article

Menjelajah Daerah Pedesaan Jepang Dengan Wisata Alam Yang Menarik

Menjelajah Daerah Pedesaan Jepang Dengan Wisata Alam Yang Menarik

Ada banyak sekali kawasan wisata yang menyuguhkan tempat - tempat dengan berjuta keindahannya di Jepang. Jika anda ingin mencoba menambah pengalaman berlibur anda maka kunjungilah desa - desa dengan pemandangan alam yang begitu indah dan mempesona yang ada di negara seribu satu kuil, Jepang. Terdapat banyak desa - desa di Jepang yang mempunyai alam sangat menakjubkan. Setiap tempat memiliki karakteristiknya masing - masing seperti yang diceritakan oleh sejarah dimana hingga saat ini masih bisa anda saksikan kemasyurannya.

Ladang – ladang hijau subur yang luas dengan pegunungan merupakan ciri khas dari lanskap pedesaan Jepang yang sangat damai. Beberapa daerah ditetapkan sebagai kawasan wisata oleh pemerintah kota setempat. Budaya Jepang telah dikembangkan sejak awal dengan cara menanam padi sebagai makanan pokok, sehingga banyak orang Jepang merasakan nostalgia akan sawah ketika ada serombongan turis asing jalan – jalan ke tempat tersebut. Selain sawah, anda juga bisa melihat shamenrin yaitu landai tanah yang ditutupi dengan pohon - pohon belukar seperti pohon cemar, pohon bunga sakura dan tanaman perdu, sungai, daiyosui adalah saluran air untuk sawah, padang rumput daerah peternakan, dan biotop. Dari kejauhan anda bisa melihat Gunung Fuji ketika cuaca sedang bagus. Musim terbaik untuk melakukan jalan – jalan santai adalah pada akhir bulan April ketika sedang memasuki musim semi dan panen daun teh. Perkebunan teh modern merentang di batas cakrawala dengan latarbelakang jejeran pegunungan Tokachidake sebagai panorama alam yang begitu mempesona, latarbelakang kebun - kebun anggur tersebar di sepanjang jalan dengan beberapa pabrik wine sampai ke pabrik jus. Ada beberapa kantor sebagai pusat informasi turis asing dan toko –toko lokal yang menjajakan jus anggur (hanya dijual di sini) sebagai oleh – oleh dan olahan buah anggur menjadi beragam camilan ringan seperti es krim yang lembut atau kismis adalah sangat populer dikalangan wisatawan.

Transportasi umum agak susah ditemukan di daerah pedesaan, sehingga disarankan agar anda jalan – jalan dengan memakai mobil saja lebih dianjurkan. Jangan parkir di sisi jalan, tapi gunakanlah area parkir yang telah tersedia. Sebagian besar ladang merupakan tanah pribadi sehingga anda tidak boleh masuk ke area tersebut tanpa izin. Jika secara kebetulan anda menemukan sekelompok petani yang sedang bekerja di ladang, mohon untuk bertukar salam atau bersikap ramah. Sangat dianjurkan untuk meminta ijin kepada mereka sebelum anda dan kelompok tur bermaksud mengambil foto – foto eksklusif. 

ads

Desa Ainokura dengan gaya Gassho merupakan sebuah desa yang terkenal dengan arsitektur berupa bubungan utama yang terdaftar dalam warisan budaya dunia sebagai arsitektur unik bergaya Jepang kuno. Suasana tradisional dalam kehidupan sehari – hari di desa ini sangat kental dipelihara dengan baik, dimana terdapat ruang – ruang khusus dengan latarbelakang pemandangan pegunungan yang indah dan penuh nostalgia yang sangat menarik. Terdapat Museum Rakyat Ainokura, rumah - rumah pribadi warga setempat yang menyediakan makanan khas Jepang dan penginapan, serta toko - toko suvenir khas kawasan wisata alam berupa panorama alam di desa – desa dimana anda juga dapat menikmati transaksi perdagangan yang unik yaitu tukar - menukar dengan penduduk lokal mengikuti budaya tradisional kuno mereka. Prospek dengan mengusung tema wisata alam pedesaan ini adalah sangat cerah dikemas dalam paket cantik buat turis asing dimana anda bisa melihat hingga ke pelosok desa dan melihat panorama alam desa Ainokura dengan gaya Gasshonya yang eksotik.

Arsitektur dengan bubungan utama merupakan salah satu bentuk dari rumah pribadi khas Jepang kuno dan memiliki atap dari jerami yang miring dan curam, terbuat dari kayu yang dikombinasikan dengan chevron, tampak unik berlatarbelakang panorama pegunungan Fuji nun jauh di kaki langit. Ini adalah sesuatu hal yang berharga untuk dinikmati oleh turis asing agar mereka bisa menikmati keindahan distrik Gokayama, dimana Ainokura berada, dan juga pesona alam desa Shirakawa-go di negara Jepang merupakan paket wisata desa yang patut untuk anda coba ketika berkunjung ke Jepang.

Saat ini, Ainokura Village berisi 24 rumah dengan gaya Gassho yang unik, termasuk rumah - rumah pribadi warga Jepang di sini, kuil – kuil tua, studio Dojo, gubuk dengan gaya Gassho, dan 11 rumah yang merupakan rumah pribadi dan 10 dari rumah tersebut kosong, diperuntukkan untuk turis asing yang berkunjung ke sini. Rumah – rumah tersebut dibangun pada tahun terakhir era Edo ke era Meiji. Rumah degan gaya Gassho ini membentuk pemandangan tradisional yang menarik dari desa Ainokura dengan "penjaga hutan salju" yang melindungi ladang, dinding batu alami mengitari desa, dan kondisi desa keseluruhan yang bebas dari longsor salju sehingga tetap aman dan nyaman saat ada turis yang berkunjung ke sini.

Melalui artikel ini kami akan mengenalkan 3 desa dengan keindahan alam yang luar biasa menakjubkan menurut Association of the Most Beautiful Villages in Japan. Jika anda ingin tahu ketiga desa indah di Jepang tersebut, anda harus berkunjung sehingga bisa melihat langsung dan menjadikan tempat tersebut sebagai referensi tempat tujuan wisata jika anda benar – benar berniat jalan – jalan ke Jepang. Mari disimak :

Desa Perajin Tembikar : Shigaraki 

Desa perajin tembikar Shigaraki  adalah sebuah desa terpencil yang berlokasi di desa kaki Gunung Shigaraki. Di sini anda dapat melihat salah satu tungku pembakaran tertua di Jepang yang pada jaman dulu kala dijadikan sebagai peralatan buat memasak pada sebuah kedai yang menjual masakan dari mancanegara. Anda juga bisa melakukan kegiatan olahraga berupa mendaki bukit atau gunung yang dipandu oleh seorang pemandu wisata dimana di sepanjang jalan menuju puncak gunung terdapat perkebunan buah dan sayur khas negeri Jepang dengan hawa sejuk khas pegunungan, dan jika anda telah sampai ke puncak, adalah kesempatan emas untuk mengamati seluruh pemandangan desa. Menuju ke lokasi wisata, anda bisa menaiki kereta dari Stasiun Shigaraki  pada jalur kereta Shigaraki - Takaharu atau memakai mobil pribadi sekitar 10 menit dari Shigaraki IC pada Shin - Meishin tol. Gratis parkir tersedia ketika berada di lokasi wisata.

Beli Oleh - Oleh

Ada berbagai atraksi yang bisa anda nikmati dan tersedia di desa tembikar Shigaraki : lokakarya tungku perapian buat memasak kuliner Jepang ala Eropa atau mancanegara, lukisan lokakarya, dllnya. Dimana anda dapat membuat atau membeli oleh - oleh sendiri. Anda bisa memilih sendiri kesukaan anda, selain bisa menyaksikan sendiri pengusaha keramik bekerja secara profesional di ruang tembikar. Biayanya adalah ¥ 1575 untuk lokakarya tembikar, ¥ 2100 untuk persiapan dan terjun langsung membuat lokakarya tembikar, keramik – keramik siap jual masing – masing seharga ¥ 3150 dan ¥ 2.625. Mengenai lukisan, banyak dijual lukisan dalam bentuk Fess adalah gelas dan piring atau perabotan rumah tangga yang diberi lukisan unik seharga 840 yen seperti koleksi mug cantik, ¥ 1.260, kotak uang jenis tanuxi senilai ¥ 1.575 dan yang lainnya. Oleh - oleh lokal, seperti piring, angka rakun, pot biasa, pot bunga, dllnya juga dijual. Patung - patung rakun diyakini dapat membawa keberuntungan dalam bisnis.

Jalan – jalan ke kompleks toko – toko suvenir pada masa lampau, terdapat sebuah toko yang khusus menjual filter air dan tempat – tempat unik untuk acara perjamuan tamu mancanegara atau khas Jepang yang terdiri dari guci – guci porselen Shigaraki dan Inggris buatan Royal Doulton filter keramik yang populer di luar negeri dalam berbagai bentuk dan warna – warna natural yang berbeda dan begitu disukai oleh turis asing.

Hokkaido, Tradisional Seni Dan Desa Kerajinan Desa ini terletak di sebuah bukit yang menghadap Asahikawa dibagian tengah dari Hokkaido, pada lahan sekitar 80,000 m2 dalam ukuran luas tanah. Terdapat museum – museum tua yang memamerkan berbagai kerajinan seperti tenun tangan, pencelupan, kain tenun, dan kerajinan tekstil dalam tema alam desa Hokkaido. Ada juga "museum salju" yang menunjukkan bulatan – bulatan putih bola – bola kristal salju, pohon – pohon Natal dalam beragam bentuk yang memungkinkan anda untuk melihat musim dingin Hokkaido dari perspektif baru yaitu turis asing dari negara – negara tanpa musim salju. Sejarah desa ini dimulai pada tahun 1970 ketika didirikan dengan nama yang berbeda, kemudian pada tahun 1980 sebuah museum terbesar selesai dibangun bernama Yukaraorikogeikan, dan mengikuti tema bangunan museum – museum terdahulu dengan mengusung tema tekstil. Museum Tekstil Internasional ini diciptakan pada tahun 1986. Dan pada tahun 1991, 4.5 billion yen dana segar dari pemerintah dikeluarkan buat membangun "museum salju" terbesar di desa ini.

Untuk menuju ke lokasi desa wisata, anda bisa menyewa mobil per hari atau bagi yang sudah biasa jalan – jalan ke Jepang dan sekitarnya, bisa memakai mobil pribadi dari hotel - hotel besar di kota Asahikawa. Jika anda pergi dengan mobil sewaan adalah 15 menit dari Stasiun JR Asahikawa atau 40 menit dari Bandar Udara Asahikawa.dimana anda juga bisa menggunakan bus jurusan kota Asahikawa dari kota Asahikawa yaitu 1 Jotsu 7 - chome yang berhenti langsung di terminal pertama dan naik lagi bus selanjutnya ke Takasagodai Entrance, turun dan berjalan sekitar 10 menit dari halte bus.

Di desa ini juga terdapat Museum Yukaraorikogeikan yang berfungsi sebagai pusat desa Hokkaido yang sejak pertama kali diumumkan sebagai desa wisata, terkenal sebagai penghasil tekstil kerajinan "yukaryori" terbesar di Jepang yang menggunakan wol sebagai bahan utama membuat busana rancangan mereka dan semua proses garmen adalah melalui tenun tradisional yang dilakukan secara manual. Desain bertema "alam yang indah dari Hokkaido" dan menggunakan campuran warna hingga berjumlah 200 - 300 warna dalam setiap prosesnya, dan pada hari – hari tertentu yaitu menjelang Natal atau tahun baru mereka menggunakan teknik - teknik canggih seperti lukisan cat minyak terhadap beberapa kain yang dihasilkan. Pada bangunan museum para turis yang berkunjung bisa memilih sendiri warna – warna yang digunakan untuk menenun dan membuat sendiri desain kain sesuai dengan kesukaan atau berdasarkan pemesanan.

Di Museum Tekstil Internasional ini terdapat beragam tekstil khas Jepang dan telah populer di seluruh dunia karena sering mengikuti pameran – pameran fashion internasional dengan beberapa ribu lembar tekstil desain terbaru setiap tahunnya yang mampu menarik minat turis asing untuk berkunjung ke tempat ini buat liburan.

Desa Shikoku Mura

Desa Shikoku Mura adalah sebuah desa dengan koleksi museum terbesar di Jepang dan terpusat di kawasan wisata Takamatsu, Kagawa Prefecture. Museum ini mempunyai spesialisasi khusus dalam memindahkan dan membangun ulang rumah - rumah tua berarsitektur Jepang dari seluruh wilayah Shikoku.

Desa yang mencakup areal seluas 50.000 meter persegi ini di dalamnya terdapat 12 buah bangunan unik dengan arsitektur yang khas mulai dari masa Edo sampai Taisho. Juga terdapat bangunan - bangunan berupa pabrik yang dahulu digunakan untuk pembuatan gula dan kecap, serta memamerkan sekitar 10.000 benda sehari - hari sebagai media pembelajaran tentang cara hidup orang - orang jepang di masa lampau.

Jika anda lelah keliling desa dan merasa lapar atau perlu beristirahat, maka anda bisa singgah di sebuah rumah tua yang sudah dibangun ulang menjadi kedai udon buatan, atau sebuah kafe gaul yang dibangun dari rumah bergaya Eropa yang dipindahkan dari bangunan kobe. Kedai ini biasanya buka pada pukul 8:00 pagi dan sejak bulan November tahun lalu sampai Maret tahun ini, jam tutupnya pukul 17:30 malam, dimana di luar bulan - bulan tersebut, jam tutupnya sekitar pukul 18:00 malam.

Sebagai informasi penting, untuk menuju ke lokasi desa wisata, anda bisa naik JR Kotoku Line menuju ke Stasiun Yashima dan dari sana anda bisa berjalan kaki menuju ke desa tersebut sekitar 10 menit perjalanan, atau kalau anda naik kereta api Kotohira railway Shido line ke Stasiun Kotoden Yashima, anda bisa berjalan kami selama 5 menit dari sana menuju ke desa. Dengan naik mobil, di Takamatsu Expressway (kalau anda berangkat ke Takamatsu Chuo IC dan mengarah ke utara sekitar 15 menit), maka anda akan sampai di desa dengan selamat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads