Buat para gamer, hal paling menyebalkan saat bermain bukan cuma kalah atau mati di level susah, tapi juga gangguan visual seperti tearing dan stuttering. Layar terlihat seperti “sobek” di tengah atau gerakan terasa patah-patah.
Baca juga: Apa itu Screen Tearing? Penyebab dan Cara Mengatasinya!
Nah, setelah sebelumnya saya membahas Screen Tearing, kali ini saya akan membahas lebih dalam salah satu solusi yang diciptakan untuk mengatasi masalah, AMD FreeSync. Teknologi ini hadir untuk memastikan pengalaman bermain terasa lebih smooth dan responsif.
Apa Itu AMD FreeSync™?
AMD FreeSync adalah teknologi Adaptive-sync yang dikembangkan oleh AMD untuk monitor. Fungsinya menyamakan refresh rate monitor dengan frame rate yang dihasilkan oleh kartu grafis. Seperti yang saya jelaskan seblumnya bila frame-rate GPU tidak sesuai dengan fresh-rate monitor, biasanya akan muncul screen tearing atau stuttering yang mengganggu. Dengan FreeSync, refresh rate akan otomatis menyesuaikan, sehingga tampilan terasa lebih smooth.
>
sumber: hp,com
Berbeda dengan teknologi serupa seperti NVIDIA G-Sync, AMD FreeSync memanfaatkan open standar dari VESA Adaptive-Sync yang sudah ada di DisplayPort dan HDMI. Artinya, produsen monitor tidak perlu menambahkan modul khusus yang mahal. Inilah yang membuat banyak monitor dengan FreeSync hadir di pasaran dengan harga yang lebih terjangkau.
Bagaimana Cara Kerjanya?
Normalnya, monitor punya refresh rate tetap, misalnya 60Hz atau 144Hz, sedangkan GPU menghasilkan frame rate yang bisa berubah-ubah tergantung beban game. Kalau GPU mengirim frame lebih cepat atau lebih lambat dari kemampuan monitor, maka terjadi ketidaksinkronan yang menimbulkan tearing atau stuttering.
FreeSync mengatasi ini dengan membuat refresh rate monitor menjadi variabel, mengikuti kecepatan GPU. Jadi, kalau kita main game dan GPU dapat menghasilkan 72fps, monitor akan langsung menyesuaikan ke 72Hz. Ketika GPU drop ke 55fps, monitor pun ikut turun.
Keunggulan dan Keterbatasan
Kelebihan utama AMD FreeSync adalah harganya yang terjangkau. Karena bersifat licence free, monitor dengan FreeSync biasanya tidak terlalu mahal dibanding alternatif lain. Selain itu, FreeSync bisa berjalan lewat DisplayPort maupun HDMI, sehingga lebih fleksibel untuk berbagai perangkat, termasuk konsol seperti Xbox Series X dan Series S.
Namun, FreeSync juga punya keterbatasan. Rentang refresh rate adaptifnya tergantung pada spesifikasi monitor. Beberapa monitor hanya mendukung FreeSync dari 48Hz hingga 75Hz, yang artinya kalau frame rate jatuh di bawah angka itu, manfaatnya akan berkurang. Versi yang lebih baru, seperti FreeSync Premium dan FreeSync Premium Pro, menawarkan rentang yang lebih luas dan tambahan fitur seperti Low Framerate Compensation (LFC) dan dukungan HDR.
Cara Menggunakan AMD FreeSync™
Untuk mengaktifkan fitur ini, berikut tahap-tahap yang bisa kamu lakukan:
- Pastikan monitor dan GPU mendukung FreeSync.
- Sambungkan monitor dengan kabel DisplayPort atau HDMI yang mendukung Adaptive-Sync.
- Aktifkan FreeSync di menu pengaturan monitor (OSD).
- Aktifkan FreeSync di software pengaturan driver GPU, seperti AMD Radeon Software.
- Nonaktifkan V-Sync di game agar FreeSync bekerja maksimal.
- Pastikan frame rate game berada dalam rentang refresh rate adaptif monitor.
>
sumber: benq.com
Kesimpulan
Kalau kamu bermain game kompetitif atau game dengan grafis berat, FreeSync bisa membuat perbedaan besar. Gerakan terasa lebih mulus, tidak ada layar sobek, dan respons terasa lebih konsisten. Meskipun begitu, manfaatnya akan terasa optimal kalau frame rate game kamu berada dalam rentang yang didukung monitor.
Bagi gamer kasual yang jarang bermain di atas refresh rate 60Hz, FreeSync tetap bermanfaat, tapi efeknya mungkin tidak terlalu dramatis. Namun, mengingat banyak monitor gaming sekarang sudah menyertakan FreeSync tanpa biaya tambahan yang besar, rasanya tidak ada alasan untuk melewatkannya.
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.