article

Jalan - Jalan Ke Kampung Anggrek Di Kediri

Jalan - Jalan Ke Kampung Anggrek Di Kediri

Kampung anggrek yang berlokasi di lereng Gunung Kelud, Kediri, Jawa Timur, merupakan kawasan wisata edukasi dimana sangat bagus bagi para pelajar untuk meneliti tentang bagaimana cara anggrek berkembangbiak dan terdapat ribuan spesies anggrek dengan mahkota bunganya yang berwarna cerah dan sangat cantik.

Kawasan wisata ini sejak dulu diketahui banyak mengkoleksi tanaman hias bunga anggrek bulan yang terkenal di mancanegara, juga ada jenis bunga anggrek dendrobium, vanda oncidium, cimbidium, dan katleya. Keindahan tanaman anggrek tersebut di atas lebih banyak dimanfaatkan oleh pelajar yang sedang melakukan wisata botani untuk berfoto – foto atau penelitian tentang anggrek yang ditugaskan oleh sekolah mereka masing – masing.

Seperti diketahui bahwa Indonesia merupakan satu - satunya negara di dunia ini yang mempunyai spesies anggrek terbanyak dan variasinya beragam. Peluang ini harus dikembangkan di masa depan dengan cara mewujudkannya menjadi sebuah taman wisata Kampung Anggrek. Kawasan wisata ini diperuntukkan bagi para pengunjung yang datang ke Kampung Anggrek dengan multi tujuan yaitu tidak hanya belajar tentang aneka flora atau tumbuh – tumbuhan saja tetapi disarankan untuk berminat terhadap mereka dengan cara membeli bibit anggrek yang telah dibudidayakan oleh pekerja kebun wisata Kampung Anggrek dengan harga yang terjangkau.

ads

Pada  musim liburan sekolah, dalam sehari, Kampung Anggrek mencatat telah dikunjungi oleh lebih dari 1.000 wisatawan domestik dan mancanegara terutama dari negeri Sakura di Jepang. Wisata botani ini kian berkembang besar dan menjadi favorit para wisatawan domestik maupun mancanegara.

Bagi anda yang belum pernah liburan ke Kampung Anggrek di Kediri, tentu anda tidak tahu apa – apa tentang keberadaan Kampung Anggrek di kota Kediri tersebut ? Tempat ini bukan sekadar berfungsi sebagai wisata edukasi saja bagi anak – anak sekolah, juga anda bisa menyaksikan proses produksi massal tentang tanaman kloning anggrek bulan pertama di Indonesia. Jika anda merasa penasaran, maka segeralah berkemas dan bersiap - siap membuat liburan disini, ke arah timur dari kota Kediri yang berudara sejuk. 

Kampung Anggrek Kediri terletak di daerah pelosok yaitu jauh dari keramaian kota, berlokasi di lereng Gunung Kelud, tepatnya di desa Sempu, kecamatan Ngancar, kabupaten Kediri. Dari pusat kota Kediri, anda akan menempuh jarak sekitar 30 km ke arah timur untuk menuju jalur ke arah kawasan wisata taman bunga anggrek Gunung Kelud. Anda akan melewati kawasan hutan lindung di desa Ngancar, terdapat sebuah persimpangan besar, ambillah jurusan ke utara menuju ke kawasan wisata Kelud. Nah, dari sini anda belok ke kanan atau ke arah selatan. Dari persimpangan besar tersebut, anda masih harus berjalan sekitar 2 km lagi ke jalan ke arah timur, maka anda akan menemui kawasan perusahaan perkebunan anggrek terbesar di Kediri yang dikelola oleh PT. Sumber Sari Petung. Areal perkebunan ini sangatlah luas, termasuk ke dalam kawasan rawan bahaya (KRB) Kelud yang terletak sekitar 10 kilometer dari kawah.

Kampung Anggrek Kediri dilaunching pada bulan Agustus 2015 yang lalu dan menjadi alternatif destinasi tujuan wisata edukasi terbesar bagi sejumlah wisatawan domestik dan mancanegara yang kerap berkunjung ke Gunung Kelud saat liburan sekolah tiba yaitu sekitar bulan Juni dan Juli setiap tahunnya. Di kawasan ini banyak dikembangkan tanaman anggrek dari beragam jenis.

Pada dasarnya, tanaman anggrek yang dikembangkan disini adalah dari enam genus anggrek antara lain : anggrek bulan (phalaenopsis), dendrobium, vanda, cymbiddium, oncidium dan cattleya. Sebagian lagi merupakan anggrek diimpor langsung dari Taiwan dan Thailand. Harganya sangat murah dan terjangkau oleh para pelajar. Harga anggrek kelompok dendrobium yang dikenal mempunyai bunga paling cantik adalah kisaran antara Rp. 25 – 50 ribu per bibit usia remaja menjelang berbunga. Sedangkan anggrek bulan berkisar antara Rp. 75 – 85 ribu rupiah.

Juga terdapat 12 tanaman bunga anggrek yang dilindungi seperti anggrek bulan Kalimantan Barat : nama ilmiah dari anggrek bulan Kalimantan Barat ini adalah paraphalaenopsis serpentilingua. Mempunyai bunga berwarna putih terang dan ada corak berwarna kuning dan merah. Bunga anggrek jenis ini terlihat sangat segar dengan perpaduan warna dan bentuknya yang mungil dan cantik. Anggrek kasut kumis : nama ilmiah anggrek kasut kumis adalah paphiopedilum chamberlainianum. Bunga anggrek ini mempunyai bentuk seperti kantung semar berwarna hijau dan berbulu. Karena bulu – bulu yang halus tersebutlah menjadikan anggrek ini diberi julukan anggrek kasut kumis. Warna bunganya merupakan perpaduan antara warna hijau muda dan ungu.

Anggrek kebutan : Nama ilmiah anggrek kebutan adalah ascocentrum miniatum. Anggrek dengan warna oranye ini dari kejauhan tampak sangat indah karena bentuknya berkerumun berisi banyak bunga dalam satu tangkai. Jenis anggrek ini adalah langka sehingga keberadaannya dilindungi oleh negara. Anda yang berkunjung ke Kampung Anggrek sudah seharusnya menjaga kelestarian alam agar anggrek yang hampir punah ini tidak semakin menghilang dari dunia.

Jenis anggrek langka lainnya adalah anggrek sendok, anggrek bulan bintang, anggrek jamrud, anggrek hartinah, anggrek jingga, anggrek ki aksara, anggrek larat, anggrek hitam, dan anggrek stuberi.  

Sedangkan jenis bunga anggrek bulan yang dikoleksi di Kampung Anggrek ini adalah  anggrek bulan putih, ungu dan hitam.

“Pengunjung bisa rekreasi. Menikmati indahnya bunga - bunga. Kemudian belanja dengan harga grosir. Mereka juga mendapatkan edukasi belajar tanaman Anggrek,” kata, Didik Yuli Suharyanto, selaku penanggung jawab Divisi Anggrek PT SSP.

Selain jalan – jalan mengelilingi green house anggrek, wisatawan juga bisa melihat laboratorium kultur jaringan. Di laboratorium inilah tempat dilakukan kloning anggrek. Berbagai induk anggrek jenis unggul telah diteliti. Hasil kloning diharapkan akan memunculkan varietas tanaman anggrek yang unggul dan berkualitas. “Untuk budidaya anggrek yang bersifat komersial, kloning anggrek yang kami lakukan ini adalah pertama kali di Indonesia,” kata Didik. Saat ini, proses penelitian kloning anggrek tetap berlangsung di laboratorium dengan melibatkan ratusan varietas anggrek koleksi Kampung Anggrek Kediri. Tetapi produksi massal anggrek kloning akan ditargetkan mengeluarkan hasil terbaru sekitar 3,5 tahun mendatang.

Seperti diketahui bahwa bunga anggrek merupakan salah satu bunga khas kebanggaan orang Indonesia yang populer disebut sebagai bunga puspa pesona. Bunga ini adalah salah satu bunga nasional di Indonesia. Pertama kali ditemukan oleh seorang ahli botani yang berasal dari negeri Belanda bernama Dr. C. L. Blume. Selain di Indonesia, bunga anggrek tersebar merata di seluruh kawasan Asia khususnya di wilayah Filipina, Malaysia, Indonesia, Papua, dan Australia.

Bunga anggrek termasuk ke dalam jenis bunga monopodial atau tumbuhan yang jarang suka dengan sinar matahari agar mampu terus bertahan hidup. Ciri khas tanaman bunga anggrek adalah memiliki daun tebal yang memanjang dengan bunga yang sangat indah ketika mekar dan dalam satu tangkai bisa mencapai hingga 10 cm berisi kuntum – kuntum bunga yang mekar. 

Ternyata, kawasan wisata ini bukan main – main untuk dikelola dan dikembangkan oleh PT SSP, jika pada tahun - tahun awal dbuka, produksi tanaman bunga anggrek berkisar antara 300 ribu tanaman per tahun. Setelah melakukan penelitian kloning dengan tuntas, nantinya ditargetkan akan bisa memproduksi sekitar 1 juta tanaman per tahun. “Dan, kami akan membidik pasar ekspor,” papar Didik optimis.

Kreatifitas dari masyarakat Kediri tersebut di atas menjadikan sebuah impian besar sebagai kawasan wisata taman bunga yang realitasnya tinggal menunggu waktu saja.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads