Anak Tumbuh Menjadi Picky Eater Karena 3 Kesalahan Bunda Berikut Ini

20 Jan 2022 11:45 401 Hits 1 Comments Approved by Plimbi

Anak Tumbuh Menjadi Picky Eater Karena 3 Kesalahan Bunda Berikut Ini

Umumnya para orangtua terutama bunda pastilah menginginkan anak-anak tumbuh menjadi pemakan yang baik dalam artian mau mengonsumsi semua makanan dan minuman sehat. Namun, bunda barangkali sudah mengalami sendiri bagaimana susahnya memperkenalkan makanan baru khususnya kepada balita bunda. Menerima makanan baru adalah hal yang tidak mudah dilakukan untuk anak-anak. Mereka perlu diperkenalkan berulang-ulang lalu dibiasakan hingga benar-benar mau menerimanya.

Menurut pendapat yang diberikan oleh seorang ahli gizi anak dari The Centre for Family Nutrition, Calgary di Kanada, Sarah Remmer, R.D menjelaskan bahwa sering kali para orangtua sendirilah yang membentuk anak-anaknya tumbuh dan berkembang menjadi picky eater. Dimana tanpa disadari, orangtua melakukan kesalahan yang membuat anak-anak menjadi terlalu pemilih. Bagaimana hal ini bisa terjadi ? Sarah menjelaskan lagi bahwa para orangtua terutama bunda sering membuat asumsi tentang perilaku makan anak-anak mereka dimana tanpa sengaja membatasi kemajuan mereka dalam menerima makanan baru. Padahal hal ini akan sangat berdampak pada perilaku makan anak-anak selanjutnya. Tak sedikit yang pada akhirnya orangtua malah memberikan makanan kemasan seperti mi instan agar anak mau makan. Jika kondisi ini semakin parah, bunda jangan merasa khawatir berlebihan, apakah anak susah makan boleh diberi makanan kemasan ? Jangan putus asa dulu jika anak-anak dalam kondisi picky eater. Sarah menyebutkan 3 kesalahan orangtua yang menyebabkan anak-anak mempersempit selera makan mereka sehingga tumbuh menjadi seorang picky eater.

1/ Tidak memberikan contoh

Sarah Remmer, R.D menyebutkan bahwa para orangtua dalam hal ini memainkan peran yang cukup kuat dalam pola makan dan preferensi anak-anak mereka sejak usia dini. Ia menjelaskan bahwa orangtua memainkan peran terpenting dalam membentuk preferensi makanan anak-anak mereka dalam 5 tahun pertama kehidupan mereka. Tentu saja ada banyak orangtua yang ingin anak-anaknya melahap semua makanan sehat seperti sayur dan buah namun tidak memberikan contoh yang baik. Mereka mengira bahwa anak-anak tidak memperhatikan perilaku dan budaya makan orangtuanya. Dimana akhirnya mereka dengan cuek makan makanan instan serta snack di depan anak-anaknya. Padahal apa saja yang dilakukan oleh orangtua akan menjadi contoh bagi anak-anaknya. Maka disarankan bunda juga makan makanan yang bunda tawarkan kepada anak-anak. Nikmati dengan sewajarnya, tidak dibuat-buat atau dilakukan secara berlebihan. Sehingga anak-anak tidak merasa semakin dipaksa makan dan setuju-setuju saja makan makanan asal berasa enak sementara anak-anak justru tidak suka lalu malah makin tutup mulut.

2/ Zona nyaman bikin over protektif

Sering kali para orangtua seperti terjebak dalam zona nyaman karena melihat kondisi anak-anaknya mampu memakan dengan baik apa yang sudah bunda sajikan selama ini. Akhirnya sebagai orangtua, bunda terlalu membatasi makanan anak karena berpikir makanan tersebut tidak sehat bagi anak-anak, misalnya karena makanan terlalu manis, asin atau ukurannya yang kekecilan atau kebesarn. Dengan asumsi ini, bunda sering lali untuk menjelaskan kepada anak-anak terhadap banyaknya makanan yang seharusnya mereka konsumsi dengan sehat.

3/ Tidak menawarkan lagi setelah ditolak

Apakah pernah bunda mengalami kondisi seperti ini, “Kamu pasti nggak mau, deh. Soalnya kamu kemarin menolak pas dikasih ini.” Nah belum-belum bunda sudah mengatakan ini kepada anak-anak. Ini sebenarnya adalah asumsi bunda semata dimana tanpa bunda sadari bunda sering menghindari menyajikan makanan baru karena takut ditolak. Alasan lainnya adalah karena bunda berusaha meminimalkan pertempuran bathin ketika anak-anak sedang makan dan menghindari buang-buang makanan. Bahkan bila sedang dalam keadaan dimana apa yang pernah ditolaknya menjadi bagian dari makanan lain misalnya tomat di atas pasta, bunda pun dengan cepat membuangnya agar anak tetap mau makan. Padahal anak-anak membutuhkan diperkenalkan pada makanan baru sebanyak 15 kali guna memutuskan apakah mereka benar-benar menyukainya atau tidak. Jangan berhenti menyajikan makanan tertentu karena penolakan sebelumnya. Teruslah bersemangat memperkenalkan makanan yang baru yang membuat anak-anak lebih bersemangat makan.

Semoga bermanfaat.

Sumber tulisan :

https://www.parenting.co.id/balita/3-kesalahan-orang-tua-yang-membuat-anak-jadi-picky-eater/

Tags Keluarga

About The Author

Utamii 44
Ordinary

Utamii

Suka membaca dan menulis

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel