Tren Kencan Online di Masa Depan

17 Jun 2021 19:30 549 Hits 0 Comments Approved by Plimbi

Tren Kencan Online Di Masa Depan

 

Hari gini anda masih jomblo ? Jaman sudah serba maju namun anda masih belum bertemu kobaran api cinta ? Nah melalui artikel ini kami buat beberapa tips khusus untuk anda yang hingga saat ini masih jomblo alias belum punya pacar.

Dikenal ada beberapa aplikasi kencan online Indonesia dewasa yang para pesertanya adalah mereka yang merasa sukup umur maka boleh mendownload salah satu aplikasi tersebut. Diharapkan usai mengikuti aturan yang sudah dipersiapkan maka anda yang jomblo bisa segera mendapatkan pacar. Aplikasi ini menyediakan dua bahasa yaitu dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Anda bisa berkencan dengan orang-orang sebangsa dan senegara maupun orang-orang dari lintas negara.

Apalikasi kencan online semakin menjamur di masa pandemi ini yang bisa mengubah cara anda untuk bertemu seseorang, salah satunya adalah perihal berkencan. Contohnya adalah aplikasi kencan online Tinder yang mengaku bahwa antara tahun 2020 hingga tahun 2021 ini menjadi tahun-tahun tersibuk karena semakin banyaknya orang yang ingin terhubung melalui aplikasi ini.
 
Ada rasa kehilangan, kerinduan dan kesepian sebagai akibat pandemi berdampak serius pada kehidupan kaula muda saat ini yang mendorong beberapa pakar untuk mencari cara baru agar mereka bisa kembali terhubung dengan lebih banyak orang, berkumpul dengan gaya ‘new normal’ dan menjadi lebih terbuka di Tinder.

Data-data dari Tinder menjelaskan bahwa diketahui sekitar 19% per hari pesan-pesan terkirim ke pasangan masing-masing pada bulan Februari 2021 dibandingkan dengan yang terjadi di tahun 2020 pada bulan yang sama. Selain itu, percakapan berlangsung sebanyak 32% lebih lama selama pandemi, 11% lebih banyak swipe dan 42% lebih banyak match antara para pengguna Tinder.

Lantas bagaimana tren kencan online di masa depan ? Ini dia beberapa temuan Tinder dari para penggunanya.

1/ Orang-orang lebih jujur dan otentik dalam berkencan

Para pengguna Tinder menjadi lebih jujur dan terbuka tentang siapa mereka seperti hal-hal yang menyangkut penampilan mereka dan apa yang sedang mereka rasakan. Pada umumnya ekspresi ini mereka katakana melalui bio pengguna Tinder dengan tulisan yang menyertai seperti anxiety, moody, dan lain sebagainya.

2/ Lebih mudah untuk menyampaikan ekspektasi

Para pemakai Tinder tidak perlu merasa khawatir lagi untuk menyampaikan ekspektasi mereka misalnya bio yang memakai kata-kata pakai masker atau consent. Praktik seperti ini akan melakukan percakapan yang terjadi diantara 2 orang yang matched agar menjadi lebih nyaman di masa mendatang.

3/ Lebih banyak orang ingin melakukan ‘kita jalanin aja dulu’

Survei yang dilakukan oleh para pengguna Tinder baru-baru ini menemukan bahwa pengguna yang mencari pasangan kencan dengan status ‘tidak mencari jenis hubungan tertentu’ mengalami kenaikan hampir 50% sehingga alih-alih pandemi mendorong keinginan mereka untuk menikah, generasi berikutnya justru akan cenderung berpikir ‘jalanin dulu aja’ guna menemukan hubungan yang lebih terbuka.

4/ Kencan digital = new normal

Kondisi yang berangsur-angsur membaik terutama dengan adanya vaksinasi tal lantas melunturkan kencan virtual. Menurut penelitian yang dilakukan oleh pihak Tinder baru-baru ini menjelaskan bahwa mereka yang telah mencoba kencan digital akan merasa lebih santai saat berusaha kenalan lebih dekat dengan pasangan kencannya dan 40% pengguna Gen Z di Tinder mengakui bahwa mereka akan terus melakukan kencan digital bahkan saat tempat kencan favorit mereka telah dibuka kembali.

5/ Kencan pertama yang lebih seru dan kasual

Kecenderungan untuk melakukan kencan pertama di bar-bar atau restoran berangsur-angsur menghilang. Sekarang ini ada banyak pasangan lebih suka memilih melakukan aktivitas yang sifatnya lebih kreatif, personal dan kasual dibandingkan sebelumnya. Misalnya Tinder menilai adanya peningkatan 3 kali lipat dalam penyebutan ‘sepatu roda’ di bio pengguna dan permintaan untuk aktivitas kencan seperti snowball fights atau fort building yang bermunculan di bio.

6/ Memberikan sentuhan kecil yang bermakna

Setelah berbulan-bulan tanpa kontak fisik, orang-orang menjadi sangat menghargai bentuk kasih sayang secara fisik sekecil apapun. Para pengguna Tinder pun memakai biografi mereka untuk menemukan dan mencari kasih sayang seperti berpelukan, berpegangan tangan, atau sentuhan seseorang di rambut mereka. Hal ini tampak dari penggunaan kata ‘berpelukan’ menjadi meningkat 23% dan ‘berpegangan tangan’ naik sebesar 22%.

7/ Berkencan dengan orang yang dekat

Meskipun teknologi memudahkan melakukan komunikasi tanpa melihat jarak, namun para pengguna Tinder masih mempunyai kecenderungan untuk memilih orang-orang yang berada di dekat mereka. Ini bisa dibuktikan dari fitur Geolokasi Tinder yang masih sangat relevan diaplikasikan pada masa pandemi. Sebutan ‘pindah’ atau ‘moving’ di bio menjadi naik sebesar 28% pada tahun 2020. Jadi meskipun teknologi terus memungkinkan orang-orang untuk tinggal atau bekerja dimana saja, pengguna Tinder masih tetap mencari seseorang yang tinggal dekat dengan mereka.

Demikian kami menjelaskan dengan singkat tentang artikel dengan judul ‘Tren Kencan Online Di Masa Depan’ yang kami rangkum dari beberapa sumber berita. Semoga bermanfaat bagi para pembaca yang tertarik.

 

Tags Internet

About The Author

utamii 28
Novice

utamii

Suka membaca dan menulis

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel