Misalnya, usia orang dewasa 45 tahun, maka waktu fokus maksimal adalah 30 menit.Â
Dalam kondisi normal, ketika anak – anak anda susah fokus belajar, setelah mencapai rentang waktu fokus maksimal, misalnya untuk anak usia 6 tahun adalah 6 menit, maka anak anda perlu istirahat sejenak, misalnya 5 menit. Untuk orang dewasa, setelah fokus selama 30 menit, perlu istirahat sekitar 10 menit. Ini perlu dilakukan secara rutin.
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.