Peringatan Malam 1 Suro dengan Mengenalkan 7 Unsur Elemen yang Wajib Aada Dalam Tradisi Bubur Suro di Tanah Jawa

12 Nov 2021 18:10 1102 Hits 1 Comments Approved by Plimbi
Peringatan malam 1 suro 

Apabila membicarakan tentang peringatan malam 1 suro, maka ini erat hubungannya dengan sebuah peringatan 1 Muharram dalam tarikh Islam yang disebut sebagai 1 Asyura. Peringatan tersebut akan dirayakan oleh warga masyarakat tanah Jawa dengan cara yang telah membudaya dari berabad-abad lalu yang di dalamnya mengandung makna filosofi yang sangat kuat, kental dan kaya. Dimana seperti diketahui bahwa selama ini peringatan malam 1 suro sering disalahpahamkan dengan mengaitkannya terhadap hal-hal berbau mistis. Karena ada banyak orang yang belum benar-benar paham lalu mengira ketika membuat bubur suro maka hal ini akan berhubungan dengan sesajen dan ritual yang berhubungan dengan para mahkluk halus. Padahal ini sama sekali tidak benar.

Seperti apakah perayaan tahun baru tersebut ? Malam 1 suro merupakan salah satu bentuk perayaan yang di dalamnya memiliki makna resolusi baru guna menyongsong hadirnya tahun depan yang lebih baik bagi kehidupan. Namun bentuk perayaannya sangat kental berhubungan dengan sebuah tradisi yang sudah mendarah daging dilakukan dari generasi ke generasi.

Bubur suro menjadi salah satu bentuk ubo rampe atau unsur terpenting dalam perayaan tradisi malam 1 suro yang dilakukan oleh masyarakat Jawa sejak dari berabad-abad lamanya. Bubur suro yang dimaksukdan di sini adalah terbuat dari santan kental, beras pulen, garam, jahe, dan sereh. Jika dicicipi, rasa bubur suro ini identik dengan cita rasa gurih yang diselingi rasa sedikit asin dan sangat pedas namun tetap nikmat untuk disantap bersama-sama.

Secara umum terdapat beberapa unsur yang wajib hadir dalam tradisi bubur suro ini, diantaranya adalah seperti yang kami jelaskan tersebut di bawah ini :

1/ Wajib ada tujuh jensi kacang-kacangan

Ubo rampe atau unsur pertama di dalam bubur suro yang dipakai untuk peringatan malam 1 suro adalah wajib menyediakan 7 jenis kacang-kacangan. Jenis kacang yang dimaksudkan antara lain kcang tanah, kacang hijau, kacang mede, kacang bogor, kacang tholo, kedelai dan kacang merah. Dalam sebuah sajian bubur suro, keberadaan 7 jenis kacang ini menjadi suatu keharusan yang tidak boleh terlewatkan dalam setiap sajiannya.

2/ Dilengkapi dengan sirih dan pendampingnya

Dalam tradisi bubur suro wajib menghadirkan sirih lengkap dengan pendampinya. Maknanya adalah bahwa daun sirih menggambarkan penghormatan kepada para keluarga dan juga terhadap para leluhur yang telah mendahului di generasi sebelumnya. Sirih dan pelengkapnya ditata dengan apik di dalam sebuah tembaga.

3/ Menghadirkan kembar mayang

Kembar mayang wajib ada ketiga dalam ubo rampe bubur suro yang terdiri atas bunga mawar merah, bunga mawar putih, rangkaian bunga melati dan juga daun pandan. Kesemuanya harus berjumlah 7 buah untuk masing-masing.

4/ Tersedia sekeranjang buah yang terdiri atas 7 buah

Ubo rampe lainnya yaitu yang keempat dihadirkan dalam bubur suro untuk malam 1 suro adalah sekeranjang buah-buahan segar yang diisi oleh 7 macam buah-buahan khas Nusantara dimana masing-masing buah yang dipilih harus berisikan 7 biji.

5/ Menghadirkan biji-bijian

Biji-bijian yang dimaksudkan di sini haruslah dalam kondisi menyegarkan sehingga digunakanlah biji-bijian dari buah delima.

6/ Menyuguhkan sajian berupa opor ayam pedas

Untuk masakan opor ayam merupakan sajian lauk-pauk yang menjadi menu wajib sebagai pendamping bubur suro. Dimana sudah sejak jaman dahulu sajian ini diwajibkan ada dengan menggunakan bahan utama memasak adalah daging ayam kampung dewasa dan dilengkapi dengan sayuran yang digodok hingga benar-benar empuk. Cita rasa opor ayam yang tersaji sangat enak, gurih dan pedas.

7/ Menyediakan labu siam

Di samping wajib menyediakan opor ayam, pendamping lainnya dalam bubur suro ini adalah sayur labu siam. Labu siam yang disuguhkan adalah untuk pendamping dari opor ayam yang dimasak dengan cara ditumis. Menghasilkan cita rasa yang enak dan pedas khas masakan Jawa.

Beberapa ubo rampe sebagai pelengkap untuk bubur suro wajib disediakan dalam jumlah ganjil yaitu tujuh karena angka tujuh dianggap mempunyai simbol jumlah hari dalam satu minggu adalah tujuh hari. Dimana jika setiap hari anda harus memiliki tekad dan niat yang baik dalam bertindak tentulah akan menemukan kesejahteraan dan kebahagiaan.

Nah terlepas dari hal-hal yang berhubungan dengan tradisi dan budaya, bubur suro selalu hadir dalam perayaan malam 1 suro telah menjelma sebagai salah satu bentuk warisan kuliner nenek moyang yang mendarah daging dari generasi ke generasi. Dimana warisan kuliner ini harus selalu anda lestarikan agar generasi di masa depan bisa memiliki kesempatan untuk mengetahui, memaknai dan melakukan tradisi ini yang sebenarnya mengandung nilai-nilai filosofi yang baik bagi kehidupan sehari-hari.

Demikian kami menjelaskan dengan singkat tentang artikel dengan judul " Peringatan Malam 1 Suro Dengan Mengenalkan 7 Unsur Elemen Yang Wajib Ada Dalam Tradisi Bubur Suro Di Tanah Jawa " yang kami rangkum dari beberapa sumber berita. Semoga bermanfaat.

Tags PC Windows

About The Author

Utamii 66
Expert

Utamii

Suka membaca dan menulis

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel