article

Inilah Aku, Tuhan

Inilah Aku, Tuhan

Aku ...............

Bukanlah seorang yang hebat

Seorang yang kuat

ads

Bahkan aku tidak memiliki apapun

Untuk mampu berbangga , aku lemah, Tuhan

Putus asa dengan hidupku

Haruskah aku menempuh sebuah jalan mana ‘tuk mendapatkan kebahagiaan

Bagaimana aku akan mampu melewatinya ?

Inilah aku, Tuhan

Jangan pernah Kau tinggalkan aku

Dengan kesalahan yang pernah aku lakukan

Semua keegoisanku

Ampuni bila aku tak bisa mengandalkan kekuatanku sendiri

Dan biarkan aku sendiri, Tuhan

Jangan membenciku

Inilah aku, Tuhan

Dan biarkan ku kembali kepada - Mu

Bersekutu dengan - Mu

Berjalan bersama - Mu

Ku serahkan hidupku ke dalam tangan - Mu

Aku mau melayani – Mu, Tuhan

Inilah aku, Tuhan

Ku tahu, engKau sangat mengasihiku

Ku tahu engKau begitu memperhatikanku

Ku tahu engKau sangat  peduli

Dan tak sedetikpun engKau berpaling

Kau begitu ada dan setia padaku

Inilah aku, Tuhan

Malam ku lalui dengan berdoa pada - Mu

Setiap tetesan air mata, Kau jadikan berharga

Kau peluk erat – erat jiwaku

Kau angkat kami dari segala beban

Hatiku damai di dalam - Mu

Tuhan,

Malam kubiarkan berlalu dan aku hendak berbicara dengan - Mu

Aku membutuhkan kehadiran - Mu

Bahkan merindukan - Mu dalam masing – masing helaan nafas hidup ini

Hatiku bergetar saat mendengar suara - Mu

Lembut Kau berkata kepadaku :

AKU juga selalu merindukanmu, anak - Ku

Karena AKU sangat mencintaimu

Malam adalah saat terindah di kaki langit karena di sana terpancar ribuan bintang yang berkelip - kelip. Keindahan malam semakin membuat syahdu hati ini diterangi oleh hadirnya sang satelit alam, bulan.

Rasakanlah sebuah makna kekudusan yang maha luar biasa ketika Natal menjemput kita. Malam pun mengenang kembali kelahiran - Mu dan merupakan malam nan kudus, tetapi jauh sebelum itu, berbulan - bulan bahkan bertahun - tahun, kami sudah bisa merasakan kekudusan yang dilakukan oleh engKau sebagai “ayah dan ibu”. 

Di malam Natal nan kudus, kami mulai bernyanyir.

Suara - suara malak terdengar seperti angin bersedia membawa kabar yang besar
Kabar gembira dan benar, lahirlah Raja nan mulia

Hai insan - insan dunia, mengapa kita bersedih ?

Bergembiralah, karena t’lah datang Penyelamatmu
Kau akan terbebas
 
Kuasa dosa diganti oleh rahmat - Nya
Sejaht’ra dan bahagia menjadi milik bersama
Malak dan umat semakin seru dengan nyanyian Tuhan, lahir Sang Penebus
 
Gelap pekat di malam hari terpancar sinar mulia
Malaikat sorga mulai turun ke bumi
Kemuliaan bagi - Mu, damai di bumi s’lamanya.

Ku kagum kepada Sang Pencipta Alam.

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads