article

Pemanen Embun: Ngumpulin Air dari Udara Emang Bisa?

Pemanen Embun: Ngumpulin Air dari Udara Emang Bisa?

Bandung, Plimbi.com -- Pernah engga kamu keluar rumah di pagi hari, terus ngeliat rumput, daun, atau kaca jendela yang kelihatan basah, padahal semalam nggak hujan sama sekali. Nah, itu namanya embun. Kadang embun ini kita anggap biasa aja, karena airnya juga nggak terlalu banyak paling cuma bikin sandal basah kalau jalan di halaman. Tapi ternyata, embun ini punya potensi yang besar buat jadi solusi krisis air bersih di beberapa daerah. Dari situ lah muncul teknologi baru yang nama nya pemanen embun atau bahasa luarnya dew harvesting.

Jadi inovasi ini muncul karena, dibeberapa daerah di dunia, orang orang masih sering kesulitan mencari air yang bersih. Ada yang tinggal di gurun, ada yang di pegunungan kering, ada juga yang di pulau kecil tanpa sungai. Buat mereka yang tinggal di tempat itu, nyari air itu adalah suatu perjuangan. Sumur sering kering, hujan jarang turun, dan air tanah pun kadang keruh. Sementara di waktu yang sama, udara di sekitar daerah mereka itu sebenarnya lembap. Dari situlah muncul ide jenius ini muncul. Kalau udara punya uap air, kenapa nggak kita tangkap aja embunnya?

Baca juga: https://www.plimbi.com/article/180069/ai-semakin-cerdas-ancaman-atau-peluang

ads

Gimana Cara Kerja Pemanen Embun?

Cara kerja nya cukup simpel, mirip kaya fenomena alam yang udah sering kita lihat. Malam hari, udara jadi lebih dingin. Uap air di udara pun berubah menjadi tetesan kecil kalau ketemu permukaan yang lebih dingin. Biasanya ya nempel di kaca, daun, rumput. Bedanya, pemanen embun pakai alat khusus biar proses penangkapan ini lebih maksimal.

Alatnya bisa berupa jaring besar, panel plastik, atau lapisan material khusus. Begitu uap air menempel, dia bakal ngumpul jadi tetesan air. Tetesannya lalu mengalir turun ke wadah. Dari situ, air bisa dipakai untuk keperluan sehari hari, atau kalau mau diminum tinggal di saring dulu biar lebih aman.

Penerapan di Dunia Nyata

Kalau kamu mikir ini cuma teori doang, kamu salah besar. Teknologi pemanen embun udah di pakai di berbagai tempat. Contohnya di Maroko, ada desa di pegunungan Anti-Atlas yang pasang jaring embun raksasa. Hasilnya? Ratusan liter air bisa di kumpulkan tiap hari, cukup untuk kebutuhan warga.

Di india juga sama. Daerah kering seperti Gujarat dan Rajashtan, di daerah itu mereka memakai panel panel khusus buat nangkap embun dan kabut. Bahkan di gurun Atacama, Chili, tempat yang katanya paling kering di dunia, penduduk lokal jadi bisa dapat air dari kabut yang di tangkap pakai jaring besar. Jadi konsep ini beneran nyata dan udah terbukti bisa nolong banyak orang.

Kenapa Pemanen Embun Penting

Krisis air itu bukan masalah yang sepele. Bayangin, menurut data PBB, lebih dari dua miliar orang masih kesulitan dalam mencari air bersih setiap harinya. Sementara kita di kota kadang suka boros banget, pakai air segalon Cuma buat siram tanaman. Nah, teknologi kayak pemanen embun ini bisa jadi penyelamat banyak orang di tempat tempat yang kekurangan. Selain itu alat ini juga rama lingkungan. Nggak butuh listrik, nggak perlu bahan bakar, dan bisa di pasang di daerah terpencil.

Kesimpulan

Kalau di pikir pikir, semua masalah yang kita alami ini ternyata alam sudah terlebih dahulu ngasih kita solusi dari hal hal yang kita anggap sepele. Embun yang biasanya Cuma bikin rumput basah ternyata bisa jadi sumber kehidupan bagi banyak orang. Pemanen embun memang bukan jawaban final dari krisis air global, tapi setidak nya bisa jadi bagian dari solusinya.

Teknologi satu ini nunjukkin kalau nggak selalu perlu alat canggih dengah harga yang mahal untuk nyelamatin dunia. kadang, jawaban nya sudah ada disekitar kita, sederhana, tapi tentu butuh sedikit kreativitas untuk bisa dimanfaatkan.

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads