Ketika pagi hari mulai menyapa, saat aku bercermin di depan jendela kamar tidurku yang lusuh dan bau, sebelum berangkat ke sekolah, tiba - tiba saja aku merasakan wajah ini terusap lembut oleh angin laut dan aku merasa sangat beruntung. Aku beruntung karena selama ini mempunyai banyak teman yang baik hati. Aku beruntung memiliki kedua orang tua yang sangat sabar melayani meskipun saat ini mereka sedang jauh dariku. Aku merasa sangat beruntung karena mempunyai saudara - saudara yang bisa diandalkan.
Hal yang membuatku selalu merasa sangat beruntung adalah aku pernah dan mampu menghadapi berbagai macam masalah besar dalam hidupku hingga aku mampu memenangkannya dalam jiwa raga ini. Aku beruntung karena aku mampu dan bisa selalu bekerja keras untuk mendapatkan berkah yang melimpah dari sesuatu yang aku inginkan.
Aku merasa bahwa setiap pagi hari aku mulai membuka mata ini, apa yang aku alami dahulu itu adalah sebuah mimpi buruk yang susah - susah mudah untuk dihapus atau hal – hal senang aku alami, akan selalu melekat dan ada dalam pikiran ini, dimana hal terbaik yang bisa kita dapatkan bersama – sama di masa depan adalah ketika kami bisa menabur kerja keras dan kesabaran di masa lalu, saat kita mulai menabur kesetiaan di masa lalu, maka saat itulah kita sedang dan akan menuainya.
Tuhan,
Tidak pernah menciptakan manusia yang sial
Tuhan,
Selalu menciptakan kita dalam selimut kasih sayang
Dengan penuh keberuntungan berharap ada berkah
Beruntung atau tidaknya kami adalah seseorang tergantung bagaimana kami
Menjalani dan memandang sebuah kehidupan
Saat mereka mau melongokkan kepala dan memandang jauh melalui jendela kamar yang mulai lapuk oleh usia, semua hal itu adalah baik, karena di saat itulah akan ada manusia – manusia yang beruntung menengadahkan tangan – tangan mungil mereka. Namun, saat mereka sadar dan bisa memandang segala sesuatu sebenarnya bisa tidak baik, maka sepanjang kehidupan mereka pun pada akhirnya akan menjadi kurang baik.
Bersyukurlah kita akan semua hal yang telah dimiliki hingga saat ini. Kita pun sudah menjadi orang – orang yang dikasihi dan sangat beruntung karena hingga sekarang masih mampu diberi kesempatan untuk hidup dan menghirup udara sebanyak - banyaknya dengan oksigen secara gratis.
“Tetapi apabila mereka melakukan apa yang jahat di depan mata - Ku dan tidak mendengarkan suara - Ku, maka menyesallah Aku, bahwa Aku hendak mendatangkan keberuntungan yang Kujanjikan itu kepada merekaâ€.
Yeremia 18 : 10.
Ketika pagi hari mulai menyapa, saat aku bercermin di depan jendela kamar tidurku yang lusuh dan bau, sebelum berangkat ke sekolah, tiba - tiba saja aku merasakan wajah ini terusap lembut oleh angin laut dan aku merasa sangat beruntung. Aku beruntung karena selama ini mempunyai banyak teman yang baik hati. Aku beruntung memiliki kedua orang tua yang sangat sabar melayani meskipun saat ini mereka sedang jauh dariku. Aku merasa sangat beruntung karena mempunyai saudara - saudara yang bisa diandalkan.
Hal yang membuatku selalu merasa sangat beruntung adalah aku pernah dan mampu menghadapi berbagai macam masalah besar dalam hidupku hingga aku mampu memenangkannya dalam jiwa raga ini. Aku beruntung karena aku mampu dan bisa selalu bekerja keras untuk mendapatkan berkah yang melimpah dari sesuatu yang aku inginkan.
Aku merasa bahwa setiap pagi hari aku mulai membuka mata ini, apa yang aku alami dahulu itu adalah sebuah mimpi buruk yang susah - susah mudah untuk dihapus atau hal – hal senang aku alami, akan selalu melekat dan ada dalam pikiran ini, dimana hal terbaik yang bisa kita dapatkan bersama – sama di masa depan adalah ketika kami bisa menabur kerja keras dan kesabaran di masa lalu, saat kita mulai menabur kesetiaan di masa lalu, maka saat itulah kita sedang dan akan menuainya.
Tuhan,
Tidak pernah menciptakan manusia yang sial
Tuhan,
Selalu menciptakan kita dalam selimut kasih sayang
Dengan penuh keberuntungan berharap ada berkah
Beruntung atau tidaknya kami adalah seseorang tergantung bagaimana kami
Menjalani dan memandang sebuah kehidupan
Saat mereka mau melongokkan kepala dan memandang jauh melalui jendela kamar yang mulai lapuk oleh usia, semua hal itu adalah baik, karena di saat itulah akan ada manusia – manusia yang beruntung menengadahkan tangan – tangan mungil mereka. Namun, saat mereka sadar dan bisa memandang segala sesuatu sebenarnya bisa tidak baik, maka sepanjang kehidupan mereka pun pada akhirnya akan menjadi kurang baik.
Bersyukurlah kita akan semua hal yang telah dimiliki hingga saat ini. Kita pun sudah menjadi orang – orang yang dikasihi dan sangat beruntung karena hingga sekarang masih mampu diberi kesempatan untuk hidup dan menghirup udara sebanyak - banyaknya dengan oksigen secara gratis. Kembali kulantunkan doa - doa yang sama :
“Tetapi apabila mereka melakukan apa yang jahat di depan mata - Ku dan tidak mendengarkan suara - Ku, maka menyesallah Aku, bahwa Aku hendak mendatangkan keberuntungan yang Kujanjikan itu kepada merekaâ€.
Yeremia 18 : 10.
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.