Papua Dihuni oleh 7 Hewan Endemik ini

1 Dec 2021 19:55 346 Hits 7 Comments Approved by Plimbi

Papua di Indonesia dihuni oleh 7 hewan endemik ini.

Membicarakan tentang hewan-hewan endemik yang hidup di Papua, secara garis besar hewan-hewan ini antara satu dengan yang lainnya mempunyai banyak kesamaan dengan hewan-hewan yang berada di Australia dan New Zealand. Dimana diketahui bahwa Papua merupakan salah satu pulau terbesar yang terletak di negara Indonesai. Di dalam pulau inilah hidup beragam jenis hewan sebagai hewan berjenis endemik yaitu hewan yang hanya mampu hidup pada suatua daerah geografis tertentu saja dan tidak bisa ditemukan di wilayah lainnya. 

Hewan endemik apa sajakah yang hidup di Papua seperti ulasan singkat tersebut di atas ? Simak daftarnya tersebut di bawah ini.

1/ Hiu karpet berbintik

Wilayah Papua yang sangat luas di dalamnya terletak gugusan kepulauan seribu bernama Raja Ampat yang sangat terkenal di dunia karena menyimpan keindahan bawah laut yang sangat mempesona dihuni oleh hewan-hewan yang hanya dapat ditemukan di perairan kepulauan ini seperti salah satunya bernama hiu karpet berbintik. Berbeda dengan ikan hiu yang lainnya, hiu karpet berbintik mempunyai panjang tubuh mampu mencapai rata-rata ukuran 46 cm yang memiliki sifat malu-malu kucing alias kurang agresif. Hiu ini termasuk ke dalam jenis hewan nokturnal atau aktif pada waktu malam hari yang suka membuat sarang di sekitar bebatuan karang. Hiu ini juga memiliki keunikan yang lainnya yaitu dapat berjalan dengan sangat mudah di atas terumbu karang dengan memakai siripnya. Juga mampu bertahan di lingkungan dengan kadar oksigen yang cukup rendah. Dimana menurut penjelasan dari para ilmuwan, ditemukan sekitar 9 spesies hiu karpet berbintik yang hidup di sekitar peraian Papua namun sekitar 3 spesies masuk ke dalam daftar hewan langka di dunia.

2/ Burung kasuari gelambir tunggal

Ini adalah salah satu jenis burung yang memiliki ukuran tubuh terbesar di dunia namun kurang mampu terbang tinggi dan hanya membuat sarangnya di bagian utara Papua. Persebarannya dimulai dari daerah rawa pesisir dan hutan hujan dataran rendah yaitu tepatnya pada ketinggian sekitar 490 m. Menyimpan bulu berwarna hitam mengkilap berlapis lilin yang cukup keras dan kaku, kulit tubuh dibalut bulu berwarna biru dan sebuah paruh mirip dengan bentuk jengger di bagian kepala burung pada umumnya. Di bagian leher terdapat gelambir dengan warna merah kekuningan yang cerah. Antara kasuari jantan dengan kasuari betina sekilas pandang seperti tidak memiliki perbedaan fisik, untuk membedakannya anda harus memperhatikan lebih terfokus pada berat tubuh kasuari jantan lebih ringan yaitu rata-rata 30 sampai dengan 37 kg jika dibandingkan dengan kasuari betina yakni rata-rata 58 kg. Pada kehidupan biasa burung ini lebih suka hidup menyendiri dan baru akan menemukan pasangan hidup ketika waktu musim kawin tiba. Uniknya, burung jantan mendapat tugas untuk mengerami dan membesarkan anak-anaknya. 

3/ Kura-kura reimani

Kura-kura reimani adalah salah satu jenis kura-kura yang memiliki bentuk unik dibandingkan dengan kura-kura biasa yang hidup di daerah lain. Kura-kura ini sangat mudah dikenali dari bentuk lehernya yang sangat panjang sehingga tidak mengherankan apabila kura-kura ini lebih populer dengan sebutan kura-kura kepala ular. Meskipun dinamakan binatang kura-kura, kura-kura reimani tidak bisa menarik lehernya masuk ke dalam tempurung untuk disembunyikan dari bahaya yang sedang mengancam seperti kura-kura pada umumnya. Ini adalah kura-kura yang termasuk ke dalam jenis kura-kura air tawar dengan makanan utamanya adalah ikan, serangga dan juga tanaman. Ciri fisik yang menonjol dari binatang ini adalah memiliki kulit yang kasar, berwarna keabu-abuan dan pada bagian atasnya berwarna coklat tanah dan di bagian bawah tubuh berwarna kuning cerah. Dilengkapi dengan karapaks atau tempurung yang sangat keras dan agak datar dibandingkan dengan kura-kura biasa.

4/ Burung cendrawasih merah

Burung cendrawasih merah sangat terkenal di Papua bahkan seluruh dunia sudah tidak asing lagi dengan burung yang satu ini. Di Papua burung ini populer dengan sebutan burung surge karena mempunyai bulu-bulu yang berwarna merah cantik dengan corak hijau, kuning dan hitam mulus pada bagian kepala. Nama latin dari burung ini adalah paradisaea rubra yang termasuk ke dalam kelompok burung berukuran sedang-sedang saja dengan panjang tubuh sekitar 33 cm. Banyak ditemukan pada dataran paling tinggi wilayah Papua dengan kondisi hutan yang sangat lebat dimana rata-rata hutan di sini adalah termasuk hutan lindung.

Burung cendrawasih merah hidup secara berkelompok terlihat ketika mereka sedang mencari makanan atau pada waktu bersantai, mereka suka bermain antara satu dengan yang lainnya. Burung ini memiliki sifat unik yaitu apabila salah satu diantara mereka terpisah secara tak sengaja dari kelompoknya maka burung tersebut secara terpaksa akan mengeluarkan suara aneh sebagai tanda untuk memanggil teman-temannya.

Yang paling diburu oleh kolektor burung-burung cantik dari burung ini adalah pada burung jantan mempunyai ekor yang sangat indah berguna untuk menarik perhatian burung betina ketika musim kawin tiba. Burung jantan akan memamerkan keindahan bulu-bulunya dan mulai melakukan tari-tarian sambil mengeluarkan suara seperti sedang bernyanyi dengan suara tinggi panjang melengking saat mereka berada di atas pohon.

5/ Burung mambruk Victoria

Burung yang memiliki nama lain yaitu goura Victoria ini termasuk sebagai salah satu jenis burung dara bermahkota dan memiliki ukuran tubuh paling besar di antara semua jenis burung merpati. Mambruk Victoria mempunyai panjang tubuh sekitar 74 cm dengan ciri khas terletak pada bulunya yang berwarna biru keabu-abuan. Dilengkapi dengan jambul cantik menyerupai kipas dengan bagian ujung berwarna putih bersih di atas kepala burung ini. Di bagian dada terdapat bulu berwarna merah keunguan dengan siluet garis tebal berwarna abu-abu terletak di bagian sayap dan ujung ekornya. Di Papua, burung ini sangat mudah ditemukan di daerah dataran rendah, hutan-hutan rawa hingga hutan sagu. Mereka sangat suka membuat sarangnya di dahan-dahan pohon yang tidak terlalu tinggi namun rindang terbuat dari ranting-ranting pohon kecil dan dedaunan dengan bentuk unik dan inilah yang membuat banyak orang suka melihatnya.

6/ Kangguru pohon mantel emas

Sama halnya dengan Australia, di papua juga mempunyai hewan mamalia berkantung yakni kangguru pohon mantel emas / dendrolagus pulcherrimus dimana hewan yang satu ini sangat mudah untuk dikenali dari ciri khasnya yaitu mempunyai rambut halus berwarna cokelat muda menyelimuti sekujur tubuhnya. Berekor panjang dengan dilengkapi oleh motif-motif lingkaran menyerupai cincin dengan warna cerah. Di bagian leher, pipi dan kakinya dihiasi oleh bulu-bulu berwarna kuning keemasan dan inilah yang menjadi penyebab orang Papua menyebut hewan yang satu ini dengan nama kangguru pohon mantel emas.

Keberadaan kangguru pohon mantel emas pertama kali untuk publik sekitar tahun 1990 dilakukan oleh Pavel German di Gunung Sapau wilayah Pengunungan Torricelli. Penjelasan lainnya membantah bahwa hewan ini muncul dan ditemukan pertama kalinya pada pertengahan tahun 1980 oleh Prof. Tim Frannery adalah seorang ahli mamalia dari Australia.

Semoga bermanfaat.

Sumber tulisan :

https://www.faunadanflora.com/hewan-endemik-khas-yang-ada-di-papua/

About The Author

Utamii 38
Ordinary

Utamii

Suka membaca dan menulis

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel