Cerita Remaja

31 May 2021 15:55 501 Hits 0 Comments Approved by Plimbi

SMA Sapporo Minami berlokasi di wilayah Hokkaido di Jepang. Jam pelajaran pertama dimulai pada pukul 8:45 dan pelajaran berakhir pukul 15:15. Tersedia 31 jam pelajaran yang berlangsung selama 5 hari belajar. Masing -- masing memiliki durasi 6 jam kecuali untuk hari Rabu mempunyai 7 jam pelajaran. 1 jam pelajaran lamanya 50 menit. Mata pelajaran yang diberikan adalah Bahasa Jepang, Geografi dan Sejarah, Pendidikan Kewarganegaraan, Matematika, Pendidikan Jasmani dan Olah Raga, Pendidikan Seni, Bahasa Asing, Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, IT dan Integrated Course.

SMA Sapporo Minami berlokasi di wilayah Hokkaido di Jepang. Jam pelajaran pertama dimulai pada pukul 8:45 dan pelajaran berakhir pukul 15:15. Tersedia 31 jam pelajaran yang berlangsung selama 5 hari belajar. Masing -- masing memiliki durasi 6 jam kecuali untuk hari Rabu mempunyai 7 jam pelajaran. 1 jam pelajaran lamanya 50 menit. Mata pelajaran yang diberikan adalah Bahasa Jepang, Geografi dan Sejarah, Pendidikan Kewarganegaraan, Matematika, Pendidikan Jasmani dan Olah Raga, Pendidikan Seni, Bahasa Asing, Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, IT dan Integrated Course.

Kota Hokkaido bisa dicapai melalui Sapporo. Merupakan pintu gerbang masuk dari Tokyo dan Osaka. Menjadi pusat kegiatan segala sektor di pulau ini. Jalan -- jalan sepanjang kota tertata rapi berhiaskan bunga -- bunga khas Negeri Sakura. Pada hari -- hari tertentu Sapporo menjadi sangat terkenal di dunia karena dipilih sebagai tempat menggelar festival salju. Berlangsung setiap tahun pada bulan Februari.

Di kota inilah aku bersekolah dan tinggal bersama dengan keluarga. Namaku Rindu dan sedang duduk di kelas 2 SMA Sapporo Minami.

"Tumben berangkat pagi ? Biasanya langganan Pak Satpam ?" Sapa seorang cowok bertubuh padat yang memiliki paras wajah kuning langsat kepadaku.

"Maksudnya apa ?!" Jawabku sedikit kaget dan agak tersinggung.

"Nggak ada maksud apa -- apa. Cuma heran saja, baru hari ini ketemu cewek cantik mau berangkat pagi." Jawabnya kalem sedikit mengejek.

Sapaan cowok ini benar -- benar membuat aku menjadi tersanjung lalu terdiam dan sejenak mematung. Ternyata ejekannya sangat menyentuh hati. Sejak saat itu dan itulah yang menjadi penyebab, membuatku termotivasi untuk lebih bersemangat ke sekolah. Aku menjadi berubah. Selalu bangun pagi -- pagi dan berangkat pagi -- pagi pula ke sekolah. Tentu saja mama dan papa senang dengan perubahan ini. Sehingga aku menjadi jarang dihukum lantaran telat. Bahkan Pak Satpam terheran -- heran karena aku mendahului datang sebelum pintu gerbang sekolah dibuka. Ada yang aneh bukan dengan hatiku ?

Apakah ini yang dinamakan cinta ?

Selanjutnya tak jarang aku mulai mencari -- cari kesempatan untuk bertemu. Atau mencuri -- curi pandang kepadanya. Membuat aku semakin betah di sekolah. Karena cowok yang menjadi kakak kelasku ini sangat berbeda dengan cowok -- cowok lainnya. Ia nampak anggun (seperti aku) dan rajin ke perpustakaan.

"Kamu memang berbeda. "

Ia pun menjawab dengan santai, "Ya bedalah aku dengan teman -- teman kamu yang lainnya. Aku anak baik -- baik, nantinya bercita -- cita menjadi tauladan dan orang sukses. Banyak cewek ingin menjadi kekasihku tetapi aku belum menjawab."

Sejak saat itu dan setelahnya, Aku semakin kagum kepadanya. Apalagi aku mulai merasakan bahwa ia sering memberi perhatian kepadaku. Hal -- hal kecil inilah yang membahagiakan hati ini. Karena mampu merubah kebiasaanku menjadi seperti ini, rajin.

Sejak saat itu Rindu semakin akrab dengan kakak kelas satu tingkat yang bernama Bram. Dari hari Senin hingga Sabtu, Rindu berusaha sekuat tenaga untuk dapat bangun pagi sehingga berangkat ke sekolah pun menjadi agak pagi. Tentu saja hal ini membuat kedua orang tua Rindu menjadi heran ? Kenapa anak semata wayang mereka akhir -- akhir ini senang bangun pagi ?

"Nantilah aku ceritakan ke mama dan papa ..... " Begitu saja jawaban yang diberikan Rindu setiap kali mereka bertanya.

Pesta Valentine Day's

Sore hari yang cerah.

Tiba -- tiba telepon rumah Rindu berdering, "Halo, bisa bicara dengan Rindu, ini dari kakak kelasnya di sekolah ?"

"Oya bisa, ini mama Rindu, tunggu sebentar ya ?"

Lima menit menunggu, suara lembut dari Rindu memecah keheningan suasana di seberang, "Ini Rindu, siapa ya yang nelpon ?" Ternyata kakak kelas idaman hati, Bram !

Kebetulan hari ini adalah sabtu yang bertepatan dengan Valentine Day's. Di kota ini Valentine Day's biasa dirayakan oleh kelompok remaja seperti hari -- hari kebesaran lainnya yang mana tempat -- tempat hiburan, taman kota dan jalan -- jalan tikus tertentu dikunjungi dan dipenuhi oleh puluhan pasangan untuk merayakan hari yang bersangkutan.

"Kamu hari ini nggak kemana -- mana kan ? Bagaimana kalo ikut kami saja jalan -- jalan ke kafe favoritku ....... Kamu pasti menyukai tempatnya dan belum pernah ke sana ya ?" Sekali lagi Bram mengejek aku seperti hari -- hari biasanya dia memiliki kebiasaan unik seperti ini. "Tapi aku malu pergi berduaan saja dengan kamu, apakah boleh aku ditemani oleh teman -- temanku, kami ada berempat, aku, Sinta, Diana, dan Dewi, kamu kenal kan dengan mereka teman -- teman akrab sekelasku ?" "Oya ..... tak apa -- apa karena aku juga akan berangkat ramai -- ramai dengan beberapa teman yang kamu kenal juga."

"Mama, aku mau ke pesta bersama dengan teman -- teman, boleh ya ?!"

"Boleh asal jangan terlalu malam pulang." Mama menjawab bijaksana.

Selanjutnya adalah acara dandan ditemani oleh mama.

Rindu sibuk memilih gaun pesta yang tampil sederhana tetapi terlihat anggun. Dengan dibantu oleh mama tercinta, dia mulai mencoba satu per satu koleksi gaun pesta kesayangan di lemari. Tak lupa juga berdiskusi untuk tatanan rambut, make -- up, mencoba beberapa asesoris tambahan seperti sepatu, tas, ikat pinggang dan perhiasan xuping yang saat ini sedang trend digandrungi remaja putri di Jepang.

Rindu di kelas dikenal sebagai seorang remaja yang suka bergaul dan fashionista. Mengikuti perkembangan trend fashion dan menjadi seperti kebutuhan pokok. Dia melempar sweater rajut dan celana pendek yang membosankan ke tempat tidur. Lalu memilih gaun dalam bentuk sweater dress marun berpotongan ultra feminine yang elegan dikenakan pada waktu malam hari. Mengambil sepasang white sport shoes remaja putri yang sangat menarik, nyaman dan kece dikenakan meskipun dalam suasana pesta.

Lalu mama membantu memoles wajah lugu ini dengan sapuan make -- up tipis -- tipis saja yang justru memberikan kesan wajah menjadi tampil sederhana namun cantik. Mama memilihkan model curly pita untuk menata model rambutku yaitu menjadikan rambut terbentuk keriting gantung dan menambahkan pita warna -- warni dipilin atau disematkan pada sela -- sela rambut.  

Dandanan terakhir adalah mengambil salah satu koleksi clutch di atas lemari baju yang merupakan tas kecil tidak memakai tali, jadi hanya dapat digenggam. Memberikan kesan klasik bagi si pemakai. Aku memilih white studded clutch yang menyimpan asesoris dengan detail kecil untuk membantu menyempurnakan tampilan berkelas dan sedikit formal.

 Acara Yang Seru Dan Berakhir Mengesankan 

Dua jam kemudian Rindu tampil bak seorang putri dari Kerajaan Negeri Dongeng, sangat cantik dan terlihat lebih dewasa dari usianya. Teman -- temannya sudah menunggu sejak lima menit yang lalu dengan mengendarai mobil milik Sinta, mereka melaju dengan tenang menuju ke kafe idola Bram untuk bertemu di sana.

Kafe Kagizen Yoshifusa di pusat kota.

Apa yang terlintas di pikiran para traveler ketika berkunjung ke Kota Hokkaido ? Ada kekayaan sejarah yang berlatarbelakang budaya sebagai peninggalan Kekaisaran Jepang. Terkenal memiliki koleksi toko penganan ala kafe terbesar di Jepang. Menyuguhkan menu wajib berupa matcha atau teh hijau sebagai pilihan populer para pengunjung. 

Mereka memasuki ruang utama kafe yang kalem, sejuk, asri dan tentu saja elegan namun tetap menonjolkan sisi desain ringan dan santai untuk muda -- mudi sehingga membetahkan mereka untuk berlama -- lama menikmati suasana nyaman di dalam kafe.

Terlihat Bram dan Rindu memisahkan diri dengan teman -- teman yang lainnya dalam suasana mini pesta Valentine Day's di kafe ini.

"Kamu hari ini terlihat lain Rindu. Tampak lebih dewasa dan tentu saja semakin cantik." Bram tersenyum tulus memandang Rindu. Ia menyerahkan sekotak hadiah Valentine Day's buat adik kelas yang ia sukai ini. Tentu saja membuat hati Rindu semakin kaget dengan kejutan -- kejutan yang dilakukan oleh Bram. Tetapi tiba -- tiba wajah Rindu memerah karena malu, "Kenapa ?" Tanya Bram. Rindu lupa mempersiapkan hadiah istimewa buat Bram. Karena tadi sore ia berangkat agak terburu -- buru. "Aku hanya merasa senang saja dengan hadiah ini. Terimakasih Bram."

Acara berlangsung dengan sangat menyenangkan. Terlihat di panggung danza, Bram dan Rindu berdanza dibuai oleh alunan manis musik instrumentalia, tampak seperti sepasang kekasih. 

Dilanjutkan dengan acara makan malam bersama. Kian malam pesta semakin berkesan.

Ada koleksi penganan tradisional dengan stand khusus menyediakan wagashi / manisan Jepang. Sangat digandrungi oleh remaja putri sebagai sajian pembuka. 

Hidangan utama adalah kuzukiri merupakan mie bening disajikan bersama -- sama dengan sirup coklat. Atau mencoba sajian istimewa bernama matcha warabi mocha atau sejenis pangsit kanji teh hijau.

Mencoba sajian penutup berupa minuman amazake. Dan hidangan khas lainnya adalah nishiki ichiha fondue yang tersaji manis di dalam kotak -- kotak mungil 3 tingkat. Masing -- masing laci dipenuhi oleh makanan penutup yang bisa dicelupkan ke dalam saos fondue matcha di atas kotak. Terakhir adalah menu es krim terekomendasi bernama kinana sanshumori berupa sajian es krim dalam tiga rasa yang berbeda -- beda.

Hmmmmmmm, lezat !

Perasaan Rindu yang berbunga -- bunga dan merasa yakin Bram dalam kondisi sama seperti dirinya meskipun hingga akhir pesta, tak satu pun kata "Aku mencintaimu" keluar dari mulut manis Bram, hanya sibuk mengguyoni dan bercanda dengan Rindu dan teman -- teman lainnya. Lalu mereka pulang ke rumah masing -- masing dengan impian seperti milik anak -- anak TK saja !

Di rumah ketika malam semakin larut, Rindu malas untuk mandi. Dia hanya membersihkan make -- up wajah dengan peralatan kosmetik kesayangannya. Buru -- buru dia membuka hadiah yang diberikan oleh Bram. Wow .... sebuah jam tangan mahal berwarna kalem. Sangat manis menghisai lengan mungilnya.

Karena terlalu gembira, Rindu buru -- buru berdoa sebelum tidur di ujung tempat tidurnya : selamat tidur, mimpi yang indah, bisik hatinya.

Rindu Terjatuh Dari Sepeda Motornya 

Hari ini adalah hari Selasa, ada ujian mata pelajaran matematika untuk jam pertama di kelas. Rindu agak telat bangun pagi sehingga dia terburu -- buru mengendarai sepeda motornya menuju ke sekolah.

Tiba -- tiba ada sebuah sepeda motor tukang sayur menabrak sepeda motornya dengan keras dari belakang. Ini membuat Rindu jatuh terjungkal dan masuk ke dalam got yang cukup dalam. Rindu pingsan karena kaget. Kerumunan orang mengelilingi lokasi kejadian dan tukang sayur dengan sedikit gemetar menolong mengeluarkan Rindu yang tak sadarkan diri dari dalam got. Lalu membaringkannya di pinggir jalan. Tiba -- tiba sebuah mobil berjalan pelan -- pelan menghampiri lalu berhenti di pinggir jalan yang sama. Jendela kaca dibuka terburu -- buru dan di dalamnya terlihat wajah Bram memerah pucat karena terkejut "Astaga Rindu !!"

Rindu Dirawat Di Rumah Bram

Rindu terlihat tidur dengan nyenyak di dalam kamar tidur Bram yang nyaman dan sangat bersih. Ditemani oleh seorang pembantu dan juga papa dan mama Bram yang keduanya berprofesi sebagai dokter. Sementara Bram tetap melanjutkan berangkat ke sekolah dengan memakai sepeda motor milik Rindu.

Ketika Rindu tersadar, terlihat mereka ramah tersenyum ke arahnya, "Apa kabar Rindu ? Apakah sudah merasa baikan ? Saya mama dan ini adalah papa Bram. Tadi pagi kami secara kebetulan melihatmu mendapat kecelakaan di jalan. Buru -- buru kami mengantar ke rumah. "   

"Oya, kami sudah memberitaukan keluargamu bahwa sementara waktu kamu tinggal di rumah kami saja hingga kondisi kesehatan di kepala membaik. Nanti kalau sudah sehat akan kami antar pulang ke rumah menjumpai mama dan papamu. Anggap saja ini rumah sendiri ya nak .... jangan malu -- malu."

Begitulah akhirnya Rindu mendapat perawatan kesehatan di rumah Bram yang besar dan hanya ditempati oleh beberapa orang saja. Karena Bram adalah anak tunggal sama seperti dirinya. Rindu merasa nyaman tinggal di sini.

Seperti diriku, Bram adalah tipe laki -- laki yang menyukai menjaga kebersihan lingkungan. Terlihat bagaimana cara dia menata desain kamar tidur milik seorang remaja laki - laki. Bram menyukai warna -- warna simpel yang lebih kalem dan berkesan teduh sesuai dengan desain minimalis. Termasuk beragam furniture lainnya. Ada sebuah tempat tidur berukuran besar dengan desain 'ngeboys', sebuah meja belajar berdekatan dengan kaca hias gantung dan beberapa pajangan menarik lainnya terlihat tertata rapi.

Selama dua hari dua malam Rindu terbaring lemah di atas pembaringan dan dilayani oleh pembantu keluarga serta kedua orangtua dari Bram. Sedangkan Bram sendiri untuk sementara waktu mengungsi ke rumah sepupunya yang kebetulan menjadi tetangga untuk menghormati Rindu agar tidak merasa terganggu dengan kehadiran Bram di rumah.

Selama tinggal di rumah Bram, hubungan mereka semakin akrab tetapi Rindu merasakan bahwa hubungan yang ada layaknya seperti antara kakak dan adik saja padahal Rindu sejak lama kagum kepadanya dan diam -- diam berharap momen ini bisa menjembatani hubungan mereka menjadi lebih serius, seperti berpacaran.

Lamunan Rindu 

"Sejak kau dapat memasuki lamunanku, ruang ini yang menyerupai sebuah ruang kosong kulihat semakin mendukung kau berada diantara setumpuk lamunanku yang berderet dan berbaris menuju ke sebuah podium."

"Sejak kapan kau dapat menyelinap ke dalam pikiranku ? Di tengah dinding bercat putih dengan lantai berkilat putih, kulihat sebuah lukisan grafis mirip cipratan tak beraturan cat, dan sebuah guci Jepang di sudut, kau tergantung rupawan di antara potret -- potret itu."

"Sejak kapan kau percaya diri bisa menerobos mimpiku ? Datang diantara lelap dan setengah terjaga, hamparan padang rumput yang mulai menguning, siulan suara angin pagi hari, tentu saja dibarengi oleh semburat matahari menggantung di langit biru. Kulihat kau seperti bidang cahaya."

Hingga hari keempat, Rindu sembuh total lalu diantar pulang oleh Bram ke rumahnya.

Mulai Masuk Sekolah Dan Ujian Akhir Untuk Kakak Kelas

"Kamu terlihat semakin gendut Rindu, senang ya tinggal di rumah Bram. Maaf kami tidak bisa menjenguk karena ada ujian beberapa mata pelajaran." Sinta, Diana dan Dewi terlihat senang Rindu kembali ke kelas.

Tak lama setelah itu, musim ujian sekolah pun tiba. Sebentar lagi kakak kelas tiga akan lulus dari sekolah ini. Selanjutnya memilih sekolah perguruan tinggi yang menjadi favorit mereka di sini hingga keluar kota bahkan ada yang keluar negeri.

Begitupun dengan Bram.

Ujian yang dilaksanakan pada sekolah -- sekolah di Jepang dilakukan sebanyak 5 kali pada bulan Mei, Juli, Oktober, Desember dan Februari. Sedangkan tahun akademik dimulai pada bulan April adalah sebagai ketentuan terhadap semua level pendidikan di Jepang. Semester ganjil dilakukan pada bulan April lalu diakhiri pada pertengahan bulan Juli. Bulan Januari para lulusan SMA harus mengikuti UMPTN memasuki PTN.

Bram dan beberapa teman -- temannya mendapatkan bea siswa dari sebuah yayasan pendidikan untuk masuk ke salah satu universitas ternama yang ada di luar negeri yaitu University Of Victoria di Australia. Mereka terlihat antusias mendapatkan hasil ujian akhir yang cemerlang. Ini membuat Bram lupa dengan adik kelasnya yaitu Rindu yang saat ini sedang mengikuti ujian untuk naik ke kelas tiga. Untuk sementara waktu, mereka berpisah.

University Of Victoria Di Australia

Saat ini Australia menjadi salah satu tujuan favorit siswa / wi SMA seluruh dunia guna melanjutkan pendidikan selain Eropa dan Amerika. Australia menyimpan sederetan universitas terbaik yang prestisius dan mampu bersaing dengan kampus ternama lainnya di luar negeri. 

Adalah Victoria University merupakan salah satu universitas dual sektor yang masih sedikit dibangun di Australia. Mereka memberikan mahasiswa / wi akses untuk mendapatkan pendidikan kelas dunia dengan latarbelakang kesempatan vokasional. Berlokasi di Melbourne, Victoria University mempunyai 8 kampus dengan bangunan khas berarsitektur gaya Eropa yang elegan, 3 kampus di pusat kota dan sebuah kampus di Sydney. 

Di sinilah Bram dan beberapa teman -- temannya melanjutkan kuliah dengan latarbelakang bea siswa dari SMA Sapporo Minami di Kota Hokkaido dari Jepang.

Surat Puisi Terindah Dari Bram

Kembali ke SMA Sapporo Minami di Kota Hokkaido Jepang.

Rindu saat ini duduk di bangku kelas 3. Semenjak Bram lulus ujian akhir dan kuliah di luar negeri, otomatis perjumpaan mereka menjadi jarang dan lama -- kelamaan membuat hati Rindu menjadi terbiasa dengan kondisi tak menyenangkan ini.

Namun sesekali Rindu menyempatkan diri untuk mampir ke rumah kedua orangtua Bram sekedar membawakan kue -- kue istimewa hasil kreasi sendiri. Hmmm rasanya lezat dan kedua orangtua Bram menyukainya.

Mereka antusias dan sangat bangga menceritakan tentang kondisi Bram dan teman -- temannya di Australia selama menjalani masa kuliah. Mama Bram senang memperlihatkan foto -- foto up to date Bram beserta teman -- teman barunya. Tampak tubuh Bram agak kurusan namun sepasang mata itu terlihat sama seperti waktu duduk di bangku SMA dulu, teduh dan kalem. Ada banyak teman -- teman wanita Bram yang berambut pirang (rata -- rata bule), cantik -- cantik, masih muda dan memiliki postur tubuh lebih tinggi dari aku.

Apakah Bram melupakan aku ? Karena hingga saat ini aku enggan untuk memulai berkirim surat ke apartemen Bram di Australia ?

Sabtu Sore Yang Mengejutkan !

"Rindu tadi pagi pak pos mengantar surat untukmu."

"Surat dari siapa mama ?" Tanya Rindu kalem.

"Dari Bram, teman kamu di luar negeri."

Mama meletakkan sepucuk surat bersampul putih di atas meja belajarku lalu meninggalkan aku sambil menutup pintu kamar tidur pelan -- pelan.

Bram ! Deg ! Hati ini berdebar kencang dan tubuhku sedikit gemetar menerima kabar yang muncul dengan tiba -- tiba ini. Karena sudah hampir enam bulan aku jarang berhubungan dengan dia, dan hanya sesekali saja mampir ke rumah kedua orang tua Bram.

Seuntai Puisi Cinta  

Langkah kaki berjalan begitu lega

Asaku menggeliat tajam

Dan diantara rintik -- rintik rindu yang berteriak aku menemukanmu

Dalam harap yang telah menggantung lama menghias langit biru

Dalam detak waktu berlari begitu pesat

Ku merasakan kau sudah bersiap - siap

Dan bergejolak

Selimut langit semakin tebal

Mentari pun turut membantu menghadirkan gugusan awan jingga

Berlabuh pada tepi cakrawala

Mengantar doa -- doa tuk kembali kepada kenangan yang terlelap

Tentang segala rasa

Ada yang masih tertinggal

Hingga berputar -- putar diiringi celoteh sang camar

Bersama -- sama awan pengiring tuk menujumu

Menyampaikan bergumpal riuh sebuah tanya

"Aku mencintaimu, Rindu."

About The Author

Utamii 34
Ordinary

Utamii

Suka membaca dan menulis

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel