Kisah Tiada yang Bisa Gantikan

14 Jun 2021 10:30 1012 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Cerita kita tiada yang bisa gantikan ..... terdengar syahdu, pesimis namun mengesankan.

Pernahkah anda mendengar tentang negeri Transylvania ?

Transylvania adalah sebuah provinsi yang terletak di Rumania, Eropa Timur. Di sini paling terkenal dengan sebuah bangunan bersejarah bernama kastil Bran yang menurut cerita legenda merupakan istana dari pangeran Vampir, keluarga bangsawan drakula yang sangat kaya – raya. Kastil Bran adalah monumen yang terkenal karena memiliki arsitektur bergaya Eropa pada abad pertengahan. Meskipun negara Rumania kaya akan bangunan – bangunan berarsitektur unik dan tua, kastil Bran tetap menonjolkan bangunan dengan perpaduan kebudayaan mancanegara pada dua abad yaitu masa lalu dan masa depan, taman kastil yang sangat luas, kamar – kamar keluarga kerajaan drakula yang nyaman, dan 17 ruang rahasia dimana keluarga kerajaan dan kolega mereka mengadakan acara – acara penting kerajaan yang bersifat tertutup untuk umum.

Secara keseluruhan, kastil drakula di Rumania ini merupakan sebuah properti termahal milik keluarga kerajaan, dengan total nilai jual sekitar 140 juta USD. Kastil ini dibangun sekitar tahun 1212 oleh perkumpulan pedagang besar dari kota Brasov dan beberapa negara Eropa lainnya serta negara – negara kecil di Asia. Pada awalnya, kastil ini dibangun untuk kepentingan kapal – kapal besar beserta para nahkoda, kru kapal dan penumpang mereka yang melewati ngarai kota ini bernama Rucar Bran, melintasi jejeran pegunungan Carpathian yang sangat menawan untuk berbagai kepentingan. Selanjutnya pada tahun 1920, ratu terakhir dari keluarga besar bangsawan drakula mendermakan kastil Bran kepada seorang prajurit Rumania dan istrinya bernama Ratu Maria dari kerajaan Britania Raya, sebagai ungkapan terima kasih atas kontribusi mereka menjaga keamanan kota dari tingkah usil dan nakal para perompak dan bajak laut. Setelah raja dan ratu berusia lanjut, kastil dipugar dan diwariskan kepada putri tunggal mereka bernama Ileana.

***

Kami adalah keluarga petani kecil yang mendiami sebuah pondok mungil dari batu alam dan kayu hutan yang kokoh di sebuah desa bernama Zarozje, papa kami bernama Ken, mama dipanggil Rida dan aku adalah putra semata wayang mereka, diberi sebuah nama yang sangat bagus, Malcolm berarti hamba Allah. Desa kami terletak tidak jauh dari kastil drakula.

Desa kami dikelilingi oleh pegunungan es, hampir di sepanjang tahun selalu diselimuti oleh musim dingin, salju turun setiap hari dan dimana – mana terhampar gurun salju tak bertepi. Perekonomian masyarakat di sini sangat miskin, hal ini disebabkan oleh beberapa lahan pertanian terbenam oleh tumpukan salju yang sangat dingin dan membeku di sepanjang tahun, juga pada malam hari kerap dikunjungi oleh mahluk – mahluk kecil penghisap darah manusia bernama vampir, mereka bersarang di loteng – loteng kastil drakula, dan manusia, peri hutan serta beberapa jenis kurcaci baik hati di desa ini sangat takut jika bertemu dengan mahluk ganas tersebut. Namun pada siang hari, anda bisa bertemu dengan vampir wanita yang bersahabat dengan para penghuni bumi lainnya dan gemar makan bawang putih, sehingga jika anda berniat jalan – jalan ke desa kami, jangan lupa membawa sekantong bawang putih yang gurih dan segar buat mereka, ketika secara tidak sengaja bertemu seorang diantara mereka di jalan – jalan tikus bahkan di jalan raya utama desa.

***

Aku tidak ingat sejak kapan keluarga ratu Ileana berubah menjadi keluarga kelelawar, yang sebenarnya mereka adalah keluarga drakula dari jenis vampir.

***

Pada suatu siang, di ujung tahun dan sedang musim salju. Dari dalam kastil drakula, tiba – tiba kami para pejalan kaki di desa ini mendengar sebuah teriakan kasar yang sangat keras ! Ada gebrakan meja, suara benda – benda dapur yang dilempar ke tembok dan menimbulkan suara bising, lalu isak tangis.

Malam itu, kakak sepupu ratu Ileana, ratu Marisha sedang berada di dalam kastil, ia marah besar dan menumpahkan kekesalan hatinya karena sang pangeran drakula, Arthuria, tiba – tiba menghilang selama satu bulan lebih, entah kemana ! Ia melarikan diri ke kota ini sambil membawa sebuah koper besar berisi pakaian, kosmetik, boneka – boneka unik kesayangannya dan perlengkapan lainnya untuk bermalam di kastil drakula, milik keluarga sepupunya. Tak lupa ia membawa serta celengan berbentuk tabung, di dalamnya berisi koin - koin emas hadiah dari para malaikat cantik dari negeri vampir, Serbia, ketika mereka merayakan hari pengucapan syukur. Ia membuka  tutupnya lalu  mulai  menghitung, ada seribu koin ! Marisha berencana menghabiskan hari – hari terburuknya di kota ini sekitar dua atau tiga hari, “ Kemana kakak setelah dari sini ? “ tanya Ileana, ia melihat sang kakak urung mengeluarkan pakaiannya, justru menjejalkan celengan koin emasnya ke salah satu ruang tersempit di belakang koper, ia hanya mengeluarkan tiga potong kaos tanpa lengan, dua celana dalam, satu BH, dan tiga potong celana pendek ke atas kasur. Ia menoleh padaku, dan berkata, “ Ileana, kamu harus pandai – pandai menjaga diri sendiri, apapun yang akan terjadi di masa depan, karena jika hari itu akan tiba, kita semua akan mati, lalu masing – masing dari kita akan berjalan sendirian menyusuri tangga – tangga yang sangat panjang dan sempit hingga tiba di ujung dunia.” Ia menepuk kepalaku dengan lembut, kemudian pergi ke kamar mandi.

***

Kakak sepupu perempuanku, Marisha, adalah seorang gadis vampir yang memiliki kepribadian menyerupai gadis biasa dari keturunan manusia bumi. Tidak seperti kakak - kakak perempuan temanku yang lain di sekolah kami atau tetangga – tetangga kami di puncak bukit, kami sering berbagi cerita tentang mereka. Teman - temanku selalu mengatakan bahwa kakak – kakak mereka sok tahu, suka mengatur, selalu meminjam lipstick dan parfum kesayangan mereka atau boneka – boneka unik yang kami koleksi, namun mereka sama saja, selalu sembrono dan akhirnya menghilangkan atau merusaknya.

Kakak - kakak perempuan kami akan marah – marah jika kami pulang terlambat, tapi di akhir pekan, justru mereka pulang jam 5 pagi, setelah semalaman berburu hewan – hewan kecil kesukaan mereka, rayap, semut, lebah madu, tawon sosial, lebah pembunuh, atau jangkrik, membuat seisi rumah kami khawatir. Kakak suka mencibir, lalu setiap bulan berikutnya, ada satu periode ketika tingkah laku mereka menjadi 25 kali lipat lebih beringas ! Kakak yang mulai mengenal cinta pertama, mereka berpacaran dan saling menelepon pasangannya masing – masing, meskipun tengah malam, membuat kami susah tidur karena menonton mereka bermanja – manja, namun di hari lain, mereka meneriakkan sumpah serapah dan meraung – raung layaknya seekor vampir jika hasrat mereka tak tersalurkan. Sementara kakak mereka yang belum memiliki pacar, suka berkeluh kesah tentang kecantikan wajah mereka atau terlalu banyak selulit tumbuh  di  sekitar  paha  dan  pantat  mereka.    “ Pokoknya aku ingin kakakku cepat - cepat minggat dari rumah, ini kan malam Sabtu, di luar kastil mereka bisa bertemu seorang pangeran pujaan hati.”    “ Di pesta dansa, kakakku selalu ingin menjadi pusat perhatian dari seluruh laki – laki yang menghadiri pesta tersebut. ” “ Kakakku adalah orang gila ! ” Itulah rangkaian percakapan yang kami lakukan tentang kakak – kakak kami di rumah.

Tapi kakak sepupuku tidak seperti itu.

Ia jarang mencampuri urusan pribadiku, apalagi marah – marah kepadaku. Di dalam dan di luar kastil, kami memiliki lingkaran kehidupan yang sama persis, masing - masing berjalan sesuai fungsinya dan tidak tumpang tindih. Sesekali ia mengajakku ke pesta dansa para wanita vampir dewasa atau berbelanja ke mini market Jepang di dekat tempat tinggal kami, aku akan membeli sekantong permen wasabi, sekotak salad Jepang, sekotak sushi, sekotak kue mochi, es krim cokelat paling lezat di dunia, atau makanan Jepang kesukaan ratu Marisha seperti shirouo no odorigui dalam botol – botol cantik drinking jar, ada sekotak kujira iruca (sashimi ikan paus), zazamushi (sajian khas Jepang dari larva serangga yang hidup di dasar sungai), hachinoko (salah satu makanan populer di Jepang dari larva lebah), fugu, inago no tsukudani (sajian khas Jepang dari belalang), dan shirako.

Selanjutnya, Marisha seharian berada di dalam kamar tidurnya yang sangat luas. Selama berlibur di sini, aku senang melihatnya menggantung di langit – langit kamar tidurnya seperti yang kami lakukan setiap malam sebagai bangsa vampir, namun kami sadar bahwa dia tidak pernah benar – benar merasa bahagia berada di keluarga kami. Lagipula, kedua orangtuaku tidak tau apa – apa tentang kegemaran atau kegiatannya di Serbia. Kami hanya melihat bahwa kedua kakinya memang menjejak tanah tapi jiwa terdalamnya telah lama bertapa di suatu tempat yang sangat gelap. Aku mengetahui, ia sesekali mengunjungi tempat gelap tersebut. Kemudian, dia betah duduk melamun di halaman belakang kastil kami, hanya bengong dan sendirian tanpa mau kami temani. Pernah aku menganggap kakakku gila. Karena kadang – kadang ia berteriak - teriak, marah - marah, dan meraung – raung di bawah sinar bulan purnama. Yang sebenarnya, kakakku tidak gila ! Dia diam dalam siluet malam yang semakin kelam.

Hingga hari ketiga, ia berniat akan pergi ke suatu tempat dan menasehatiku sekali lagi bahwa suatu hari nanti aku akan mati, sendirian ! Aku bingung dan belum begitu paham maksud dari nasehatnya. Perhatianku tersita pada setumpuk PR matematika, bahasa Inggris, seni rupa, pertandingan kasti antar kelas, dan membuat sebuah layang – layang terbagus buat seorang teman baru, pindahan dari Britania Raya. Ketika aku menceritakan hal ini pada teman – temanku, mereka hanya bilang bahwa aku beruntung memiliki seorang kakak sepupu sebaik dia dan kami meneruskan pembicaraan tentang teman baru kami si burung elang, anak laki – laki yang sangat tampan dan baik hati.

Waktu terus berputar dan berlalu sangat cepat.

Tanpa kusadari malam semakin kelam dan hening, suasana di dalam kastil sunyi, tidak ada satu pun kamar tidur yang terbuka pintunya. Aku mendengar lolongan serigala hutan yang menyayat hati dan membuat sekujur tubuhku merinding ketakutan. Tiba – tiba aku ingin ke kamar mandi ! Aku berharap kakek dan nenek di Serbia mau mengantar kami ke kamar mandi yang sangat besar di loteng, atau aku akan mengetuk pintu kamar ayah dan ibu, meminta tolong mereka untuk diantar ke loteng. Jika tidak ada yang menemani aku malam ini ? Aku terpaksa menahan hasrat, tidak bisa tidur dengan nyenyak, justru bermimpi sekelebat sayap - sayap hitam mengintipku dari balik jendela. Semakin lama mimpi – mimpiku kian nyata ! Ternyata dia adalah seekor vampir malam dari desa Zarozje, hinggap di dahan pohon apel dekat dengan jendela kamar tidurku. Kedua matanya sangat dingin memandangi kastil kami yang berdiri megah menantang siluet malam yang sangat liar.

Ketika pagi tiba, aku bangun karena alarm jam dinding di ruang keluarga berdentang cukup keras, lalu pergi ke sekolah naik sepeda. Dalam perjalanan panjang dari kastil menuju sekolah kami di pinggir hutan, aku melamun dan tidak menyadari tentang setumpuk gelas – gelas kopi ayah yang kotor dan berdebu di ruang perpustakaan bawah tanah, atau ibu yang jarang memasakkan kami telur dadar. Aku malah bermaksud untuk kembali saja ke rumah, hari ini kondisi tubuhku sangat buruk karena flu, ketika tiba di depan pintu gerbang sekolah, aku terkejut karena melihat dua kelelawar  bergelantung di dahan – dahan pohon besar, mereka sedang tidur. Aku tidak mau mengganggu, dan melanjutkan kegiatanku seperti biasa.

Di taman sekolah, suasana masih terlalu pagi, aku duduk sendirian dan mulai lagi berpikir tentang nasehat kakak sepupuku Marisha bahwa suatu hari nanti aku akan mati, sendirian. Aku menganalisa, ketika kita tumbuh kian besar dengan orang tua dan nenek moyang kita adalah bangsa drakula dari jenis vampir, kita harus pandai mengurus dan menjaga diri sendiri, hingga usia tua dan mati. Jika menikah dan memiliki beberapa anak, kita akan menjadi bangsa kelelawar. Tetapi, jika aku tidak menikah, aku akan mati, sendiri. Dari dua kemungkinan ini, aku harus pandai – pandai memilih sebuah keputusan yang paling tepat. Hidup selamanya menjadi putri vampir atau mencari seorang kekasih dan menikah lalu membentuk sebuah keluarga kelelawar yang bahagia ?

Kamu harus memulai sebuah tradisi baru dari bangsa kelelawar, aku akan menanam beberapa batang pohon apel, menumbuhkan pohon – pohon eukaliptus hingga besar dan di kamar tidur kami akan menggantung beberapa siung umbi bawang putih yang beraroma gurih, lalu ketika akan ke kamar mandi di loteng, kami membawa beberapa ikat daun pandan wangi sebagai pengharum WC alami, sehingga, mulai saat itulah aku bisa belajar tentang aktifitas kami di WC sendirian, di tengah malam yang kian gelap dan liar, tanpa ditemani oleh ayah dan ibu atau kakek dan nenak, kami akan melakukan semua itu sendiri, selamanya.

Aku mendengar lagu – lagu rock n roll menghentak – hentak dari kastil tetangga kami, Gorillaz, Some Kind of Nature ! Sebuah istana hantu yang telah lama kosong karena penghuninya telah pindah ke Serbia. Mereka adalah sekelompok vampir pemabuk yang kerap menginap di istana hantu kosong tersebut. Lalu telepon genggam kami berdering tapi dari nomor yang tak dikenal. Di seberang telepon terdengar suara seorang laki – laki paruh baya, berat dan tidak jelas, memerintahkan keluarga kami agar segera menuju ke sebuah alamat, gudang penyimpan anggur berusia sangat tua di tengah hutan pinus dekat dengan desa Zarozje yang selalu turun hujan salju di sepanjang tahun, melihat kakak sepupu perempuan kami, ratu Marisha yang ditemukan telah mati di dalam sebuah peti kayu besar dan tua serta mulai lapuk di sana dan di sini. Ia sedang memeluk celengan tabung tempat ia menyimpan beberapa koin berharga dari emas murni. Menurut beberapa detektif swasta dan sekelompok polisi kota, ia diduga minum racun tikus lalu menidurkan dirinya ke dalam peti.

Ketika kami tiba di tempat perkara, sebenarnya ia belum lama mati. Ada koper besar berisi pakaian, perlengkapan kosmetik dan keperluan mandi untuk kaum wanita pada umumnya, dan beberapa koleksi boneka kesayangan kakak yang unik seperti boneka ichimatsu dan gosho dari Jepang, boneka barbie oleh Ruth Handler, si cantik annabelle, demonic twins, discarded doll, trilogy of terror doll, dan german doll. Ia pertama kali ditemukan oleh seorang teknisi televisi kabel yang kebetulan lewat di gudang kosong ini. Dia datang ke salah satu rumah pelanggan karena ditelepon tuan rumah untuk membantu mereka memperbaiki tape decodernya yang rusak. Dia bersumpah bahwa masih melihat kedua pipi kakak Marisha bersemu merah. Teknisi ini berbaik hati menolong keluarga kami dengan memotret wajah sang kakak melalui HP canggihnya dan mengirimkan ke kantor polisi terdekat lewat cara bluetooth. Kami sangat sedih dan terpukul ! Aku tak bisa berkata apapun kecuali berterimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dengan sukarela. Namun kami memohon maaf agar pihak umum tidak menyebarluaskan berita buruk ini melalui Twitter.

***

Di kastil kami yang sangat luas dan besar ini, aku masih mengingat jelas hari terakhir Marisha berkumpul bersama keluarga kami, ia memberiku sepuluh keping koin emas agar aku bersedia menyimpannya. Juga beberapa gaun pesta terindahnya ditinggalkan begitu saja di kamar tidurku, sementara ia sendiri mengenakan baju yang sama seperti hari pertama ia datang ke kastil kami.

Lalu aku melihat Marisha bersimpuh di ujung tempat tidur, dia berdoa, aku bisa mendengar tiap baris kata – kata pujian yang dia lantunkan buat Allah sang penguasa alam semesta, bahwa ia tetap berharap suatu hari nanti, sang pangeran drakula, Arthuria, kembali menjemputnya dengan sebuah kereta kencana dan membawanya terbang tinggi menuju istana bulan purnama.

Semoga mereka bisa menikah meskipun pada usia 47 tahun dan memulai sebuah kehidupan baru sebagai sepasang pengantin dari keluarga bangsawan kelelawar. Mereka harus meninggalkan cara hidup lama, bahasa tubuh, makanan kesukaan, gaun – gaun malam, teriakan dan raungan yang bringas, kebudayaan kuno yang gemar menghisap darah manusia bumi, kebiasaan menggantung di dahan pohon hutan yang besar dan berusia tua adalah hidup para bangsawan vampir di kastil – kastil drakula, Rumania.

***       

Aku baru ingat, sejak kematian tragis seorang sepupu perempuan dari keluarga ratu Ileana beberapa bulan yang lalu, mereka akhirnya memutuskan untuk berubah menjadi keluarga kelelawar, selamanya.

***

Kehidupan kami, para keluarga petani kecil yang mendiami pondok - pondok mungil dari batu alam dan kayu hutan yang kokoh beratapkan genteng bercat hijau di sebuah desa bernama Zarozje, terletak tidak jauh dari kastil drakula, kembali berjalan normal seperti hari – hari sebelumnya, hidup berdampingan dengan mahluk – mahluk kecil penghisap darah manusia bernama vampir, mereka bersarang di loteng – loteng kastil drakula dan pohon – pohon besar di tengah hutan.

Meskipun diselimuti oleh kekhawatiran dan rasa takut, kami bisa menjalani hari – hari kami dengan tentram dan selamat karena pada siang hari, kami lebih sering bertemu dengan para vampir wanita yang bersahabat dan suka menjalin pertemanan dengan para penghuni bumi lainnya seperti manusia, hewan – hewan kecil dan lemah di hutan, kurcaci dan para peri, asalkan anda menyediakan makanan kesukaan mereka yaitu bawang putih.

Kisah tragis di kastil drakula berakhir menyedihkan.

 

 

Tags Buku

About The Author

Utamii 36
Ordinary

Utamii

Suka membaca dan menulis

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel