Sunrise And Sunset

10 May 2021 08:30 332 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Sunrise and sunset.

Dan apa yang akan engkau lakukan, jika aku katakan bahwa aku tidak memiliki hasrat lagi untuk menciummu sesering yang kita lakukan ketika  pertama kali jadian ?! Kurasa, aku akan mempengaruhimu  untuk  segera  mengubah keputusanmu itu, secepatnya. Percakapan terakhir mereka sebelum memutuskan untuk melangsungkan pernikahan di sebuah kapel, desa Oberndorf, Austria.

***

Kemudian Natal tiba.

Apakah anda pernah merasakan sesuatu yang kurang apabila ada perayaan Natal yang  dirayakan tanpa diiringi  dengan menyanyikan lagu – lagu    pujian         seperti “ Malam Kudus “ yang telah melegenda di seluruh dunia tersebut ? Terjemahan - terjemahan dari lagu – lagu Natal kesayangan antara yang satu dengan lainnya memiliki beberapa perbedaan namun semuanya terdengar sama ketika dikumandangkan pada malam kudus perayan Natal di tengah lebatnya hujan salju yang mulai turun mengguyur wajah bumi. Lagu – lagu Natal tersebut sangat sederhana namun telah banyak dibuat dalam bahasa - bahasa asing, sehingga para pendengar tidak perlu bersusah payah atau berselisih pendapat apabila ada perbedaan kata – kata dalam menerjemahkannya kepada seseorang yang baru.

“ Malam Kudus “ adalah lagu favorit masyarakat dunia karena paling sering dinyanyikan dan dikasihi oleh mancanegara. Bahkan pada beberapa negara di Eropa, musikus ternama kerap memasukkan lagu – lagu Natal pada acara – acara konser besar dan piringan hitam mereka.

 Anehnya, hanya sedikit orang saja yang mengetahui sejarah asal – usul dari nyanyian yang telah terkenal di seluruh dunia ini, ia sesungguhnya diciptakan pertama kali dari sebuah desa kecil terletak di daerah pegunungan terpencil nun jauh di negeri Austria.

Inilah ceritanya.

Orgel di sebuah kapel desa Oberndorf sedang rusak karena di dalam bangunan tua kapel banyak berkeliaran tikus – tikus yang doyan mengunyah apa saja termasuk bagian – bagian penting dalam tubuh orgel. Penjaga kapel akhirnya memanggil seorang tukang orgel dari desa tetangga untuk memperbaikinya segera. Namun menjelang hari Natal tiba pada tahun 1818, orgel itu masih rusak. Perayaan Natal terpaksa dibatalkan karena kondisi di dalam kapel masih berantakan. Tentu saja hal ini membuat warga di desa Oberndorf kecewa, mereka tidak mau kehilangan kesempatan emas untuk menonton sebuah sandiwara Natal yang spektakuler. Biasanya pertunjukan akan dipentaskan oleh pemain – pemain handal dan sudah memiliki nama tenar serta biasa mengadakan tur keliling Austria. Drama Natal merupakan sebuah tradisi kuno di desa ini sama seperti di desa - desa lainnya di wilayah negeri Austria yang terkenal akan pesona keindahan alam sangat memikat hati pengunjungnya.

Untunglah, seorang pemilik kastil mewah yang kaya - raya mengundang para anggota gereja dan beberapa warga desa untuk turut serta menyaksikan sandiwara Natal di salah satu ruang kastilnya yang elegan. Tuan Josef Mohr, seorang pendeta pembantu dari kapel diundang juga. Begitulah, pada malam hari, tanggal 23 Desember, mereka dengan riang hati menyaksikan sebuah pertunjukan yang menggetarkan hati setiap penontonnya. Setelah acara usai, Pendeta Mohr dengan ditemani oleh beberapa warga laki – laki dewasa tidak terus pulang. Mereka mendaki sebuah bukit kecil di belakang kastil tersebut hingga tiba di puncaknya, lalu ia memandang ke kaki bukit nun jauh di bawah sana, melihat desa – desa kecil di lembah yang terlihat syahdu karena disinari oleh berjuta cahaya bintang yang gemerlapan. Sungguh, malam ini adalah momen paling indah di dunia yang pernah dialami oleh pendeta muda ini, malam yang kudus dan sangat sunyi.

Menjelang dini hari, Pendeta Mohr kembali ke rumahnya di dekat kapel. Namun ia tidak bisa tidur, ia menuju ke ruang makan dan menyalakan beberapa batang lilin berwarna merah, kemudian menulis sebuah syair lagu tentang segala hal yang sudah dia lihat di puncak bukit dan telah dirasakannya dengan segenap fokus di hati dan pikiran pada malam itu.

Keesokan harinya, pendeta muda ini pergi ke rumah seorang teman lamanya bernama Franz Gruber adalah kepala sekolah taman kanak – kanak di desa Arnsdorf berlokasi tiga kilometer dari desa Oberndorf. Ia merangkap pemimpin musik di sebuah gereja yang juga dilayani oleh Josef Mohr. Pendeta Mohr memberikan sehelai kertas lipatan berwarna putih kepada kawannya. “ Ini adalah hadiah Natal untuk anda “ katanya, “ Di dalamnya tertulis sebuah syair yang saya buat sendiri tadi malam. “ “ Terima kasih, bapak pendeta. “ balas Franz Gruber dengan senang hati. “ Apakah mungkin engkau bisa menggubahnya menjadi sebuah lagu yang indah ? “

Franz Gruber setuju dengan saran bapak pendeta. Segeralah ia memulai bekerja, berdasarkan syair – syair hasil karya Josef Mohr, ia berusaha menciptakan sebuah lagu bernuansa agama.

Pada perayaan Natal tahun selanjutnya, tukang orgel dipanggil lagi untuk memperbaiki satu – satunya orgel yang dimiliki oleh kapel tua di desa Oberndorf, namun sayang sekali orgel tersebut masih rusak. Ia hanya mampu membersihkan ruang kebaktian sehingga gedung kapel bisa dipakai lagi. Sementara di halaman kapel telah berkumpul beberapa penduduk desa untuk merayakan malam Natal. Dengan keheranan dan perasaan kecewa, mereka mendapatkan pengumuman bahwa malam ini mereka belum bisa mendengarkan lagu – lagu pujian yang diiringi oleh dentingan orgel, tapi sebagai gantinya ada sebuah lagu Natal baru gubahan Franz Gruber, ia telah sukses membuat aransemen khusus dari syair ciptaan bapak pendeta untuk dua suara, diiringi oleh gitar dan koor. Dia duduk di depan para warga yang antusias ingin segera mendengar lagu baru tersebut, mulailah dia memetik satu per satu senar pada gitar dan membawakan suara bas, sedangkan Josef Mohr menyanyikan suara tenor diiringi dengan paduan suara gereja yang tergabung dalam duet untuk mempermanis lagu pada saat - saat tertentu. Untuk pertama kalinya, lagu “ Malam Kudus “ diperdengarkan di hadapan umum.

***

Ketika Alexander dan Amelie yang saling membenci harus terbangun dalam keadaan bugil dengan memori kabur akan pernikahan baru mereka di sebuah kamar hotel yang mewah di kota Paris, reaksi pertama mereka adalah berteriak histeris dan merasa malu ! Mereka curiga, jika semua keanehan ini berkaitan dengan seorang wanita gipsi tua yang mereka tertawai pada acara ulang tahun kantor mereka, kemarin malam di kota ini.

Untunglah mimpi dan realita yang tumpang tindih dan berhasil mempermainkan perasaan dan akal sehat mereka itu segera berakhir, dan membawa mereka kembali ke dunia nyata. Kali ini Alex dan Amelie yakin semua keanehan yang mereka alami telah benar – benar berakhir. Setidaknya demikian, hingga tugas kantor membawa mereka berlibur ke negara para Duke dan Duchess, Inggris.

Dalam penerbangan yang melewati turbulensi ekstrem dan nyaris merenggut nyawa karena kecelakaan taksi yang mereka tumpangi menuju hotel, keduanya dipaksa berpikir ulang tentang perasaan masing – masing setelah pernikahan.

 ***

Meskipun mereka sebenarnya saling membenci sejak pandangan pertama ketika masih duduk di bangku kuliah jurnalistik di Paris, mungkinkah berbagai peristiwa aneh tersebut justru mengubah rasa tidak suka mereka menjadi cinta ?

Lalu, ketika mereka mengira hidup sudah mencapai puncak kebahagiaan tertinggi dengan melangsungkan sebuah pernikahan, nun jauh di sana, Paris, sayup - sayup suara gemerencing lonceng perak kecil milik si gipsi misterius kembali membelah pekatnya malam di kota London !

Apa kira - kira yang akan terjadi pada Alex dan Amelie kali ini ? Cring … cring … cring, beware ! Natal sebentar lagi tiba bersamaan dengan munculnya titik – titik putih berasa dingin bernama salju turun menyelimuti kota London yang sangat ramai meskipun waktu telah menunjukkan pukul dua tengah malam.

***

Kaum Gypsy adalah para pengembara dari ras misterius yang tersebar di seluruh Eropa dan Asia, Afrika dan Amerika. Suku Gypsy adalah orang – orang yang tidak memiliki rumah permanen sehingga kerap dipanggil sebagai suku nomaden. Namun jika anda pernah mempermalukan mereka, maka mereka tak segan - segan akan mengeluarkan kata - kata bernada ancaman yang menyebabkan anda akan mengalami hal – hal aneh diluar akal sehat dan kehendak hati anda.

Mereka juga dikenal sebagai kelompok yang suka mempelajari ilmu – ilmu sihir bernama Lamia. Lamia adalah sihir paling mematikan yang digunakan oleh orang - orang Gypsy untuk fungsi hukuman. Cara kerjanya adalah mereka akan mengambil sesuatu yang paling anda suka seperti sebuah vas bunga dari keramik milik seorang nyonya rumah, sebuah buku diary milik seorang siswa, dan lain – lainnya, lalu meletakkan benda – benda tersebut di atas meja dengan rapi dan menutupinya dengan selembar kain putih yang tebal, mulailah sang gypsy menyalakan bola ajaibnya sambil duduk bersila di atas selembar permadani India di depan mejanya tanpa kaki, dan mengucapkan mantra kepada benda – benda tersebut, “ Lamia va lua sufletele lor ?! I le pun în locul s ? U în cazul în care sufletele nu va fi din nou reîncarnare. “ Untuk mempertajam mantra – mantra sakti tersebut, mereka berdandan sangat unik dan hanya berlaku untuk kelompok mereka saja !

***

Di tengah suasana kota Paris yang berkabut dan sangat dingin karena musimnya telah tiba di penghujung tahun, Amelie sedang berjalan – jalan seorang diri di depan hotel tempat ia dan suami menginap. Ia menuju ke sebuah toko bunga dan membeli seikat bunga mawar merah seharga beberapa US dolar. Tiba – tiba ia kaget dan merasa khawatir, seorang gipsi tua sedang memperhatikan setiap geraknya sejak awal ia keluar dari pintu depan hotel. Gipsi itu adalah orang yang sama ia jumpai ketika berada di kota Paris. Ia dan suami sempat curiga, bahwa beberapa kejadian aneh seperti ketika mereka mengalami kecelakaan maut dengan mengendarai sebuah taksi di kota London atau kejadian hilangnya sekotak perhiasan mahal milik Amelie ketika menginap di salah satu hotel mewah kota Paris, adalah erat kaitannya dengan seorang wanita gipsi tua yang mereka tertawai pada acara ulang tahun salah satu kantor cabang mereka, beberapa waktu yang lalu di kota Paris. Amelie membungkukkan badannya dan memberi sebuah senyuman kepada wanita tua itu sebagai tanda penghormatan. Dia senang dan memperlihatkan seraut wajah ramah yang ingin berkenalan dengan Amelie.

Di dalam sebuah kedai kopi.

Wanita tua itu bernama Athena dan Amelie sedang duduk – duduk santai, bercakap – cakap, tertawa riang dan mereka cepat akrab satu dengan yang lainnya sambil menikmati menu makan siang istimewa hari ini.

***

Beberapa coffee shops di kota – kota besar telah mempengaruhi gaya hidup orang - orang Amerika yang suka mampir untuk menikmati secangkir kopi di tengah kesibukan mereka menjalani berbagai aktifitas kantor atau sekolah. Contoh salah satu kedai kopi populer di kalangan pecinta kopi mancanegara adalah Deli (Delicatessen), toko yang menjual beragam sajian berupa roti dan isiannya (terutama cold cuts dan daging olahan). Para eksekutif muda gemar mampir ke tempat ini untuk mendapatkan sepotong sandwich atau pretzel. Di New York, bagel atau roti liat yang berisi olesan cream cheese adalah favorit anak – anak usia sekolah. Namun tak jarang pebisnis suka melahapnya sambil tergesa – gesa masuk ke dalam subway untuk berbagai keperluan. Hal ini disebabkan jenis makanan ini praktis digunakan sebagai menu sarapan tanpa harus mengeluarkan uang banyak untuk membeli sepotong atau membutuhkan waktu cukup besar dalam mengolahnya, anda tinggal duduk sebentar, sudah dapat menikmati kelezatannya.

Sedangkan di rumah, anak – anak suka menyantap waffle dan pancake hangat buatan mama mereka. Berasa manis dengan siraman sirop maple. Namun bila kedua orangtua mereka sibuk di kantor sehingga tidak mempunyai waktu luang, sereal menjadi jawaban. Sereal adalah penolong di rumah tangga warga Amerika dan kota - kota besar dunia lainnya. Tetapi ketika waktu memungkinkan, sarapan lengkap merupakan pilihan favorit untuk dinikmati oleh warga Amerika. Seperti hash brown, potongan kecil kentang yang digoreng, telur dadar, bacon dan telur mata sapi adalah sumber protein tinggi untuk kesehatan tubuh manusia. Menu lengkap sarapan pagi dapat diperoleh di kafe penyaji menu sarapan dengan menawarkan harga – harga terjangkau. Resto - resto penyaji menu sarapan pagi lengkap adalah IHOP dan Original Pancake House.

***

Satu minggu kemudian, Alex dan Amelie kembali ke apartemen mewah mereka di kota Paris. Mereka tiba dari bandara tepat pukul satu tengah malam, lalu meluncur menuju ke apartemen dengan menyewa sebuah taksi.

Tiba – tiba perasaan Amelie gelisah dan khawatir, sayup – sayup ia mendengar lagu Gloomy Sunday oleh Billie Holliday dari sebuah gereja yang terletak berdekatan dengan kompleks apartemen mereka :

Sunday is gloomy
the hours are slumberless
dearest the shadows
I live with are numberless

Little white flowers
will never awaken you,
not where the dark coach
of sorrow has taken you

Angels have no thought
of ever returning you
would they be angry
if I thought of joining you?

Gloomy Sunday

Gloomy Sunday
with shadows I spend it all
my heart and I
have decided to end it all

Soon there'll be prayers
and candles are lit, I know
let them not weep
let them know, that I'm glad to go

Death is a dream
for in death I'm caressing you
with the last breath of my soul
I'll be blessing you

Gloomy Sunday

Dreaming, I was only dreaming
I wake and I find you asleep
on deep in my heart, dear

Darling, I hope
that my dream hasn't haunted you
my heart is telling you
how much I wanted you

Gloomy Sunday

It's absolutely gloomy Sunday

Pesimis dan depresi, berakar sangat dalam di seluruh dunia dimana bunuh diri dianggap sebagai solusi.

Nada – nada aneh mencekam dan lirik yang menyayat hati merupakan pertanda kematian dan kerinduan untuk sesuatu yang berada jauh di negeri seberang. Lagu berirama sedih dan monoton adalah media pembujuk agar seseorang mudah merasa tertekan dan ingin bunuh diri !

Dugaan Amelie ternyata benar. Begitu ia membuka pintu apartemen, ruang tamu berantakan, dimana – mana berserakan pecahan benda – benda mahal dari keramik dan kaca karena dipukul secara kasar oleh seseorang ! Namun yang membuat mereka sangat terkejut dan sedih adalah kucing kesayangan bernama Munchkin ditemukan tewas mengenaskan di bawah sofa elegan ruang tamu mereka !

Nun jauh di sana, London, sayup - sayup suara gemerencing lonceng perak kecil milik si gipsi misterius, Athena, kembali membelah pekatnya malam di kota Paris !

 

 

 

 

 

 

 

About The Author

Kadek Nila Utami 23
Novice

Kadek Nila Utami

Suka membaca dan menulis

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel