Diketahui bahwa semua jenis tanaman buah mampu tumbuh subur dalam bentuk tabulampot. Namun tidak semua tabulampot akan menghasilkan buah yang sempurna. Meskipun rata – rata akan mampu tumbuh subur, jenis - jenis tanaman buah tertentu belum dapat berbuah dalam lingkungan tatacara menanam buah dengan tabulampot. Beberapa jenis dari tanaman buah di Indonesia lazim dijadikan sebagai tabulampot, dimana tingkat keberhasilan berbuahnya adalah termasuk ke dalam kategori tanaman buah yang mudah panen, tetapi belum tentu berhasil jika kurang pengetahuan tentang masalah yang terkait. Beberapa jenis tanaman dengan kategori cukup mudah berbuah adalah jeruk, belimbing, sawo, mangga, jambu biji dan jambu air. Tanaman yang lainnya sulit untuk berbuah antara lain rambutan, lengkeng, manggis, duku dan jambu bol.  Sedangkan tanaman alpukat dan durian hingga saat ini masih belum berhasil untuk berbuah secara optimal terhadap cara pengembangan dengan tabulampot.
Supaya tanaman buah dalam pot yang sedang anda kembangkan bisa dengan mudah berbuah maka anda membutuhkan perhatian terutama tentang beberapa tips buat merawat tanaman tersebut seperti mempelajari teknis budidaya tanaman di dalam pot yang saat ini semakin banyak digandrungi oleh penggiat tanaman hias mahal, karena di samping berfungsi memberikan buah yang besar dan berasa manis, budidaya tanaman buah di dalam pot akan memberikan nilai estetika tersendiri di pekarangan rumah anda.
Erat kaitannya dengan penjelasan kami tersebut d atas, anda perlu mengetahui tentang tips agar tabulampot yang sedang anda kembangkan dapat dengan mudah berbuah lebat, berikut ini :
1). Kendalikan stres air
Penyiraman dengan air yang dilakukan dengan rutin tidak diperkenankan untuk takaran sembarangan atau secara berlebihan. Sebaiknya penyiraman dilakukan sesuai dengan type buah, contohnya adalah mangga merupakan salah satu jenis buah yang sifatnya spesifik. Tanaman buah mangga yang dipilih haruslah sehat apalagi buat ditanam dalam pot, meskipun yang sebenarnya tidak harus disiram secara rutin setiap hari. Idealnya, siram benih sesudah beberapa hari anda menanamnya, karena tanaman ini akan mampu dan mudah beradaptasi di dalam pot yang ukurannya terbatas, selanjutnya siram secara normal. Gunanya adalah untuk mempercepat proses perangsangan tanaman supaya dengan mudah dan cepat dalam mengeluarkan bunga. Hindari menanam bibit pada lahan yang terkena sinar matahari secara langsung, idealnya adalah sebagian tanaman yang akan dikembangbiakkan sebaiknya dilakukan pada tempat teduh rentan terkena stres air dan perhatikan tentang cara penyiramannya yaitu minimal 1 kali dalam seminggu, tapi jika terpaksa di tempat yang agak panas maka sebaiknya anda lakukan penyiraman yaitu minimal 3 hari dalam sekali.
Perlu diketahui bahwa apabila tanaman berlebihan air, maka akan jarang bahkan sulit untuk berbunga, yang tumbuh subur justru daunnya saja sehingga petani besar bisa merugi. Selain itu, penyiraman yang dilakukan secara teratur adalah dikerjakan 2 kali dalam 1 hari ketika sedang musim panas yaitu pagi serta sore hari. Pada waktu pagi hari, hindari menyiram pada bagian daun karena akan menyebabkan daun mudah layu sebagai akibat sistem fotosintesisnya yang terganggu.
2). Pemangkasan
Pemangkasan memang diperlukan oleh tanaman buah yang dikembangkan dalam pot. Prioritaskan pemangkasan terhadap daun – daun tua. Dengan pemangkasan yang dilakukan secara terencana dan baik, maka diharapkan tabulampot akan mampu tumbuh lebih subur, cantik, serta menarik dan berbatang kokoh. Apabila anda berniat menekuni bisnis tabulampot yang berkualitas, maka lakukan pemangkasan sejak mulai bibit.
Jika dilakukan dengan cara tepat dan teratur maka tabulampot dapat dibentuk sesuai dengan selera / keinginan anda sebagai pengkoleksi tanaman buah di dalam pot. Anda juga wajib mengetahui dan memperhatikan tentang hama yang kemungkinan akan menyerang atau mengganggu proses tanaman berbuah kelak, makanya sangat penting untuk dikendalikan sejak dini. Contohnya adalah tanaman buah mangga, ketika musim hujan tiba, pada umumnya sisi batang serta mahkota daun akan rawan terkena hama layaknya kutu daun, kanker daun ( bercak - bercak putih pada daun ), kanker batang atau pembusukan batang.
Pengendalian hama penyakti harus segera dilakukan dan dapat dikerjakan dengan cara kimia yaitu mengaplikasikan insektisida atau dengan cara – cara alami yaitu memakai biopestisida, contohnya dengan menggunakan daun mindi, daun intaran atau biji sirsak. Bahan – bahan ini diolah dengan cara halus seperti ditumbuk serta digabung dengan pasta bawang merah ( dalam jumlah secukupnya dan seimbang ) lalu direndam atau diaduk dalam seember air bersih untuk selanjutnya disaring dalam wadah lain. Akhirnya dimanfaatkan buat menyemprot pada bagian tanaman yang banyak diserang hama dan kondisinya cukup parah. Juga, perlu diperhatikan tentang bahan pot yang akan anda pakai sebagai media tanam, bahan yang tepat adalah mampu mengendalikan kelebihan air ketika disiramkan ke dalam tanah atau media tanam.
3). Intensitas sinar matahari
Pada dasarnya semua jenis tanaman buah yang anda kembangkan dalam pot adalah membutuhkan asupan sinar matahari yang memadai, karena sinar matahari berguna untuk mempercepat sistem photosintesis terhadap semua bagian tanaman yang baru berkembang. Namun perlu diingat bahwa tidak semua tanaman suka dengan cahaya matahari yang terlampau berlebihan.
Beberapa jenis tanaman buah tabulampot suka membutuhkan cahaya matahari dengan porsi yang tepat, diantaranya adalah sirsak, kelengkeng, mangga, serta ceri. Sedangkan jenis tanaman buah yang hanya membutuhkan cahaya matahari sedang adalah belimbing dan manggis.
4). Pergantian media dan pot.
Tabulampot yang sudah mencapai ukuran tertentu harus dipindahkan. Ruang tabulampot harus cukup besar untuk menopang ruang gerak tanaman di masa depan. Pemindahan dilakukan secara sekaligus dengan melakukan pergantian media tanam.
Pergantian media tanam dalam tabulampot berfungsi untuk memindahkan tanaman pada pot yang ukurannya lebih besar. Perlu juga melakukan pemangkasan peremajaan. Misalnya, pemangkasan terhadap akar tanaman. Akar tanaman akan terus tumbuh dan membuat media tanam menjadi padat.
Akar yang memiliki panjang sekitar 25 cm atau lebih, harus dipangkas. Kepadatan akar harus dikurangi. Juga daun dan batang perlu dipangkas untuk mengurangi penguapan.
Demikian penjelasan dari kami, semoga bermanfaat bagi para pemula ! Selamat mencoba.
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.