Toilet Pria di Jepang ini Dianggap Melecehkan

3 Nov 2015 16:17 2913 Hits 0 Comments
Letak toilet ini berada lantai satu di pusat pengunjung gunung Fuji.

Gunung Fuji adalah pegunungan tertinggi di Jepang yang juga sekaligus daya tarik atau objek wisata di negeri sakura tersebut. Akan tetapi, yang menjadi daya tarik bagi para turis di wilayah sekitar gunung Fuji ternyata bukan hanya gunungnya saja.

Disana juga terdapat beberapa danau yang dikenal dengan Fujigoko atau jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia menjadi Lima Danau Fuji. Sebagai objek wisata, danau ini sangatlah layak dikunjungi, karena keindahannya memang sangat terkenal di Jepang.

Selain kedua tempat wisata di atas, ada hal menarik lainnya yang mungkin juga menjadi perhatian para wisatawan asing disana. Yaitu sebuah kamar mandi pria yang letaknya ada di lantai satu dari pusat berkumpulnya para pengunjung gunung Fuji.

Kenapa kamar mandi pria?

Mungkin ini agak sedikit jorok, tapi pada umumnya toilet pria disana selalu kotor oleh air seni yang membasahi lantai. Hal ini kebanyakan diakibatkan oleh para pria yang memposisikan diri mereka tidak dekat dengan tempat pembuangan ketika membuang air kecil.

Oleh karena itu, pusat pengunjung yang “geleng-geleng kepala” melihat kelakuan para pengunjung toilet pria di tempat wisata gunung Fuji kemudian memasang sebuah papan pengumuman di tembok toilet pria yang isinya adalah himbauan kepada para wisatawan agar menggunakan toilet dengan baik dan sopan.

Jika dilihat pada papan himbauan di bawah ini yang tertulis dalam bahasa jepang, “itsumo kirei ni tsukatte itadaki, arigatou gozaimasu” yang jika diartikan ke bahasa Indonesia menjadi “terima kasih karena selalu menggunakan toilet dengan baik dan sopan.”

Namun jika kita perhatikan lebih baik, dibawahnya juga ternyata tertulis terjemahan himbauan tersebut dalam bahasa Inggris.

Tapi tunggu, pada papan himbauan tersebut tertulis dalam bahasa Inggris "Please Stand Closer. Your TOMAHAWK is not so long as you wish.”

Kalau diartikan ke dalam bahasa Indonesia tulisan tersebut secara literal tulisantersebut  dapat diterjemahkan menjadi, “Harap berdiri lebih dekat. ‘Roket Tomahawk’ anda tidaklah sepanjang yang anda harapkan.”

Sebagai turis asing yang lebih fasih berbahasa Inggris daripada bahasa Jepang, tentunya yang pertama kali akan dibaca oleh para wisatawan asing adalah tulisan berbahasa Inggris tersebut. Mungkin para pembaca disini juga sudah bisa menebak bahwa “roket Tomahawk” yang dimaksud mengacu pada “burung” yang dimiliki oleh kaum pria.

Bagi sebagian orang, hal tersebut tentunya merupakan sindiran yang menjurus ke pelecehan. Akibatnya, muncul turis yang merasa tersinggung dan memprotes papan himbauan tersebut.

Sebagai pihak yang diprotes, pusat para pengunjung di gunung Fuji (Mt. Fuji Visitor’s Center) tersebut membela diri dengan mengatakan bahwa tulisan yang dipasang di kamar mandi pria tersebut sudah banyak beredar dan dipasang di berbagai toilet di tempat wisata di Jepang selama bertahun-tahun dengan memperlihatkan buktinya di pencarian gambar Google.

Sehingga bisa dilihat disini, bahwa para pengurus tempat wisata gunung Fuji tersebut sepertinya menyalin tulisan yang harusnya berupa himbauan tersebut dari tempat wisata lain yang memang memiliki himbauan seperti itu juga.

Hal ini juga didukung dengan pernyataan dari pihak mereka yang mengatakan bahwa papan pengumuman tersebut memang dibuat untuk menghimbau para kaum pria yang membuang air kecil di toilet tersebut agar menjaga kebersihan toilet dan bukan untuk mencari ribut dengan para turis asing.

Kedepannya, pihak pengurus pusat wisata tersebut akan segera mengubah tulisan tersebut dengan menerjemahkan ulang menggunakan bahasa Inggris yang baik dan benar, setelah sebelumnya secara resmi meminta maaf bila ada pihak yang dirugikan dalam kejadian ini.

 

 

About The Author

Buricak Burinyai 60
Expert

Buricak Burinyai

Seorang warga Bandung yang cinta Bandung, teknologi dan mantannya

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel