Mengenal Inovasi Teknologi Kereta Peluru “Shinkansen” Jepang

12 Sep 2015 12:00 13359 Hits 0 Comments Approved by Plimbi

Mengenal teknologi kereta api cepat di Jepang

Kereta cepat Jepang dikenal dengan nama shinkansen. Nama shinkansen sendiri sebenarnya berarti âjalur kereta baruâ. Disebut jalur baru karena berbagai spesifikasi teknis seperti lebar lintasan dan kecepatan maksimumnya berbeda dari jalur yang sudah ada.

Selain itu, jalurnya juga memang dibuat terpisah dari jalur lama yang sudah ada. Karena terpisah dari jalur biasa dan jalur lama serta memiliki spesifikasi teknis yang berbeda dari sistem yang lain, shinkansen adalah sistem kereta yang memang didedikasikan untuk layanan angkutan kereta berkecepatan tinggi.

Selain sejak mulanya dirancang sebagai jalur yang memang dikhususkan untuk operasional kecepatan tinggi, bermacam terobosan dalam bidang teknologi transportasi juga lahir dan diaplikasikan pada sistem ini.

Apa saja teknologi yang dikembangkan untuk sistem shinkansen? Apa implikasi dari penerapan-penerapan teknologi tersebut dalam performa layanan shinkansen?

 

Lintasan Lebih Lebar

Seluruh jaringan kereta biasa di Jepang menggunakan sepur atau track lebih sempit daripada shinkansenâdisebut narrow gauge track.

Istilah sepur sempit berarti jarak antara dua besi sepur (track) yang berjajar sebagai lintasan kereta berukuran lebih sempit daripada jarak sepur lintasan lain yang umumnya digunakan. Penggunaan sepur sempit (narrow gauge track) ini berawal sejak pertama dibangunnya jalur kereta di Jepang.

Mengenal Teknologi Kereta Peluru ÃÃÃÃâShinkansenÃÃÃÃâ Jepang

 

Salah satu keterbatasan lintasan sepur sempit ini adalah batas kecepatan yang tidak terlalu tinggi.

Oleh karena itu, ketika shinkansen direncanakan menjadi lintasan kereta dengan kecepatan yang lebih tinggi daripada jalur biasa, diputuskan untuk menggunakan lintasan berjarak sepur standar alih-alih sepur sempit.

 

Automatic Train Control

Mengenal Teknologi Kereta Peluru ÃÃÃÃâShinkansenÃÃÃÃâ Jepang

Salah satu kunci tingkat keselamatan shinkansen yang tinggi adalah adanya sistem Automatic Train Control.

Sistem ini adalah sistem pengaturan kecepatan kereta api yang berfungsi menurunkan kecepatan kereta secara otomatis jika melebihi batas kecepatan yang ditetapkan pada suatu seksi lintasan.

Sistem ini sudah diimplementasikan pada kontrol kereta shinkansen model 0-ç³» (zero kei) pada tahun 1964.

 

Desain Electric Multiple Unit (EMU)

Desain electric multiple unit berarti desain kereta yang menggunakan sumber tenaga listrik dan setiap gerbong memiliki motor penggerak sendiri. Rancangan kereta semacam ini tentunya tidak membutuhkan gerbong loko khusus sebagai sumber tenaga penggerak karena analoginya setiap gerbong adalah lokomotif.

Meskipun setiap gerbong memiliki motor penggerak masing-masing, kendali kecepatan dan pengereman set kereta tersebut tetap berada pada satu gerbong tertentu yang memiliki kokpit atau ruangan kendali khusus.

Shinkansen 800 Series: tiap gerbong bermotor penggerak

Setiap gerbong yang diberi motor penggerak juga berfungsi sebagai gerbong muatan. Dengan begitu, selain menghemat bobot rangkaian kereta secara keseluruhan, rancangan ini juga memperingkas rangkaian kereta karena setiap gerbong kereta dapat dimanfaatkan ruangan muatnya dengan efisien.

Rangkaian kereta electric multiple unit biasanya diaplikasikan pada jalur-jalur angkutan masal atau kereta komuter karena kereta model demikian mampu mengangkut penumpang lebih banyak dan efisien.

 

Gerbong Kedap Tekanan

Ketika suatu kereta memasuki terowongan, kereta akan mendapat tekanan udara yang berbeda daripada tekanan udara di luar terowongan. Perubahan tekanan udara ini bisa berpengaruh kepada kenyamanan penumpang.

Mengenal Teknologi Kereta Peluru ÃÃÃÃâShinkansenÃÃÃÃâ Jepang

Oleh karena itu, gerbong kereta shinkansen selalu diberi tekanan udara tertentu dan dibuat kedap dari tekanan udara luar. Dengan begitu, kestabilan tekanan udara di dalam gerbong dapat terjaga meskipun terjadi perubahan tekanan udara mendadak di luar kereta.

 

Yaw Damper

Yaw damper pada gerbong shinkansen

Yaw Damper adalah semacam perangkat peredam kejut (shock breaker) khusus yang dipasang horizontal di antara dua gerbong, untuk meredam gerakan mengayun secara longitudinal pada gerbong kereta.

Pemasangan yaw damper dapat mengurangi efek oleng yang terjadi ketika kereta bergerak dengan kecepatan tinggi pada lintasan yang menikung cukup tajam atau pada lintasan yang agak berliku atau tidak lurus.

 

Lintasan dengan Perintang Suara

Noise barrier pada track shinkansen

Karena bergerak dengan sangat cepat, kereta shinkansen juga mengeluarkan polusi suara yang cukup tinggi.

Meskipun kereta shinkansen sangat populer dan telah menjadi ikon kebanggaan bangsa Jepang, kereta shinkansen juga rupanya sering mendapat protes dari warga yang tinggal di dekat rel shinkansen. Protes itu biasanya berhubungan dengan polusi suara yang timbul ketika shinkansen melintas.

 

UrEDAS

Selain fitur-fitur teknologi yang menjaga keamanan dan kenyamanan kereta shinkansen dari gangguan internal, kereta shinkansen juga dibekali teknologi pengaman dari gangguan eksternal seperti gempa bumi.

UrEDAS atau Urgent Earthquake Detection and Alarm System adalah sistem peringatan dini gempa bumi yang diaplikasikan pada sistem shinkansen sejak 1992. Fungsi fitur ini adalah mendeteksi gelombang gempa bumi kecil yang berpotensi menjadi gempa bumi besar.

Jika berdasarkan kalkulasi sistem memprediksi akan terjadi gempa bumi besar, sistem pengaman akan mengaktifkan pengereman secara otomatis agar kereta shinkansen berhenti sebelum terjadi gempa bumi yang membahayakan keselamatan perjalanan.

Itulah beberapa bentuk teknologi canggih yang diaplikasikan oleh para ilmuwan dan insinyur Jepang kepada kereta peluru mereka.

Berbagai macam teknologi ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan perjalanan dengan Shinkansen karena perjalanan berkecepatan tinggi tentu berisiko tinggi juga. Untuk meminimalisasi risiko itulah berbagai macam teknologi pendukung dikreasikan.

Beberapa teknologi itu sebenarnya sudah hadir sejak nyaris setengah abad yang lalu, sejak pertama munculnya shinkansen model 0-series pada tahun 1960-an.

Bagaimana dengan Indonesia? Secanggih apakah teknologi pendukung keamanan dan kenyamanan sistem perkeretaapian kita? Pertanyaan-pertanyaan ini patut direnungkan oleh seluruh pihak yang terlibat pada layanan transportasi massal, khususnya kereta api di negeri kita.

About The Author

Shafwan Nugraha 78
Professional

Shafwan Nugraha

Kontributor Plimbi. Level 70 Conjurer Mage lulusan College of Winterhold.
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel