Membuat Kerugian dari Kerusakan Flora dan Fauna akan Berdampak Buruk Bagi Kehidupan Kita

14 Nov 2022 16:30 601 Hits 0 Comments Approved by Plimbi

Tentu Saja Membuat Kerugian Dari Kerusakan Flora Dan Fauna Bagi Kehidupan Yang Berdampak Buruk

Akan menciptakan kerugian yang banyak sebagai akibat dampak kerusakan flora dan fauna. Seperti diketahui bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang di dalamnya sangat kaya dengan keragaman flora dan fauna. Keanekaragaman hayati di Indonesia bahkan masuk ke dalam keankeragaman terbesar di dunia yang menduduki urutan ketiga setelah Brazil di Amerika yang memang kaya akan berbagai hal di dalamnya dan juga Zaire di Afrika. Jika diperhatikan lebih sepsifik, maka flora dan fauna di Indonesia berjumlah ribuan baik itu flora dan fauna yang memang terdapat di tempat lain atau menjadi ciri khas yang hanya bisa ditemukan di Indonesia. Nah apa saja dampaknya, ikuti penjelasan kami tersebut di bawah ini.

1/ Ekosistem rusak

Di alam semesta yang sangat luas ini dikenal yang namanya hukum rimba yaitu mereka yang lebih kuat akan menjadi pemimpinnya. Dalam dunia fauna ada yang disebut predator atau pemangsa da nada yang disebut mangsa atau hewan yang menjadi santapan para predator. Dikenal juga sekelompok hewan yang mengkonsumsi tumbuhan sehingga flora menjadi bahan makanan utama. Kondisi ini akan terus berputar agar mereka bertahan hidup yang diberi nama siklus kehidupan. Karena adanya siklus ini maka ekosistem terbentuk, namun apa jadinya jika ekosistem rusak ? Ekosistem rusak merupakan dampak pertama yang bisa dilihat dari kerusakan flora dan fauna. Contohnya adalah pada siklus padi dan ular, dimana diketahui bahwa padi dimakan tikus lalu tikus dimakan ular. Bagaimana jika salah satu ekosistem rusak misalnya padi. Maka tikus tidak mempunyai makanan dan menjadi mati dimana berpengaruh terhadap kehidupan ular tidak memiliki makanan berupa tikus dan akan mati juga, atau untuk bertahan hidup ular bisa saja menyerang hewan lain bahkan mnusia. Kondisi besar ini muncul dari hal-hal kecil seperti padi yang rusak atau semakin lama semakin menghilang.

2/ Sumber daya langka

Flora dan fauna adalah dua mahkluk hidup yang diciptakan untuk dapat melengkapi ekosistem yang ada dan mengisi alam semesta, menjalankan siklus kehidupan dan menjadi sumber daya yang bermanfaat bagi manusia. Sehingga banyak manusia yang sengaja membudidayakan flora dan fauna. Namun kondisi ini tidak akan berlangsung lama dimana semakin lama manusia hanya bisa menggunakan tanpa mau tahu apa yang dibutuhkan oleh alam. Hutan contohnya, hutan merupakan flora yang seharusnya dilindungi terutama hutan lindung. Dalam hal ini hutan bisa menjadi sumber daya alam yang sangat bermanfaat bagi manusia misalnya saja tanah di pegunungan. Dalam hal ini flora merupakan bahan yang bisa membantu agregat tanah agar lebih padat sehingga tidak terjadi longsor atau terjadi erosi yang berbahaya. Fauna juga merupakan sumber daya alam yang digunakan dan dimanfaatkan oleh manusia. Sumber daya alam yang dimanfaatkan berasal dari fauna adalah ikan yang berasal dari laut atau ikan yang ditangkap di sungai untuk dikonsumsi.

3/ Tragedi lingkungan

Tragedi lingkungan adalah hal terpenting sering terjadi belakangan ini seperti halnya banjir, erosi atau longsor, hujan angina bahkan kebakaran yang berkepanjangan. Hal ini tidak lepas dari sikap manusia yang serakah dan menggunakan sumber daya alam seenaknya saja serta tidak memperhatikan kelangsungan hutan untuk kondisi di masa depan. Tragedi lingkungan menjadi isu dunia yang tidak terpecahkan hingga saat ini mulai dari pemanasan global hingga mencairnya kutub es membuat banyak aktivis dan tokoh masyarakat merasa kuatir akan keadaan bumi yang semakin tua. Tetapi dampak yang paling dekat dan terasa adalah adanya kerusakan flora dan fauna sebagai mahkluk hidup yang juga tinggal di bumi ini.

Semoga bermanfaat.

Tags News

About The Author

Utamii 57
Expert

Utamii

Suka membaca dan menulis

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel