Peran Islam dalam perkembangan Sains dan Teknologi

10 Jun 2015 22:41 8415 Hits 0 Comments
Islam begitu indah dengan dunia Sains.

Kebanyakan orang Islam hanya mengatakan “BER-IMAN”, tapi tak membuktikan dengan perbuatan. Jika mendalami mengenai istilah “IMAN”, berarti harus mendalami yang namanya Aqidah. Tapi, semua itu ada proses untuk bisa mendalaminya. Pengetahuan yang diketahui oleh orang dewasa, pasti berbeda dengan pengetahuan yang dimiliki anak-anak. Makanya, untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih, ada proses yang harus dijalani.

Berbicara mengenai iman, maka itu akan berhubungan dengan ibadah. Ibadah yang dilakukan seseorang akan menjadi tolak ukur keimanannya. Iman itu memiliki banyak cabang dan tingkatan. Dan ibadah itu bermacam-macam pula pembagiannya.

Sadarkah kita, bahwa mempelajari sains adalah salah satu bentuk ibadah. Karena sains adalah Sunnatullah. Didalam kitab suci Al-Qur’an, banyak ayat yang menjelaskan dan menyeru umat manusia untuk mempelajari mengenai alam semesta dan isinya.

Sebagai anak Sains, khususnya Fisika, (penulis) merasa bangga bisa mendalaminya.  Walaupun banyak orang yang mengatakan bahwa mempelajari fisika itu kurang kerjaan. Dan kata sebagian manusia, Sains sebagai ilmu pasti, tidak bisa mengalami perkembangan. Alasannya ilmu pasti itu, mereka hanya tetap dengan teori yang sudah ada. Katanya tidak bisa berargumen lain, karena sudah ada teori yang menjadi landasannya. Jika kita cermati dengan apa yang ada sekarang, maka pendapat itu adalah salah. Buktinya, seiring perkembangan zaman, ilmu Sains pun berkembang dan selalu menemukan hal-hal baru sesuai yang ada di alam semesta. Kita bisa melihat perkembangan teknologi sekarang. Itu semua adalah hasil pemikiran Sains. Jadi, pada intinya, Sains itu memiliki cakupan yang sangat luas. Dengan memiliki pengetahuan Sains yang mendalam, maka manusia akan menyadari akan kekuasaan sang Pencipta. Karena sesungguhnya manusia itu sangatlah kecil dan berpengetahuan terbatas.

Yang dibutuhkan dalam Islam adalah orang yang dapat memberikan ilmu yang bermanfaat. Ilmu yang bermanfaat disini adalah ilmu yang mampu mendekatkan manusia dengan Dzat Penciptanya, dan juga ilmu yang dapat membawanya menuju perubahan yang positif.

 

Baca juga :

               5 Fakta Seputar Asus G752 yang Harus Diketahui Sebelum Membelinya

               Konsep Kendaraan Pariwisata dari Yamaha untuk Masa Depan

 

Jika kita melihat kembali kisah-kisah terdahulu, peristiwa yang terjadi pada masyarakat tertentu. Bagaimana Allah meng-azab manusia-manusia yang tidak bersyukur atas apa yang didapatkannya. Maka, Islam datang untuk menyelesaikan permasalahan. Permasalahan yang dimaksud adalah penyebab tidak bersyukurnya suatu kaum. Dalam hal ini, adalah karena kurangnya pengetahuan yang dimiliki. Islam datang dengan mengajak manusia untuk  membaca. Bukan hanya sekedar membaca, tetapi juga mengajak manusia untuk berpikir dengan menggunakan akalnya.

Ulil Albab / orang-orang yang yang berakal selalu merenungi mengenai penciptaan langit dan bumi. Semakin mendalami ilmu itu, manusia akan merasakan kecilnya dia dihadapan sang Pencipta. Dalam zaman modern saat ini, kita mengenalnya dengan istilah Astronomi. Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan, banyak dari para ilmuwan merasa takjub dengan apa yang ditemukannya. Dengan ketakjubannya itu, akhirnya mereka menerima kebenaran ajaran Islam. Dan jika kita mengkaji kembali, ternyata ilmu pengetahuan yang berkembang dan dipelajari saat ini, merupakan keberhasilan yang telah dicapai umat-umat Islam terdahulu pada masa keemasannya. Salah satunya yaitu Ilmu pengetahuan Sains dan Teknologi, seperti yang dipaparkan diatas. Sains dan Teknologi dapat dilihat dari adanya pembangunan.

Sampai saat ini, tak ada ilmuwan Sains yang menyatakan ilmunya mutlak. Mereka sadar bahwa, ilmu yang mereka miliki, hanyalah sedikit dari apa yang ada di alam semesta ini.  Maka dari itu, janganlah angkuh dengan ilmu yag dimiliki. Ilmu itu hanyalah titipan Allah yang akan dimintai pertanggungjawaban nantinya. Maka gunakan ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk hal-hal yang bermanfaat dalam kehidupan ini. Dan jangan lupa dengan kehidupan selanjutnya.

Tags

About The Author

Arwin Darwis 30
Ordinary

Arwin Darwis

Setidaknya, ada keinginan untuk BERKARYA. .

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel