article

Belajar Menenun Di Kampung Hula, Alor

Belajar Menenun Di Kampung Hula, Alor

Pada saat anda berkunjung ke Kampung Hula untuk mengikuti paket wisata edukasi, anda jangan heran karena disana banyak bertemu dengan ibu – ibu rumah tangga yang tengah tekun bekerja untuk perusahaan garmen yang banyak terdapat di daerah ini. Anda bisa menyaksikan sekelompok ibu – ibu mulai dari memisahkan gumpalan kapas, memintal benang, mencampur warna, hingga menenunnya menjadi selembar kain yang sangat cantik dan menawan. Seorang ibu atau tur gaid anda akan mengajak anda untuk ikut memintal benang – benang dari kapas, yang awalnya terlihat mudah tetapi ternyata, meski sudah dibantu oleh yang profesional, anda tetap akan kesulitan melakukannya. 

Awal Agustus tahun ini, Community Development Manager dari Femina, Dewi Assa’ad, berkesempatan menghadiri Alor Expo 2016 di Alor. Selama 4 hari, beliau menikmati keindahan alam dan kekayaan budaya dari pulau yang berlokasi di ujung timur Kepulauan Nusa Tenggara itu. Merupakan salah satu pesona wisata alam dan edukasi terbesar di Kampung Hula. 

Bagi beberapa turis asing yang berkunjung ke sini, Alor dan kain tenun adalah dua hal yang sulit untuk dipisahkan sehingga umum dipakai sebagai objek wisata dan ternyata banyak yang suka. Makanya, banyak dijumpai turis asing yang bertekad sejak awal tidak akan meninggalkan Alor, apabila belum mengunjungi Kampung Hula, sebuah desa kecil yang terkenal sebagai tempat pembuatan kain tenun tradisional suku Alor di Kepulauan Nusa Tenggara tersebut.  Kain tenun Alor terkenal karena menonjol dalam hal pewarnaan yang alami dengan motif fauna seperti kura - kura dan ikan. Terdapat lebih dari 201 bahan pewarna alam yang dimanfaatkan dalam pembuatan kain tenun Alor. Misalnya, teripang bintik untuk menghasilkan warna pink, kulit kayu gala - gala untuk menghasilkan warna oranye, serta kulit mangga hutan untuk menghasilkan warna merah. 

Yang terlaris dijual kepada turis asing dari Jepang dan sekitarnya adalah kain tenun Alor yang sudah menjadi ciri khas daerah ini. Harga kain tenun di pusatnya yaitu Kampung Hula adalah beragam, tergantung pada tingkat kesulitan dan teknik pewarnaannya. Untuk 1 lembar kain tenun dengan benang kapas dan pewarna alami, harganya mulai Rp 250.000. Mereka juga menyediakan gaun – gaun cantik dari kain batik tenun Alor yang cantik dan elegan khusus untuk turis asing dan selendang – selendang sutra pelengkap penampilan anda berbusana santai pada acara – acara semi resmi di luar kantor.

ads

Melihat langsung proses pembuatan dari selembar kain tenun yang sulit tersebut  di atas, anda diharapkan dapat merasakan perjuangan keras mereka dalam berkarya, tidak hanya buat pemerintah setempat saja tetapi lebih fokus kepada kesejahteraan keluarga si penenun adalah harga termahal dan tak memiliki banding.

Selamat berlibur !

 

 

 

 

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads