Longsor dan Banjir Diakibatkan Oleh Rusaknya Dua Dam

9 Nov 2015 09:35 2197 Hits 0 Comments
Dari peristiwa tersebut, 28 orang hilang dan masih dalam pencarian.

Pada hari kamis kemarin, tepatnya pada tanggal 5 November 2015 terjadi sebuah longsor tanah merah yang disebabkan oleh rusaknya dua buah dam yang menahan air limbah dari tambang bijih besi menimpa sebuah desa di negara Brazil bernama Bento Rodrigues.

Dalam kejadian ini, 28 orang hilang dan hingga kini 28 orang tersebut masih dalam pencarian tim penolong. Namun, setelah beberapa hari ini melakukan pencarian dengan hasil yang nihil, ratusan tim penolong yang masih melakukan pencarian korban jiwa tersebut sudah mulai kehilangan harapan bahwa mereka akan menemukan para korban tersebut dalam keadaan bernyawa.

Pihak berwajib juga sudah mengidentifikasi salah satu korban yang sudah tidak bernyawa lagi.

Dua tubuh lainnya juga sebelumnya telah ditemukan, tapi pihak yang menangani musibah tersebut ragu tentang penyebab kematian mereka; apakah berkaitan dengan rusaknya dam atau karena penyebab lain. Untuk memastikan hal tersebut, para pihak berwenang akan melakukan tes DNA. Dari tes DNA tersebut akan diketahui apakah dua mayat temuan tersebut adalah salah satu dari korban yang dilaporkan hilang atau bukan.

Menurut salah satu pihak yang menangani musibah tersebut, Pimentel, menyatakan bahwa sangatlah kecil kemungkinan 13 orang yang waktu itu sedang berada di dam dapat ditemukan hidup-hidup. Pimentel juga menambahkan, “oleh karena itu kita harus menerima fakta tersebut secara lapang dada.”

15 orang lainnya yang masih hilang sampai sekarang mungkin akan dapat ditemukan di tempat lain walau dengan kemungkinan yang kecil. Lokasi yang berpotensi besar menjadi tempat ditemukan para korban hilang tersebut adalah desa-desa terdekat dari desa Bento Rodrigues.

Dilain pihak, banyak warga yang komplain karena mereka tidak menerima peringatan bahwa kedua dam di desa tersebut yang bernama Fundao dan Santarem telah rubuh.

Kebanyakan warga yang selamat adalah mereka yang langsung lari ke dataran yang lebih tinggi ketika mendengar suara gemuruh diluar rumah mereka.

Tambah bijih besi tersebut dimiliki oleh Vale dan BHP Bilton. Sedangkan pengoperasian tambang tersebut dilakukan oleh pihak Samarco.

Mengutip dari BBC news, Kepala dari Samarco bernama Ricardo Vescovi melakukan pernyataan terhadap media massa AFP bahwa sejauh yang ia tahu, peraturan atau hukum yang berlaku di Brazil tidak membutuhkan alarm peringatan ketika ada sebuah dam yang rusak atau roboh.

Mengutip pernyataan media massa setempat yang dilansir oleh Reuters, banjir yang tercampur lumpur berwarna merah telah mencapai kota-kota lain dalam radius 70km.

Selain itu ada juga ketakutan bahwa bijih besi yang tercampur dalam lumpur tersebut dapat mengancam kesehatan. Namun, menurut pemilik Samarco, pihak mereka belum mengkonfirmasi dampak spesifik yang disebabkan oleh robohnya kedua dam tersebut terhadap lingkungan.

Dan hingga kini, selain tim penyelamat yang masih mencari korban hilang, tim lainnya juga dikerahkan untuk menginvestigasi penyebab dari hancurnya dua buah dam tersebut.

 

 

 

Source: Reuters, BBC News

image: Reuters

Tags Berita

About The Author

Buricak Burinyai 67
Expert

Buricak Burinyai

Seorang warga Bandung yang cinta Bandung, teknologi dan mantannya

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel