Pernah terpikirkan jika seandainya tidak ada mesin fotokopi di dunia ini? Mungkin jika hal tersebut benar-benar terjadi, manusia akan melakkan pekerjaan dengan cara yang tidak efektif. Memperbanyak dokumen dengan menylainnya secara manual adalah hal yang membuang waktu apalagi jika terjadi di zaman canggih ini. Mesin fotokopi membuat semuanya berjalan sangat efektif dan cepat. Seluruh umat manusia sangat terbantu dengan kinerja mesin ini. Lantas siapa sebenarnya orang yang pertama menemukan mesin yang dapat memperbanyak ini? Kali ini akan dibahas biografi orang sukses yang menemukan mesin fotografi yaitu Chester Flood Carlson.
Hidup Miskin
Biografi orang sukses semacam Carlson ternyata dimulai dengan kehidupan yang kurang menyenangkan.Pada tanggal 8 Februari 1906 tepatnya di Seattle, Washington, Amerika Serikat lahirlah seroang anak bernama Chester Flood Carlson. Awal kehidupan Calrson tidaklah begitu baik. Saat usia 17 tahun, ibunya meninggal dunia. Calrson tentu merasa kehilangan. Apalagi empat tahun sesudahnya, ayahnya juga meninggal. Saat ayahnya masih hidup, ayah Calrson mengidap penyakit TBC. Tentu hal ini membuat ayahnya harus giat bekerja untuk biaya kehidupan serta biaya berobatnya yang tidak murah.


Lulus California Institute of Technology
Untungnya, Calrson tak patah semangat. Dengan kegigihannya dalam belajar, Carlson bisa lulus kuliah dari California Institute of Technology. Kehidupan Carlson mulai berubah setelah ia mendapatkan pekerjaan. Tepatnya di perusahaan pembuat barang elektronik, biografi orang sukses bernama Carlson dimulai. Saat itu Carlson adalah seorang penyalin dokumen paten. Pekerjaan memperbanyak dokumen tentu adalah rutinitas yang dilakukan Carlson. Sampai suatu ahri Carlson mulai berpikir bagaimana agar pekerjaannya bisa lebih efektif dan cepat. Ia mulai berpikir bahwa hal tersebut dapat dilakukan oleh sebuah alat yang bisa mencetak dokumen yang sama secara terus menerus. Banyak sekali referensi yang mulai dibacanya. Referensinya tersebut lebih banyak tentang sebuah mesin cetak. Pada saat itu akhirnya ia menemukan sebuah konsep yang disebut elektrofotografi.
Baca juga :
Biografi Tokoh Dunia Teknologi: "Ken Kutaragi” Empunya PlayStation
Review Modem Mi-Fi Andromax M2Y
Eskperiman Tanpa Henti
Dari hasil bacaanya serta penemuannya, Chester melakukan berbagai eksperimen. Banyak biografi orang sukses yang menuliskan tentang kegagalan dari eksperimennya tetapi pada akhirnya berujung pada kesuksesan. Chester pun termasuk salah satunya. Sebuah eksperiman yang banyak dan dilakukan terus menerus adalah tipikal Chester. Salah satunya adalah saat ia bereksperimen dengan bubuk jelaga (karbon) dan penyinaran cahaya. Saat itu ia mencoba memindahkan tulisan dari sebuah medium ke medium yang lain. Konsep yang dikenal sebagai photo-conductivity itu adalah sebuah metode tentang proses perubahan elektron saat terkena cahaya. Banyak buku-buku yang membahas tentang temuan Carlson ini. Temuan ini sering diistilahkan sebagai suatu proses menyalin dengan cara menggunakan energi elektrostatik. Hal itu kemudian disebut dengan istilah xenography.
Biografi orang sukses bernama Chester berlanjut saat Chester akhirnya menemukan xenography. Istilah ini dari bahasa Yunan. Secara etimologis (asal kata) , xenography terdiri dari dua kata, radical xeros (kering) dan graphos (menulis). Berkata temuan dan teknik yang diciptakan Chester mengubah cara kerja orang saat itu. Paradigma menulis berulang-ulang sudah mulai bergeser dengan adanya temuan ini. Pada tanggal 6 Oktober 1942, teknik ini kemudian dipatenkan.
Penemuan Chester ternyata masih belum diterima oleh semua pihak. Masih ada orang yang meragukan manfaat dari mesin yang diciptakannya. Apalagi ada juga orang yang menganggap penemuan Chester tidak menjanjikan perubahan dalam jangka waktu ke depan. Karena hal ini, Chester Carlson mencoba menyempurnakan temuannya itui. Ia percaya temuannya akan berguna dan namanya akan tertulis di buku biografi orang sukses suatu saat nanti.
Chester mencoba menjual konsep dan idenya itu pada perusahaanperusahaan terkemuka saat itu. Chester ditolak oleh perusahaan terkenal semcam Kodak, General Electric dan IBM. Tapi Chester tidka mau menyerah, meski hampir putus asa Chester percaya bahwa namanya akan diceritakan dan akan tersebut pada buku biografi orang sukses di kemudian hari. Ketidakmenyerahan Chester berbuah hasil saat Batelle Memorial Institute memberikan modal padanya.
Chester akhirnya terus berjuang. Saat itu dia mencoba mengembangkan temuannya dan mempresentasikannya pada Haloid Company. Perusahaan tingkat menengah tersebut lantas setuju dengan konsep Chester. Namun saat itu Haloid beranggapan bahwa elektrofotografi perlu nama baru. Nama tersebut dianggap tidak menjual. Pada akhirnya diputuskan jika nama alat tersebut adalah Xerography.
Xerogragraphy lantas menjadi sukses. Atas kesuksesan tersebut, pada tahun 1958 Haloid berubah nama menjadi Xerox. Sampai saat ini kita mengenal Xerox sebagai perusahaan terkemuka yang berhasil menciptakan mesin fotokopi. Keberhasilan perusahaan Xerox ini tentu tak lepas dari jasa Chester Carlson. Hal ini juga yang menjadikan Chester pada akhirnya masuk buku biografi orang sukses yang banyak beredar.
Biografi orang sukses kali ini memang membahas Chester. Namun Chester sendiri bukanlah apa-apa jika saja temuannya tidak dimodali oleh Haloid yang kemudian berubah nama menjadi Xerox. Kedua pihak ini tentu saja melakukan simbiosis mutualisme. Hingga kini Xerox memiliki karyawan yang berjumlah lebih dari lima puluh ribu. Perusahaan yang kini bermarkas di Stamford, Connecticut, AS itu pernah membukukan pendapatan 15,9 miliar dolar AS, tepatnya tahun 2006. Kesuksesan itu tentu tak lepas dari jasa Chester yang kemudian meninggalkan dunia ini tanggal 9 September 1968. Chester sangat berjasa karena kini kita bisa memperbanyak sebuah dokumen. Tentu sangat pantas memasukan dia sebagai penemu terbesar abad 20. Dan ia pun memang layak masuk buku/film atau situs yang membahas biografi orang sukses.[MER]
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.