Melihat Rekam Jejak Kesuksesan Uber

28 Mar 2016 12:44 3331 Hits 1 Comments
Uber dari waktu ke waktu.

Stop complain, start action.

Sebuah perusahaan besar, biasanya akan diawali oleh sang pengusaha yang sukses melihat sebuah masalah dengan sudut pandang berbeda dengan orang lain. Jack Ma melihat sulitnya para pengusaha kecil China memasarkan barang dagangannya ke luar negri, mereka tidak memiliki akses dan sumber daya sebesar bisnis raksasa. Bill Gates melihat komputer bisa dioperasikan di setiap rumah, agar memudahkan pekerjaan yang sebelumnya hanya bisa dikerjakan oleh perusahaan besar, muncullah mimpi Bill Gate PC In Everyhome. Dua sahabat, Robert Kalanick dan Garret Camp sekitar tahun 2008 menghadiri konferensi teknologi LeWeb di kota Paris. Ketika itu kondisi hujan bersalju, ditambah dengan hawa dingin dan sulitnya layanan taksi di ibukota Perancis tersebut. Siapa sangka, dari masalah sulitnya taksi di Kota Fashion tersebut, lahir perusahaan aplikasi transportasi yang kelak akan mengguncang dunia, Uber.

Menghadapi kondisi layanan taksi yang kurang memuaskan, Kalanick dan Camp membicarakan dengan para pengusaha lokal untuk memberikan solusi transportasi berbasis aplikasi. Aplikasi tersebut diperuntukkan agar bisa memanggil mobil, namun tak seorangpun melirik ide start up tersebut.

Travis Kalanick dan Garrett Camp akhirnya pulang ke San Fransisco, Amerika Serikat. Camp terobsesi dengan ide aplikasi untuk solusi masalah transportasi yang muncul di Paris tersebut. Kalanick sebenarnya enggan untuk memulai start up tersebut, mengingat dua perusahaan start up yang didirikannya kurang menuai sukses.

Camp sukses meyakinkan Kalanick untuk start up barunya, akhirnya didirikanlan perusahaan transportasi bebasis aplikasi tersebut. Sebelumnya, Garret Camp membeli sebuah domain bernama UberCab.com.

Cerita kemudian berlanjut, Kalanick dan Camp mendanai Uber diawali dengan menjual perusahaan start up pendahulunya.

Tahun 2010 layanan transportasi Uber pertama diluncurkan, tentunya dengan berbagai kekurangan disana sini, jumlah karyawan yang terbatas dan juga jumlah mobil rental yang tentunya tidak sebanyak sekarang ini.

San Fransisco, California sebagai kota pertama layanan Uber diluncurkan direspon baik oleh warganya. Hari demi hari, layanan Uber semakin membesar. Namun, masalah tampaknya mulai menggelayuti Uber. Dinas perhubungan San Fransisco mempermasalahkan nama Cab alias Taksi, dimana Uber tidak memiliki lisensi perusahaan taksi.

Tantangan dari pemerintah setempat tidak membuat Kalanick mundur, Kalanick bersikeras bahwa Uber adalah perusahaan teknologi software. Uber bukanlah perusahaan transportasi karena tidak memiliki aset kendaraan, demikian prinsip yang dipegang oleh Kalanick.

Meskipun menuai kontroversi, namun diluar dugaan ternyata para investor melirik peluang untuk menanamkan uang di Uber. Akhirnya Uber mendapatkan kucuran dana dari investor dikemudian hari.

Uber semakin memperlebar sayapnya diberbagai negara. Uber mendapatkan protes dari berbagai sisi, baik sisi regulasi terkait aturan atau dari perusahaan taksi konvensional.

Meskipun hadir berhadapan dengan berbagai kontroversi sejak dirilis, namun Uber kini semakin besar dan mendunia. Berawal dari masalah transportasi yang kurang memuaskan, ide Uber lahir untuk memberikan layanan transportasi yang lebih baik, dan bisa diakses dengan lebih murah. Kita bisa belajar dan mengambil hikmah dari hadirnya Uber, yang saat ini harus berhadapan dengan perusahaan transportasi berbasis aplikasi sejenis dan tantangan regulasi.

About The Author

wan 66
Expert

wan

Mencoba Hobi tulis menulis
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel