Hal Terkait Secara Langsung dengan Break Even Point

21 Feb 2022 14:03 741 Hits 2 Comments Approved by Plimbi

Hal Terkait Secara Langsung Dengan Break Even Point

Yang dimaksud dengan break even point atau dikenal dengan istilah BEP adalah urutan atau tingkatan rangkaian kegiatan produksi di dalam suatu perusahaan dimana total pengeluaran sama dengan total pendapatan. Break even point merupakan pencapaian titik dimana suatu perusahaan telah sanggup menghasilkan sejumlah laba yang sama dengan biaya-biaya selama terjadinya proses manufaktur dalam periode akuntansi. Dalam hal ini break even point berfungsi sebagai titik impas dalam sebuah perusahaan karena pengeluaran dan pendapatan memiliki nilai yang sama disertai dengan besaran laba bersih untuk periode yang bersangkutan adalah sebesar nol.

Pengaplikasian Break Even Point Secara Efektif

Secara konstan manajemen perusahaan haruslah memantau kondisi break even point khususnya yang berhubungan dengan kegiatan untuk mengurangi titik ini jika memungkinkan. Bagaimanakah cara untuk melakukan hal ini, perlu memperhatikan beberapa faktor seperti tersebut di bawah ini :

1/ Memperhatikan penetapan harga

Langkah yang dilakukan adalah dengan mengurangi atau menghilangkan pemakaian kupun pengurangan harga suatu barang karena hal ini justru menyebabkan meningkatnya break even point di dalam suatu perusahaan. Ini penting untuk diperhatikan terutama dalam hal meningkatkan harga secara bertahap selama hal ini dapat diterima oleh para pelanggan.

2/ Memperhatikan outsourcing

Apabila di dalam suatu kegiatan cenderung melibatkan biaya-biaya tetap maka pertimbangkan untuk mengalihkannya dengan mengaplikasikan sistem outsourcing agar bisa mengubahnya menjadi biaya variabel per unit barang yang diproduksi.

3/ Memperhatikan analisis margin

Perhatikanlah dengan lebih terfokus area margin produk lalu dorong kegiatan penjualan produk dengan margin tertinggi dimana hal ini diharapkan dapat membantu mengurangi break even point.

4/ Memperhatikan analisis biaya

Lakukan peninjauan semua biaya tetap secara berkesinambungan untuk melihat apakah ada yang dapat diimprovisasi. Tinjau juga biaya-biaya variabel guna bisa melihat apakah ada biaya yang dapat dikurangi atau dihilangkan karena hal ini akan dapat meningkatkan marjin dan mengurangi break even point.

Break Even Point Dan Fungsinya

Pengaplikasian konsep break even point dapat diterapkan dalam semua aspek bisnis dan industri apapun baik yang berskala besar ataupun yang berukuran kecil. Ini erat hubungannya dengan fungsi dari break even point itu sendiri adalah sebagai berikut :

  1. Untuk dapat menentukan tentang jumlah kerugian yang diharapkan bisa diperkecil apabila bisnis sedang mengalami penurunan penjualan.
  2. Untuk bisa menentukan dampak yang terjadi pada laba jika secara otomatisasi (untuk biaya tetap) menggantikan tenaga kerja (untuk biaya variabel).
  3. Untuk dapat menentukan terjadinya perubahan laba apabila harga produk terhadap suatu barang diubah.
  4. Untuk menentukan berapa besar jumlah kapasitas yang tersisa setelah BEP mencapai titik tertentu dimana hal ini akan memudahkan memberikan gambaran kepada anda tentang berapa besar jumlah maksimum dari laba yang bisa dihasilkan.

Bagaimana Cara Menghitung BEP ?

Dibutuhkan beberapa komponen supaya bisa menghitung berapa besar break even point atau titik impas yang mampu dicapai. Dalam BEP terdapat 3 komponen besar antara lain biaya tetap (fixed cost), biaya variabel (variable cost) dan harga jual (selling price). Berikut di bawah ini kami berikan beberapa penjelasan untuk memudahkan memahami.

Fixed cost / biaya tetap ini merupakan komponen yaitu terdiri dari biaya tetap atau konstan. Biaya ini tidak memberikan pengaruh besar terhadap kegiatan produksi yang dilakukan secara langsung. Variable cost / biaya variabel merupakan komponen kedua dimana biaya yang berhubungan di dalamnya memiliki sifat dinamis. Variabel cost disebut sebagai biaya per unit yang kondisinya tergantung pada tingkat volume produksi. Jika produksi meningkat maka variable cost juga akan ikut meningkat. Contohnya adalah biaya bahan baku, biaya upah tenaga kerja, biaya listrik dan lain sebagainya. Yang terakhir adalah selling price merupakan harga jual per unit dari barang yang diproduksi oleh suatu perusahaan atau jasa yang sudah diproduksi dan siap untuk dijual. 

Setelah anda mampu memahami dan mengerti dari ketiga komponen tersebut maka langkah selanjutnya anda dapat menghitung besaran break even point dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

1/ Menghitung BEP per unit produk. BEP = fixed cost / (price – variable cost)

2/ Menghitung BEP untuk nilai penjualan. BEP = fixed cost / (1 – (variable cost/price))

Misalnya :

Anda dan teman-teman baru saja selesai mendirikan sebuah usaha pembuatan topi. Dimana setiap bulannya produksi anda mencapai 50 topi. Untuk harga jual per buah topi adalah sebesar Rp. 40.000. Biaya-biaya variabel per topi rata-rata Rp. 20.000 dan rata-rata biaya tetap tahunan mencapai Rp. 2.000.000. Pertanyaannya adalah berapa jumlah topi yang harus diproduksi dan harga per topi yang ditetapkan untuk mencapai titik impas BEP ?

Jawaban masalah :

Langkah awal adalah dengan menghitung terlebih dahulu jumlah yang wajib diproduksi oleh perusahaan agar bisa mencapai titik impas dari break even point.

BEP unit produk = 2.000.000 / (40.000 – 20.000) = 100 buah topi.

BEP nilai penjualan = 2.000.000 / (1 – (20.000/40.000) = Rp. 4.000.000.

Dalam hal ini anda diharapkan harus mampu mengumpulkan keuntungan (omset) sebesar Rp. 4 juta guna mencapai BEP. Untuk memberikan bukti apakah hitungan tersebut benar adalah dengan cara mengalikan unit BEP dengan harga jual per unitnya.

BEP = 100 x Rp. 40.000 = Rp. 4 juta.

Dengan menentukan break even point maka anda sudah melakukan hal terpenting untuk kelancaran jalannya sebuah usaha yang sedang dibangun tetapi masih banyak perusahaan yang kurang menyadarinya dan hal ini termasuk ke dalam pengendalian manajemen risiko. Untuk dapat menentukan BEP dengan tepat maka anda membutuhkan aplikasi pencatatan terhadap masing-masing transaksi yang telah terjadi. Aplikasi bersangkutan mudah dioperasikan dan juga aman untuk setiap data yang anda simpan. Anda bisa mempercayakan software accurate online yang berfungsi melakukan pencatatan transaksi dan pengolahan akuntansi usaha anda.

Semoga bermanfaat.

Tags Windows

About The Author

Utamii 66
Expert

Utamii

Suka membaca dan menulis

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel