Bisa Ganggu Aktivitas, Ini 5 Penyebab Gangguan Kecemasan Sosial

7 Jun 2021 14:35 825 Hits 0 Comments Approved by Plimbi

Bisa ganggu aktivitas anda, ini 5 penyebab munculnya gangguan kecemasan sosial.

Gangguan kecemasan sosial atau populer dengan sebutan fobia sosial adalah salah satu jenis gangguan kecemasan yang bisa menyebabkan munculnya ketakutan ekstrem saat seseorang berada di lingkungan sosial. Akibatnya adalah orang-orang dengan gangguan seperti ini akan mengalami kesulitan untuk berbicara dengan orang lain, bertemu dengan orang baru, dan menghadiri pertemuan-pertemuan sosial. Meskipun mereka mengerti bahwa kekhawatiran dan ketakutan yang dirasakan tidak rasional, tetapi mereka tidak berdaya untuk mengatasinya.  

Perlu diketahui bahwa kecemasan sosial tidak sama dengan rasa malu. Rasa malu pada umumnya akan berlangsung dalam jangka waktu pendek dan tidak mengganggu kehidupan. Sedangkan kecemasan sosial bisa terjadi secara terus-menerus dan bisa mempengaruhi kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari khususnya dalam mengembangkan hubungan dekat dengan orang lain.

Apabila anda didiagnonis dengan gangguan kecemasan sosial maka mungkin anda akan bertanya-tanya apa yang menyebabkan anda mengembangkan gangguan tersebut. Biasanya gangguan kecemasan sosial terjadi karena kombinasi dari hal-hal sebagai berikut ini :

1/ Faktor genetika

Seseorang yang didiagnosis dengan kecemasan sosial mungkin juga mempunyai gen spesifik yang menyebabkan orang-orang tersebut lebih rentan mengembangkan gangguan tersebut. Apabila anda mempunyai kerabat dengan tingkat kecemasan sosial yang cukup tinggi maka anda mungkin juga dua hingga enam kali lebih mungkin untuk mengembangkan gangguan tersebut, inilah penjelasan yang dikeluarkan oleh American Psychiatric Association / APA dimana komponen genetik dari gangguan kecemasan sosial juga dikenal dengan istilah heritabilitas terhadap gangguan tersebut. Heritabilitas merupakan proporsi variasi dalam fenotipe seperti sifat, ciri atau ciri fisik yang diprediksi disebabkan oleh variasi genetik antar individu.

2/ Faktor lingkungan

Faktor lingkungan yang mempengaruhi individu ketika mereka tumbuh dewasa juga dapat menjadi penyebab adanya gangguan kecemasan sosial. Menurut penelitian kesehatan, apabila seseorang mempunyai orang tua dengan gangguan kecemasan sosial maka kemungkinan besar orang tersebut juga akan mengembangkan gangguan tersebut. Cara seseorang diasuh juga berpengaruh dalam kemungkinan mengembangkan rasa kecemasan sosial. Seorang anak lebih mungkin akan mengembangkan gangguan tersebut jika tidak dihadapkan pada situasi sosial yang cukup dan tidak mempunyai kesempatan untuk mengembangkan keterampilan sosial yang sesuai. Juga faktor memiliki orang tua yang terlalu mengontrol dan protektif.

3/ Faktor struktur otak

Beberapa peneliti medis menerapkan teknik yang dikenal dengan istilah neuroimaging guna membuat gambar otak manusia. Teknik ini bisa dipakai untuk melihat struktur otak serta fungsi pada wilayah tertentu di otak. Terhadap gangguan mental, peneliti mungkin melihat perbedaan aliran darah di area tertentu di otak untuk individu dengan gangguan tertentu. Dimana studi tentang aliran darah di otak yang diterbitkan di American Journal of Psychiatry menemukan perbedaan di daerah otak pada individu dengan fobia sosial saat berbicara di depan umum.

Di dalam studi tersebut, para peneliti memakai jenis neoroimaging positron emission tomography (PET) dimana gambar PET menunjukkan bahwa individu dengan gangguan kecemasan sosial mengalami peningkatan aliran darah di area amigdala mereka, merupakan bagian dari sistem limbic yang berhubungan dengan rasa takut. Sebaliknya gambar PET individu yang tidak mempunyai gangguan kecemasan sosial menunjukkan adanya peningkatan aliran darah ke korteks serebral, area yang berhubungan dengan pemikiran dan evaluasi.

4/ Faktor neurotransmitter

Terhadap individu dengan gangguan kecemasan sosial, kemungkinan terdapat ketidakseimbangan bahan-bahan kimia tertentu di otak, yang dikenal dengan istilah neurotransmiter. Neurotransmiter ini akan digunakan oleh otak untuk mengirim sinyal dari antar sel. Menurut penelitian yang dijelaskan oleh Psychiatric Clinics of North America, individu-individu dengan masalah kecemasan sosial telah terbukti mempunyai beberapa ketidakseimbangan neurotransmiter yang sama seperti orang-orang dengan agoraphobia dan gangguan panik. Memahami hubungan bahan kimia otak ini dengan gangguan kecemasan sosial penting untuk menentukan pengobatan terbagus.

5/ Faktor adanya hambatan perilaku di masa kecil

Mungkin anda pernah melihat anak kecil yang menjadi sangat kesal ketika dihadapkan pada situasi baru atau terhadap orang-orang yang tidak dikenal ? Saat sedang dihadapkan pada situasi seperti ini biasanya anak-anak tersebut akan menangis, menarik diri, atau terus ingin bersama dengan orang tuanya. Jenis perilaku seperti ini dikenal dengan istilah behavioral inhibition atau hambatan perilaku. Seseorang yang dimaksudkan adalah akan menunjukkan hambatan perilaku saat masih anak-anak cenderung mempunyai resiko lebih besar dalam mengembangkan gangguan kecemasan sosial di kemudian hari. 

Apabila sekali waktu anda mengamati anak-anak terlalu menarik diri atau selalu merasa ketakutan dalam situasi baru, sebaiknya diskusikan hal ini secara profesional. Ini untuk mengantisipasi agar anak-anak tidak tumbuh menjadi orang dewasa yang fobia secara sosial, segala jenis intervensi dini bisa membantu mencegah masalah menjadi lebih serius di kemudian hari.

Pada kebanyakan pasien, gangguan kecemasan sosial disebabkan oleh adanya kombinasi faktor-faktor tersebut di atas dimana ahli kesehatan mental harus mendiskusikan dengan pasien terlebih dahulu kemungkinan faktor penyebab kecemasan sosial guna bisa melakukan diagnosis atau menentukan pengobatan.

Demikian kami menjelaskan dengan singkat tentang artikel dengan judul ‘Bisa Ganggu Aktivitas, Ini 5 Penyebab Gangguan Kecemasan Sosial’ yang dirangkum dari berbagai sumber berita. Semoga bermanfaat bagi para pembaca.

 

Tags Keluarga

About The Author

Utamii 66
Expert

Utamii

Suka membaca dan menulis

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel