Setalah saya sebelumnya sudah membahas mengenai game engine bernama Unity, kali ini saya akan membahas satu lagi game engine yang sama populernya di kalangan developer indie dan pemula yang ingin membuat game dengan mudah, yaitu Godot Engine.
Godot adalah Game Engine Open Source yang dikembangkan di Buenos Aires pertama kali oleh Juan Linietsky dan Ariel Manzur dan di- release pada tanggal 24 january 2014. Engine ini dapat membuat game 2D dan 3D secara benar-berna gratis, tanpa biaya lisensi, tanpa royalti, dan bisa dijalankan di berbagai sistem operasi seperti Windows, macOS, dan Linux, game yang dibuatpun bersifat Crossplatform dan bisa di export ke PC, mobile, web, hingga AR dan VR. Godot saat ini dikelola oleh Godot Foundation, organisasi non-profit yang dibentuk pada 23 Agustus 2022 di Belanda.
Godot Engine memiliki beberapa fitur utama yang membuat engine ini banyak disukai oleh para developer indie maupun pemula. Berikut beberapa fitur utama yang ditawarkan oleh game engine ini
Godot Editor

sumber: godotengine.org
Godot sudah dilengkapi dengan Game Editor yang sudah dilengkapi dengan coed editor, animation editor, tilemap editor, shader editor, debugger, profiler, dan masih banyak lagi. Dengan game editor developer akan membuat nodes atau komponen-komponen kecil. Ketika kompulan node disatukan akan terbentuk yang namanya scenes.
Fleksibilitas Bahasa Pemrogramman yang Ditawarkan
Godot memiliki Bahasa pemrograman bawaan bernama GDScript, yang merupakan high-level language yang didesain secara matang untuk engine ini . GDScript terinspirasi dari Bahasa pemrograma Python yang memproritaskan kode yang mudah dipahami, hal ini membuat GDScript lebih ramah untuk dipelajari oleh pemula.

sumber : godotengine.org
Selain GDScript, Godot juga mendukung Bahasa pemrograman lain seperti C#, C atau C++ dengan GDExtension, yang membuat para developer dapat menulis game code yang lebih high performance. Komunitas Godot juga telah membuat Language binding tools untuk Bahasa pemrograman seperti Rust, Nim, Python, dan Javascript.
Dukungan Cross-Platform
Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, salah satu hal yang membuat godot bersinar adalah kemampuanya untuk men-deploy game di berbagai platform yang berbeda. Dengan luasnya dukungan bagi berbagai sistem operasi seperti Windows, macOS, Linux, iOS dan Android bahkan web, Godot membuat developer meresakan fleksibilitas dan pasar yang lebih luas, dengan membaut game mereka dapat dimainkan di hampir semua perangkat umum.
Dukungan Komunitas Lintas Negara
Karena Godot bersifat Open Source, Godot memilki komunitas yang supportive di seluruh dunia. Tidak seperti game engine lainnya yang hanya mementingkan uang, Godot dibangun berdasarkan Kerjasama antara tim resmi Godot dan kontribusi dari komunitas yang membuat game engine in lebih user-friendly, baik dari segi fitur maupun dokumentasi.
Komunitas Godot terdiri dari para orang yang hobi membuat game, developer game indie, hingga para professional, yang akan aktif membantu di berbagai forum dan media social seperti Reddit dan Discord. Video tutorial pun sudah banyak tersedia secara online yang membuat belajar Godot jauh lebih mudah.
Kekurangan Godot yang Perlu Diketahui
Tentu saja, Godot masih punya beberapa kekurangan. Fitur-fitur seperti dukungan ekspor langsung ke konsol besar seperti PlayStation dan Xbox masih belum tersedia secara umum, karena hal itu membutuhkan lisensi khusus dari pihak konsol itu sendiri. Selain itu, untuk membuat game dengan kualitas AAA yang memerlukan efek visual kompleks dan skala proyek besar, Godot mungkin masih sedikit tertinggal dibanding Unreal Engine.
Kesimpulan
Meski masih punya beberapa kekurangan, Godot engine banyak dipilih oleh developer indie dan pemula yang ingin membuat game tanpa terikat biaya lisensi. Kalau kamu ingin belajar bikin game secara gratis, dengan komunitas yang suportif. Godot dapat jadi pilihan yang sangat layak untuk kamu coba.
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.