Bagaimana Agar Kesehatan Mental Anak Terjaga Hingga Dewasa? Bunda Wajib Mendidik Anak Tanpa Emosi

26 Feb 2024 12:30 145 Hits 2 Comments Approved by Plimbi

Bagaimana Agar Kesehatan Mental Anak Terjaga Hingga Dewasa? Bunda Wajib Mendidik Anak Tanpa Emosi

 

Anak-anak pada umumnya masih belum mampu mengontrol emosi mereka dengan bijak, terutama ketika mereka sedang marah-marah atau merasa sedih berlebihan karena kecewa. Bunda sebagai orangtua mereka jangan terbawa kondisi negatif ini ya.

Pada dasarnya masing-masing anak diperbolehkan untuk merasakan emosi apapun yang mereka inginkan. Namun tidak berarti mereka bisa berperilaku sesuka hati atau bahkan sampai merugikan orang lain karena kekurangmampuan mengontrol emosi yang berlebihan.

Penting bagi Bunda sebagai orangtua untuk tetap konsisten mendampingi lalu mengkoreksi perilaku anak-anak sehubungan dengan bagaimana mereka mengontrol emosi ketika marah dan kecewa. Terutama jika mereka melanggar aturan, berperilaku tidak pantas secara sosial atau menyakiti orang lain.

Pada saat bersamaan, beritahu anak-anak bahwa tidak apa-apa sesekali mereka merasa sedih, takut, gembira, marah atau emosi apapun yang sedang mereka alami. Hindari larang anak untuk merasakan emosi mereka masing-masing. Karena ketika anak dilarang untuk merasakan emosi, seperti sedang sedih, mereka akan cenderung akan menghindari pencetusnya. Anak-anak secara langsung akan lama merasakan kesedihan tersebut, tetapi berusaha mengabaikannya. Dalam jangka panjang hal ini kuarng bagus bagi kesehatan yang berhubungan dengan perkembangan mental dan emosionalnya di masa depan.

Seperti diketahui bahwa duka adalah serangkaian proses penyembuhan yang tidak bisa dihindari, pun demikian dengan emosi marah yang sebenarnya tidaklah terlalu buruk. Bagaimana cara anak-anak dalam memilih untuk mengatasi amarah inilah yang akan mengarah kepada pilihan yang baik atau kurang bagus.

Maka dari itu pisahkan antara emosi dan juga perilaku buruk. Bunda harus bisa membedakan antara apa yang dilakukan dan apa yang dirasakan anak-anak. Marah adalah sebuah perasaan dimana dengan memukul adalah mencerminkan penyaluran perilaku yang muncul karena marah.

Kesedihan adalah sebuah perasaan dan adanya teriakan merupakan cermin perilaku yang muncul karena adanya kesedihan. Daripada Bunda mencoba memaksa anak-anak untuk tidak merasakan hal-hal tertentu, ajarkan kepada mereka tentang cara mengatasi emosi yang rasanya kurang nyaman. Contohnya adalah secara proaktif memberikan ajaran dan arahan seperti teknik pengelolaan amarah. Tunjukkan pada anak-anak bahwa dengan merasa marah adalah hal yang normal-normal saja dilakukan, namun melampiaskan amarah secara asal-asalan itu tidak sehat.

Selanjutnya buatlah mereka bisa memahami bahwa mereka tidak akan mampu menghadapi perasaannya atau konsekuensinya. Namun mereka akan menghadapi konsekuensi apabila mengekspresikan emosinya dengan berperilaku buruk. Memahami emosi mereka lalu merespons dengan tepat adalah bagian penting dari adanya perkembangan kognitif anak.

Ketika anak-anak mempunyai pemahaman yang kuat tentang emosi mereka, penelitian yang berhubungan dengan ini akan menunjukkan bahwa mereka sebenarnya akan berprestasi lebih baik di sekolah serta mempunyai interaksi yang sifatnya lebih positif dengan teman-teman dan guru.

Lantas bagaimana Bunda mendidik anak tanpa emosi?

Pada saat Bunda mengajari anak bahwa emosinya baik-baik saja, maka mereka bisa menemukan cara yang tepat secara sosial guna mengatasi emosi tersebut. Kemungkinan besar Bunda akan melihat adanya peningkatan besar dalam hal perilaku mereka. Beberapa langkah ini bisa membantu Bunda dalam mengelola emosi dan mengendalikan perilaku anak-anak yaitu beri label pada emosi anak, ajarkan keterampilan mengatasi masalah dengan bijak dan sehat, tunjukkan pada anak bahwa mereka memiliki kendali, disiplinkan anak-anak atas perilaku yang kurang pantas, dan hindari menerima emosi sebagai alasan.

Mintalah mereka untuk belajar bertanggungjawab atas perilaku mereka, pengecualian yang jarang terjadi misalnya saat ada situasi duka dalam keluarga atau keadaan darurat lainnya. Ketika anak-anak tumbuh besar, mereka akan mendapatkan kendali yang lebih baik atas emosinya. Ini tidak didapat dengan instan, sejak dini anak-anak perlu belajar mengenal emosi lalu berpikir seperti apa respons yang tepat bisa dilakukan oleh mereka.

Tags Keluarga

About The Author

Utamii 66
Expert

Utamii

Suka membaca dan menulis

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel