article

Prospek Cerah Bisnis Budidaya Bayam Cabut (2)

Prospek Cerah Bisnis Budidaya Bayam Cabut (2)

Di Indonesia merupakan surga bagi anda yang menyukai aktivitas bercocok tanam, karena hampir semua tanaman dapat hidup di tanah agraris ini. Dengan kondisi alam yang sangat mendukung seperti ini adalah waktu yang tepat untuk anda yang gemar memanfaatkan peluang untuk menggenjot bisnis di sektor pertanian. Budidaya bayam adalah sebuah peluang besar yang bisa anda manfaatkan mengingat sayuran ini merupakan salah satu sayuran yang saat ini sangat populer di tengah - tengah kehidupan masyarakat di desa dan di kota.

Dengan kepopulerannya itu, otomatis konsumsi sayur bayam dalam masyarakat di Indonesia akan terus meningkat sehingga hasil dari panen diharapkan akan mudah untuk dipasarkan. Selain populer di kalangan masyarakat, ditemukan beberapa faktor penting tentang budidaya bayam yang patut menjadi pertimbangan anda dalam mengerjakan budidaya sayuran secara komersil. Yang pertama adalah mengetahui tentang cara budidaya bayam ternyata tidak terlalu merepotkan. Kemudian yang kedua adalah menumbuhkan tanaman bayam menjadi usia siap panen cukup mudah, karena hanya memakai cara tanam yang sederhana saja dan gampang untuk dipelajari.

Teknik Menanam Bayam Cabut

ads

Teknik menanam bayam cabut ada 2 cara yaitu secara langsung maupun tidak langsung. Cara menanam dengan langsung adalah sangat sederhana, yakni anda tinggal menebar bibit bayam di atas lahan dan menutupnya dengan lapisan tanah yang tipis. Sedangkan untuk cara menanam yang tidak langsung, berarti anda harus menumbuhkan dulu bibit - bibit tersebut barulah kemudian menanamnya kembali secara rapi di atas lahan yang sudah anda persiapkan.

Setelah ditanam, anda harus merawat tanaman bayam dengan seksama agar ketika musim panen tiba nanti diperoleh hasil yang maksimal. Proses yang harus anda lakukan diantaranya adalah mengendalikan hama. Saat diketahui bahwa daun bayam sudah mulai tumbuh, anda harus waspada terhadap serangan hama. Anda bisa memberikan semprotan antihama pada tanaman bayam cabut. Di samping itu, lahan tanam juga harus bersih dari tanaman - tanaman liar.

Cara Budidaya Tanaman Bayam Cabut : Dari Benih.

Proses pembenihan bayam cabut maupun jenis bayam yang lainnya dapat dilakukan dengan menyiapkan lahan khusus untuk pembenihan. Disarankan sebaiknya tanah yang akan anda gunakan adalah tanah yang dulunya juga pernah ditanami bayam dengan jenis yang sama. Namun sebenarnya anda bisa menggunakan tanah bekas tanaman bayam dari jenis yang lainnya, tetapi harus dibiarkan selama tiga bulan sebelum dimanfaatkan buat pembenihan. Selanjutnya pembenihan tanaman bayam dilakukan dengan tidak berdampingan dengan jenis bayam yang lainnya, atau usahakan kedua jenis bayam tidak berbunga pada waktu yang sama.

Selanjutnya, saat tanaman bayam untuk pembenihan sudah berbunga dan tandan bunganya tampak matang, maka anda boleh melakukan pemanenan. Tandan bunga itulah yang akan menjadi bibit tanaman bayam. Setelah tandan bunga dipanen, selanjutnya anda jemur kurang lebih selama 4 hari, barulah remas - remas dengan halus sehingga terkelupas kulitnya. Pisahkan bibit - bibitnya dan simpan di wadah yang kedap udara supaya jangan terkena basah sebelum melakukan penanaman.

Pada umumnya bayam cabut dikembangkan melalui biji. Biji bayam yang dijadikan benih haruslah cukup tua (sekitar 3 bulan). Benih yang muda adalah memiliki daya simpan yang tidak lama dan tingkat perkecambahannya cukup rendah. Benih bayam yang tua bisa disimpan selama satu tahun. Benih bayam dari biji tidak mempunyai masa dormansi dan kebutuhan benih adalah sebanyak 5 - 10 kg tiap hektar atau sekitar 0,5 - 1 g/m2.

Persiapan Lahan.

Lahan dicangkul sedalam 20 - 30 cm agar kondisi tanah menjadi gembur. Selanjutnya buat bedengan dengan arah membujur dari barat ke timur agar area perkebunan mendapatkan cahaya penuh. Lebar bedengan sebaiknya 100 cm, tinggi 30 cm dan panjang sesuai dengan kondisi lahan. Jarak antar bedengan sekitar 30 cm.

Pemupukan.

Setelah bedengan diratakan, 3 hari sebelum tanam bibit, berikan pupuk dasar ( pupuk kandang kotoran ayam ) dengan dosis 20.000 kg / ha atau pupuk kompos organik hasil fermentasi             ( kotoran ayam yang telah difermentasi ) dengan dosis 4 kg / m2. Sebagai starter, tambahkan pupuk urea sekitar 150 kg / ha ( 15 g / m2 ) diaduk dengan air dan disiramkan kepada tanaman secara rutin pada waktu sore hari 10 hari setelah penaburan benih, jika perlu, berikan pupuk cair 3 liter / ha ( 0,3 ml / m2 ) pada umur 2 minggu setelah penaburan benih.

Penanaman / Penaburan Benih. 

Dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :  ditebar langsung di atas bedengan, yaitu biji dicampur dengan pupuk kandang yang telah dihancurkan, lalu ditebar secara merata di atas bedengan. Bisa juga dicampur dengan pasir. Yang kedua adalah bisa ditebar pada larikan / barisan dengan jarak 10 - 15 cm, kemudian ditutup dengan lapisan tanah.

Pemeliharaan. 

Bayam bisa berproduksi dengan baik asalkan kesuburan tanahnya anda jaga dengan rajin. Misalnya dengan pemupukan organik yang teratur dan kecukupan air, untuk tanaman muda berikan saat usia satu minggu setelah tanam,dimana mereka membutuhkan air sekitar 4l / m2 / hari dan menjelang dewasa, tanaman ini membutuhkan air sekitar 8 l / m2 / hari.

Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). 

Jenis hama yang kerap menyerang tanaman bayam diantaranya adalah ulat daun, kutu daun, penggorok daun dan belalang. Penyakit yang sering dijumpai dan cukup merepotkan petani adalah rebah kecambah ( rhizoctonia solani ) dan penyakit karat putih ( albugo sp.). Untuk pengendalian OPT, gunakan pestisida yang aman yaitu pestisida biologi atau pestisida nabati.

Panen. 

Bayam cabut sudah dapat dipanen apabila mencapai ketinggian tanaman kira - kira 20 cm, yaitu pada umur 3 sampai dengan 4 minggu setelah tanam. Tanaman ini bisa dicabut hingga ke akar - akarnya ataupun dipotong pada pangkalnya.

Pasca Panen.  

Setelah ditanam, bayam cabut biasanya akan dipanen saat sudah mencapai ketinggian rata - rata yaitu sekitar 20 cm. Untuk mencapai ketinggian ideal tersebut, pada umumnya tanaman bayam cabut membutuhkan waktu kurang lebih tiga setengah minggu. Senada dengan namanya, jenis bayam cabut dapat anda panen dengan cara mencabut tanaman hingga akarnya dengan hati – hati agar tidak terlepas dari tanah. Tempatkan bayam yang baru dipanen di tempat yang teduh atau merendamkan bagian akar ke dalam air dan pengiriman produk secepat mungkin dilakukan untuk menjaga kesegarannya.

Peluang Bisnis Budidaya Bayam Cabut.

Di Indonesia sejak jaman dulu terkenal sebagai surga bagi anda para pecinta tanaman. Budidaya beragam tanaman seperti buah – buahan, sayur – mayur, tanaman hias dan yang lainnya makin giat dilakukan oleh petani yang menekuni bisnis ini dalam usaha skala kecil, menengah hingga usaha skala besar. Dengan kondisi alam yang sangat mendukung seperti pada beberapa daerah pertanian di Indonesia, sebenarnya masyarakat awam pun bisa memanfaatkan peluang ini untuk menggenjot bisnis di sektor pertanian di Indonesia.

Demikian ulasan singkat dari kami, semoga bermanfaat !

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads