Bandung, Plimbi.com -- AI atau Artificial Intelligence adalah teknologi yang sekarang sangat banyak digunakan oleh berbagai kalangan. AI sendiri memiliki banyak fungsi mulai dari menjawab pertanyaan, menulis artikel, sampai menciptakan gambar, AI terlihat seperti memiliki kesadaran dan kecerdasan sendiri. Namun, sebenarnya AI tidak benar benar berpikir seperti manusia, dibalik kemampuannya, AI ternyata bekerja dengan cara yang sangat berbeda lebih tepatnya mencocokan pola dari data, bukan berpikir dengan kesadaran. Pada artikel ini akan membahas seputar cara AI bekerja.
1. Belajar dari Data, Bukan Pengalaman
Manusia belajar dari pengalaman dan suatu interaksi, berbeda dengan AI yang belajar dari data. Data ini bisa berupa teks, gambar, suara, atau kombinasi dari semuanya. Bahkan kenyataannya AI tidak mampu memahami arti data tersebut seperti manusia, tapi dia mampu mengenali pola.
Sebagai contoh, untuk bisa mengenali gambar ayam. AI di latih dengan beberapa jutaan foto foto kucing. Dari latihan itu AI “menghafal” bahwa ayam biasanya berwarna apa, kakinya seperti apa, matanya seperti apa, dan sebagainya. Begitu juga dengan memahami bahasa, AI seperti ChatGPT dilatih dengan miliaran kata dari internet untuk mengetahui struktur kalimat dan arti dari kata tersebut.
2. AI Tidak Berpikir, Tapi Menebak Jawaban
Salah satu hal yang penting yang harus diketahui adalah bahwa AI tidak memiliki kesadaran dan kemampuan berpikir seperti manusia. Sebaliknya saat kamu memberikan pertanyaan ke AI dia sebenarnya tidak benar benar “mengerti” apa arti dari pertanyaanmu. Tapi kenapa respond nya terlihat seakan akan paham apa yang kita minta? Sebenarnya AI hanya menebak jawaban terbaik berdasarkan apa yang paling sering muncul di data pelatihannya.
Sebagai contoh, jika kamu bertanya “Apa manfaat olahraga pagi?”, AI akan mencari kata atau kalimat yang paling sering muncul di konteks tersebut, seperti “meningkatkan kesehatan tubuh” atau “menambah energi.” Jawaban ini di dapat bukan karna AI tau, tapi jawaban ini muncul karena AI mengenali pola yang paling umum dan cocok dari data yang pernah dilihatnya.
3. AI Tidak Selalu Belajar Sendiri
Banyak orang yang mengira AI selalu belajar secara otomatis setiap kali digunakan, padahal kenyataannya, sebagian besar AI yang dipakai sehari hari tidak terus menerus belajar dari penggunanya.
Misalnya, ChatGPT tidak menyimpan percakapan pengguna untuk melatih dirinya sendiri, kecuali ada izin khusus. Untuk membuat AI lebih pintas, para pengembang harus mengumpulkan data data baru secara terpisah, setelah itu melatih ulang modelnya dengan proses yang panjang. Jadi, AI tidak belajar seperti manusia yang bisa terus berkembang dari pengalaman sehari harinya.
4. Bisa Cerdas, Tapi Juga Bisa Salah
Meskipun AI terlihat pintar karna bisa menjawab pertanyaan kita dengan cepat, Tetap saja AI bisa salah. Kembali lagi karna cara berpikir AI itu dengan mencocokan pola data dan menebak bukan berpikir seperti manusia. AI bisa saja mengarang jawaban jika tidak tahu jawaban yang paling sesuai. Kita juga sebagai pengguna harus menyadari bahwa jawaban yang diberikan oleh AI itu tetap perlu di cek ulang karna tidak ada jaminan bahwa 100% selalu benar. Pergunakan AI sebagai alat bantu, bukan sebagai sumber kebenaran yang mutlak, intinya jangan terlalu bergantung dengan AI.
Kesimpulan
AI tidak bisa melakukan beberapa hal yang biasa di lakukan oleh manusia seperti berpikir, merasa atau memahami. Sebaliknya, AI bekerja dengan cara mencocokan pola dari data dan menebak jawaban terbaik berdasarkan kemungkinan terbesar. Meski begitu teknologi ini tetap luar biasa karna bisa mempermudah kita dalam banyak hal asal di gunakan dengan bijak, sadar, dan bertanggung jawab.
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.