article

Wisata Edukasi : Berkunjung Ke Pura Rambutsiwi

Wisata Edukasi : Berkunjung Ke Pura Rambutsiwi

Pura Luhur Rambut Siwi merupakan salah satu pura kahyangan jagat sekaligus adalah salah satu objek wisata populer di Bali, dimana di sekitarnya terdapat pemandangan alam yang sangat indah dan membuat para pengunjung betah berlama â lama di tempat ini terutama warga Hindu maupun wisatawan asing saat melakukan perjalanan tour ke Bali barat dimana lokasi pura ini dibangun, letaknya di tepi tebing dengan pemandangan Samudra Hindia yang sangat sensasional dan mampu memberikan kesejukan serta ketenangan bathin bagi para penikmatnya. Berada pada jalur utama Kota Denpasar - Gilimanuk sekitar 17 km sebelah timur kota Negara, pura ini mudah sekali dijangkau, di pinggir jalan terdapat sebuah pura kecil sebaga pelinggih penyawangan bagi warga Hindu yang kebetulan sedang melewati jalur ini untuk beragam keperluan dan biasanya mereka singgah sebentar untuk melakukan persembahyangan, dan sekitar 200 meter ke arah selatan dari pura penyawangan ini anda akan menemukan pura utama. Jarak tempuh dari Kota Denpasar membutuhkan waktu sekitar 120 menit berkendaraan roda empat.

Sama seperti objek wisata Tanah Lot, suasana di sekitar pura sangat sepi dan tenang yang membuat para pengunjung suka untuk merefresh pikiran mereka yang terlalu sibuk dengan rutinitas sekolah atau kantor, tetapi lokasinya  yang cukup jauh dari kawasan Bali selatan sebagai pusat pariwisata ataupun dari bandara di Kota Denpasar, membuat tempat ini jarang dikunjungi oleh wisatawan asing. Meskipun demikian, wisatawan yang kebetulan melakukan perjalanan tour ke arah Bali barat atau memilih untuk menginap di kawasan wisata Jembrana, tempat ini wajib buat dikunjungi. Lokasinya berada di desa Yeh Embang Kangin, Kec. Mendoyo, Kab. Jembrana. Untuk menjangkau pura ini dibutuhkan waktu sekitar 2,5 jam perjalanan dari Kota Denpasar yang setara dengan 85 kilometer perjalanan mobil dengan kecepatan sedang. Sebelum anda memasuki kawasan pura, di sisi kiri kanan jalan raya akan terlihat pengendara yang sebagaian besar lewat untuk bersembahyang ke pura buat memohon keselamatan di area Pura Pesangrahan.

Terkenal dengan nama Pura Rambut Siwi, tidak lepas dari mithologi perjalanan Dang Hyang Nirartha (Danghyang Dwijendra) dari Pulau Jawa menuju ke dataran Bali, ketika perjalanan mereka melewati pura kecil bernama Parahyangan ini, oleh seorang tukang sapu, beliau disarankan untuk bersembahyang terlebih dulu, karena kawasan ini angker dan keramat dimana banyak berkeliaran binatang buas seperti harimau yang kerap memangsa manusia yang kebetulan lewat di tengah hutan dekat dengan kawasan pura.

ads

Beliau dan para pengikutnya bersembahyang dan melakukan yoga buat menyatukan bayu, sabda dan idep, tapi saat beliau bersembahyang dengan serius, tiba â tiba gedong utama Pura Parahyangan roboh karena gempa dadakan. Tukang sapu yang kebetulan menyaksikan kejadian tersebut langsung bersujud, menangis penuh penyesalan lalu meminta maaf dan memohon agar pura yang rusak dapat dikembalikan seperti semula. Atas kawisesan dari Danghyang Dwijendra, beliau dan para pengikutnya mengembalikan pura kecil tersebut seperti bentuk aslinya, lalu mengambil sehelai rambut beliau untuk disimpan di pura tersebut supaya dapat dijadikan sebagai sarana pemujaan seperti halnya bangunan pura, dan sejak saat itu Pura Parahyangan diganti nama menjadi Pura Rambut Siwi. Pura ini dikenal oleh masyarakat di Bali sebagai pura yang memiliki konsep Tri mandala dan Nista Mandala, Madya Mandala, dan Utama Mandala. Piodalan atau upacara adat jatuh setiap enam bulan sekali, tepatnya Rabu Umanis, Uku Prangbakat. Pura Rambut Siwi merupakan Pura Dang Kahyangan atau Pura Sungsungan Jagad yang diempon / dirawat oleh 32 Desa Adat se - Kecamatan Mendoyo dan Kecamatan Pekutatan. Pengempon inilah yang bertanggung jawab tentang perencanaan, menjaga fisik, melestarikan keindahan pura sehingga para pengunjung yang datang akan merasa nyaman.

Selain ramai dikunjungi oleh umat Hindu yang bersembahyang, Pura Rambut Siwi juga sering dikunjungi oleh wisatawan asing yang kebetulan melakukan perjalanan liburan ke wilayah Bali barat untuk selanjutnya menuju ke Pulau Jawa. Mereka senang berkeliling area pura guna melihat â lihat seni pahat dan ukir serta bangunan pura khas arsitektur Bali yang tersebar di kawasan ini, namun seperti biasa, wisatawan asing tersebut diharuskan mengenakan busana adat Bali yang sudah disediakan. Mereka akan menunjuk salah satu anggotanya untuk ditugaskan sebagai pemandu. Pemandu tersebut dapat secara langsung bekerja dari pihak agen perjalanan yang datang bersama mereka untuk menjelaskan secara fasih tentang sejarah dan keberadaan dari pura ini dengan ornamen dan konstruksi kuno yang menjadi daya tarik utama.

Pura Rambut Siwi memiliki area seluas 3 hektar yang terdiri dari beberapa pura yaitu jumlahnya sembilan dalam satu kesatuan halaman. Di dalamnya para pengunjung akan melihat kompleks pura seperti Pura Penataran Rambut Siwi, Pura Goa Dasar, Pura Goa Tirta, Pura Melanting, Pura Dalem Ped, Pura Gading Wani, Pura Pesangrahan, Pura Luhur Rambut Siwi, dan Pura Taman Beji. Ada dua pura utama, Pura Penataran Rambut Siwi dan Pura Luhur Rambut Siwi, inilah yang menjadi Pura Rambut Siwi. Kawasan ini disakralkan oleh umat Hindu dan warga setempat.

Pura yang berada di kawasan Rambut Siwi ini tersebar di wilayah pinggir pantai dan di atas tebing. Jarak antara satu pura dengan yang lainnya sangat berdekatan dan masing â masing menampilkan keindahannya. Salah satu yang paling indah dan kerap dianjurkan pemandu adalah Pura Gading Wani, dimana dari depan pura ini tampak hamparan persawahan dan bukit â bukit hijau yang berlatarbelakang Samudera Hindia dan Pulau Jawa nun jauh di kaki langit tampak samar - samar. Pada waktu musim tanam, para pengunjung bisa menikmati secara langsung kegiatan proses mengolah ladang persawahan yang dilakukan oleh sekelompok petani setempat. Kondisi ini menambah indah suasana di sekitar Pura Rambut Siwi yang selalu tampil tenang dan sepi untuk menikmati pemandangan matahari terbenam atau foto â foto eksotik sehingga akan menambah kesan keriangan karena pengalaman liburan yang penuh kenangan manis.

Demikian ulasan singkat dari kami, semoga bermanfaat bagi para pembaca yang akan liburan ke Pulau Bali.

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads