Ketika Sakura Bersemi Di Kota Wamena

22 Apr 2021 15:00 478 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Ketika sakura bersemi di Kota Wamena.

Musim semi di kota Chapel Hill, North Carolina.

Sementara pelatihan untuk perlombaan sepeda gunung sedang berlangsung, Mark Lewis High School kelas 12, beberapa siswa dan siswi sedang disibukkan oleh berbagai aktifitas menjelang perlombaan dimulai. Adalah tiga laki – laki yaitu Zac Waite, Dace Qays dan Padraic Palmer berencana akan berlatih sepeda ke bukit Whisper Falls dimana saat mereka memasuki kawasan wisata air terjun Chapel Hill di dekat hutan perdu, mereka bertemu seorang gadis misterius yang mengenakan pakaian aneh, tatapan mata setajam burung elang, berdiri dengan gagah tepat dibelakang air terjun di hutan tersebut dekat dengan sebuah kastil kuno North Carolina. Awalnya mereka bertiga mencurigai sesuatu yang tidak benar akan terjadi karena sikap gadis itu tidak bersahabat sama sekali. Namun ketika Zac memberanikan diri mendahului tersenyum, ternyata tanggapan gadis itu sangat antusias dan ramah menyambut uluran tangan pertemanan yang ditawarkan oleh mereka. Nama gadis itu adalah Susanna Twains, seorang gadis kulit hitam, mempunyai seraut wajah sangat anggun, cantik dan berperawakan halus. Lima menit berlalu, mereka berempat menjadi cepat akrab lalu Susanna mengajak Zac, Dace dan Padraic untuk mampir ke kastil kuno milik keluarga Twains.

Kastil kuno keluarga Twains mirip menyerupai bangunan kastil mewah Corfe yang terletak di salah satu puncak pengunungan Dorset, Inggris dan seperti bentuknya, kuno peninggalan abad ke 9 ini, aku merasa dalam suasana mencekam tahun 1796 dimana dunia Amerika sedang dilanda masa – masa perbudakan terganas di dunia.

Di dalam kastil, aku seperti dibawa jauh ke masa – masa sulit Amerika, pertengahan abad ke 9, serasa kiamat akan segera tiba ! Tetapi tak ada satu orang pun yang pasti mengetahui kapan hari menakutkan itu akan datang. Karena beberapa orang yang sudah bisa menduga atau meramal jauh – jauh hari, ketakutan tersebut dapat diantisipasi dengan persiapan melindungi diri seperti membuat tempat untuk bersembunyi atau melarikan diri dengan membangun semacam benteng di bawah tanah, sebagai lokasi persembunyian dimana di sini Anda bisa berharap dan berdoa untuk menyelamatkan diri dari hari kiamat itu. Seperti halnya salah seorang keluarga kaya raya Amerika Serikat, Susanna Twains, keluarganya membuat kastil ini di kawasan sunyi perbukitan North Carolina sebagai benteng untuk berjaga - jaga terhadap situasi tidak nyaman mendekati hari kiamat !

Brent Twains Sr, kakek dari pihak keluarga ayah Susanna, adalah seorang pria yang pernah tinggal di salah satu kota di Amerika Serikat ini, sangat percaya bahwa kiamat terjadi karena dipicu oleh adanya gelombang elektromagnetik sangat kuat, memadamkan semua jaringan listrik dan mempengaruhi umat manusia untuk masuk kembali ke zaman kegelapan.

Brent bersikeras tetap bertahan di bumi ini meski kiamat segera tiba, karena itulah dia membangun sebuah kastil sekaligus berfungsi sebagai benteng yang dilengkapi dengan sebuah jembatan besar dan bunker bawah tanah. Beliau rupanya serius menanggapi mitos tentang hari kiamat dengan membuat langkah – langkah cermat untuk menghindarinya. Brent membangun sebuah kastil keluarga sangat mewah di atas perbukitan Whisper Falls yang berada jauh di tengah hutan North Carolina, Amerika. Seperti mereka yang lainnya, dia dengan keyakinan kuat siap menghadapi hari kiamat yang sewaktu – waktu datang seperti sebuah badai tsunami besar dalam sebuah acara favorit keluarga, Doomsday Preppers yang ditayangkan di salah satu channel televisi kota Chapel Hill, Brent giat berlatih memakai senjata, mengumpulkan bahan – bahan persediaan makanan mentah dan persiapan lainnya dalam menghadapi hari berbahaya tersebut tiba. Hari kiamat akan berpengaruh besar terhadap orang – orang yang sebelumnya berjalan di terangnya petunjuk Allah, tiba – tiba berubah menjadi jahat. Benteng yang dibangun oleh Brent dan keluarga juga dilengkapi dengan bangunan anti api yang kokoh sehingga susah untuk terbakar.

Brent Twains Sr, seperti dilansir National Geographic Channel, adalah salah satu pensiunan perwira infanteri Amerika Serikat. Kastil bergaya benteng kuno abad pertengahan ini memang sengaja beliau bangun bersama dengan keluarga tercinta, anak dan istrinya. Sebenarnya mitos tentang hari kiamat sudah dekat bagi keluarga ini bukanlah merupakan masalah penting namun mempunyai sebuah benteng seperti ini, dapat dikatakan adalah hal paling bahagia dan bisa digunakan untuk berkumpul bersama seluruh anggota keluarga yang ada di mancanegara sambil membuat acara - acara seru semacam pesta keluarga. Brent menjelaskan bahwa kelak kastil ini akan sangat berguna dipakai sebagai tempat untuk piknik atau liburan buat anak - anak.

Selanjutnya diantara mereka bertiga, Zac adalah satu – satunya yang mempunyai perasaan tertarik begitu dalam dengan Susanna dan selanjutnya mereka berdua menjalani suatu hubungan serius meski harus melalui jarak jauh. Zac dengan hati berkilau penuh kesabaran mempelajari sifat Susanna yang mempunyai sedikit sisi temperamental merupakan penghalang satu – satunya yang membuat gadis itu terbelenggu akan gaya hidup gadis – gadis Amerika era tahun 1796.

Karena besarnya rasa ingin tahu tentang kehidupan pribadi gadis itu, Zac menyisir perjalanan jauh ke masa silam melalui sejarah panjang untuk belajar kembali tentang kehidupan brutal, dimana dia akhirnya terjebak dalam masa – masa pahit perbudakan dunia melanda Amerika. Pengetahuan sejarah yang terlalu berbahaya. Segera ia harus memilih antara risiko membuat perubahan sejarah itu sendiri atau tetap melanjutkan kehidupan pribadi mereka berdua, jalinan tali kasih sebuah kisah cinta terindah di dunia bersama dengan seorang gadis yang tidak bisa berhenti memikirkan kehidupan sengsara dari nenek moyang mereka di tahun 1796.

Awal cerita dipenuhi oleh sisi gelap kehidupan kaum minoritas dari komunitas orang – orang berkulit hitam di Amerika, brutal dan memilukan, tentang salah satu kehidupan seorang gadis dalam waktu kolonial yang tidak adil dan seorang anak laki - laki yang cukup peduli untuk ingin menyelamatkannya dari nasib buruk.

Mark Lewis High School adalah salah satu sekolah menengah umum yang terletak tepat di jantung kota Chapel Hill, North Carolina, intens mengadakan pelatihan siswa/wi untuk Cross Country perlombaan sepeda gunung, ketika suatu hari, salah seorang siswa mereka, Zac Waite tersandung oleh bisikan – bisikan aneh yang datang dari tebing – tebing tinggi nan curam di kawasan wisata bukit Whisper Falls. Di sana, ia dan dua temannya akhirnya melihat dan berjumpa dengan seorang gadis aneh mengenakan pakaian dari jaman kolonial era tahun 1796 di sebuah gua dekat dengan air terjun. Tapi ketika dia berbicara kepadanya tentang mesin waktu, Zac mencurigai ada sesuatu yang tidak sehat terjadi di sini. Gadis aneh bernama Susanna Twains mengklaim bahwa sekarang adalah tahun 1796, dua ratus tahun sebelum waktu Zac terlahir ke dunia !

Ia memiliki semua yang saya suka dalam pelarian kehidupan saya di masa silam. Perjalanan waktu, fantasi, roman dan meskipun aku biasanya tidak begitu suka membaca buku sejarah begitu mendetail seperti yang dia lakukan, saya menemukan satu titik menjadi begitu sangat menarik. Itu adalah kisah yang sangat kuat dan penuh kasih terselip pada periode waktu yang kejam. Setiap kali kami mengunjungi tahun 1796, aku merasa seperti aku diangkat melalui halaman demi halaman. Aku merasa sangat gugup untuk melihat apa yang akan terjadi selanjutnya dengan Susanna atau orang lain dalam kehidupannya, untuk memikirkan jangka waktu dalam sejarah menyakitkan hati saya (pada akhirnya). Dalam hal ini tentang kehidupan seorang servant, sulit, kesepian, pahit dan benar - benar kejam. Untuk berpikir saja, Anda harus mematuhi tuan rumah atau Master dan berhati - hati dari semua yang Anda lakukan. Dengan kaki telanjang (kecuali untuk musim dingin), membersihkan, memasak, tidur di jerami kandang kuda dan bertahan terhadap hukuman – hukuman biadab dan terkejam yang dilakukan tuan rumah meskipun apa yang telah mereka lakukan selama ini adalah benar. Selalu kelaparan, hilang dan selalu ketakutan serta tidak mampu mengubah nasib sendiri. Saya pikir itu sebabnya saya harus segera membawa Susanna keluar dari pola pikir keluarga dan nenek moyangnya tertanam secara otoriter dari jaman kolonial masa – masa silam tahun 1796, agar tercipta sebuah suasana baru dan angin segar masuk ke dalam kisi – kisi tua kastil keluarga Twains.

Jalan cerita kami berdua pun dimulai.

Susanna benar - benar menimbang sebuah tawaran berat, berpikir dengan hati untuk menyelami maksud uluran tangan Zac, atau Anda merasa seperti Anda akan melakukan apa saja untuk mengubah nasib yang sudah ditakdirkan seperti ini. Sementara disisi lain, secara tidak sengaja saya juga menemukan aspek sejarah terbaru yang sama menariknya seperti kisah – kisah perbudakan tahun 1796, menemukan informasi baru dalam mengungkap tentang mitos yang tersirat dalam cerita/buku Worthville.

Konsekuensi tindakan dari keluarga Twains telah menyebabkan adanya perubahan mendasar dalam jangka waktu tertentu terhadap kepribadian Susanna hingga akhirnya dia bisa berteman akrab dengan Zac. Ada banyak warna, dari abu – abu, yang ikut berbicara secara realistis tentang bagaimana cara berjalan ke dalam periode waktu masing - masing dimana banyak pertanyaan belum bisa terjawab, mengapa bisikan – bisikan angin tersebut bisa bertindak seperti kejadian yang hampir sama persis terulang kembali di masa lalu. Saya berpikir mungkin ini bisa dijadikan sebagai petunjuk jalan untuk kami bisa keluar, tetapi sekali lagi cerita yang dikatakan dan dilakukan, itu benar - benar tampak sebagai sebuah takdir, sihir atau perbuatan mulia, Zac dan Susanna dimaksudkan untuk hidup berdampingan bersama – sama, selamanya.

Saat - saat kebersamaan antara Susanna dan Zac sangat manis, lembut dan hangat.

Susanna adalah seorang gadis seperti dari abad yang berbeda, sehingga di awal mereka menjalin hubungan kekasih, banyak terjadi momen – momen dan percakapan sangat lucu diantara mereka berdua, karena Zac tidak berusaha untuk membuat sebuah perubahan besar dalam diri Susanna, membuat gadis itu adalah tetap menjadi seorang gadis manis dan rendah hati yang memiliki hati sangat indah. Dia berani dan peduli serta lebih tangguh merupakan satu – satunya harapan untuk kelanggengan sebuah hubungan baru. Zac adalah seorang pemuda dari keluarga baik - baik. Dia seperti remaja yang lainnya, sehari - hari disibukkan oleh masalah – masalah umum dari dalam keluarga hingga soal perempuan cantik, tapi dia lebih didedikasikan untuk dunia olahraga dimana dia bisa leluasa selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik. Sesuatu tentang Susanna telah menyentuhnya dan tanpa alasan yang nyata, seluruh dunianya berubah dan semua yang dia ingin lakukan adalah menemukan cara untuk melihatnya, bersamanya dan membebaskannya. Dan suatu waktu, saya hanya ingin memeluknya. Ini bukan tentang nafsu atau hasrat, itu hanya tentang kepedulian terhadap seseorang begitu dalam sehingga Anda akan melakukan apa pun, bahkan berjalan selama berabad - abad, untuk menyelamatkannya. Dan itu indah dilakukan.

Musim semi di kota Wamena.

Semua dalam satu. Saya sangat menikmati waktu terindah ini. Kami, Zac dan Susanna akhirnya mencuri hati banyak orang dalam balutan gaun pengantin maha karya desainer Hanai Mori, satu pernikahan abadi berlangsung di sebuah kota kecil Wamena, terletak di Pulau Jayapura Indonesia. Dalam nuansa kultur Jepang, pernikahan tersebut berjalan dengan khidmat.

 Blue lake and it’s my heart, Wamena.

Salah satu kawasan wisata berlatarbelakang sejarah kepulauan Indonesia adalah kota Wamena yang sampai saat ini masih di sakralkan dan di jaga sangat baik oleh semua warga masyarakatnya terutama tentang objek sejarah serta asal - usul manusia beradab pertama di lembah Baliem Wamena. Telaga Biru terletak di desa Maima, merupakan salah satu objek  wisata budaya bersejarah yang hingga era sekarang diyakini seperti cerita – cerita mitos beredar bahwa tempat ini mempunyai sejarah misteri mengenai lahirnya asal - usul manusia dari lembah Baliem Wamena sampai ke wilayah pegunungan tengah bahkan kawasan wisata Nabire Paniai.

Telaga Biru Maima, berarti suatu tempat di bawah di mana ada air, sampai kini menjadi sebuah objek bersejarah dan salah satu lokasi objek wisata budaya yang kelestariannya dijaga dengan baik oleh pemerintah daerah setempat karena mempunyai beragam cerita diyakini oleh masyarakat di lembah ini sebagai sejarah dari asal - usul manusia pertama di bumi.

Keunikannya adalah air di sini selalu berwarna biru kehijau - hijauan dimana dipercaya bersumber dari sebuah mata air pada kedalaman kurang lebih tujuh meter terletak di bawah permukaan air, tepat di kaki sebuah gunung dan merupakan daya tarik tersendiri khusus bagi para wisatawan mancanegara.

Menurut mitos, asal - usul manusia pertama adalah keluar dari dalam telaga dalam keadaan kurang sempurna, tidak memiliki mata dan telinga, senang duduk - duduk serta memainkan sebuah busur dan anak panah namun tiba - tiba mereka dikagetkan oleh sekelebat bayangan seseorang mempunyai kulit putih bersinar muncul dalam balutan pakaian kebesaran suatu daerah yang mereka tidak ketahui dari mana asalnya, hiasan berupa manik - manik menutupi seluruh tubuhnya yang akhirnya mereka sebut dengan naruekul atau nakmarugi, memiliki arti pengetahuan bagaimana cara Anda untuk bercocok tanam, adat – istiadat serta aturan perkawinan (wita - waya) dan pedoman menuju sebuah kehidupan yang lebih baik.

Perkembangan cerita selanjutnya, ia (seseorang yang berkulit putih bersinar) lalu dibunuh oleh orang tak dikenal dan dikuburkan dengan hanya ditutupi oleh daun - daun dari pohon hutan namun tiba - tiba dari tubuhnya keluar cahaya terang, lima menit dalam selubung kabut tebal berwarna putih, dihadapan mereka telah tersedia makanan berupa ubi - ubian, bibit pohon pisang, tanaman keladi dan hewan ternak seperti babi. Sementara tulang - belulangnya menghilang di bawa oleh angin senja beterbangan kemana - mana juga dipercaya sebagai bibit makanan. Oleh karena itu, sampai saat ini masyarakat setempat tetap memegang teguh adat istiadat dan kepercayaan daerah lelulur dengan menaruh sepotong tulang atau kaneke yang mereka simpan dengan rapi di dalam suatu ruangan terpisah dari seluruh anggota keluarga, dimana ritual ini mereka sebut dengan istilah honai adat atau pilamo.

Pemerintah setempat mendukung dan membenarkan tentang mitos kepercayaan tersebut di atas dan sampai saat ini melalui dinas terkait turut serta mengembangkan, menjaga dan melestarikan budaya kuno Telaga Biru Maima sebagai salah satu kawasan objek wisata terindah bagi kabupaten Jayawijaya, Indonesia.

Bunga sakura.

Sejak zaman Meiji, di seluruh Jepang telah ditemukan beragam jenis pohon sakura dari hasil persilangan, seperti jenis someiyoshino hingga bunga sakura yang tumbuh subur di daerah pegunungan dari jenis yamazakura dan yaezaki no sakura. Di saat musim mekarnya bunga sakura, ribuan batang pohon someiyoshino dan yamazakura atau yaezaki no sakura bermunculan terutama di Pegunungan Yoshino (Prefektur Nara) membuat suasana alam di sini terlihat menakjubkan dalam balutan nuansa warna putih, oranye, merah, merah jambu atau merah muda dan warna hijau muda.

Musim saat ini, semua pohon bunga sakura di Pegunungan Yoshino mulai bermekaran. Taman -taman di bawah kaki bukit penuh dengan pohon sakura berbunga, selalu ramai oleh pengunjung dari berbagai mancanegara. Seperti saat ini, Zac dan Susanna berdiri di bawah sebatang pohon bunga sakura berwarna merah muda, erat saling berpegangan tangan, melihat ke langit biru, begitu menikmati indahnya pesona alam bunga sakura yang indah bergoyang – goyang ditiup angin dan membuat beberapa mahkota bunga berjatuhan di atas tanah.

Dari saat kuncup hingga musim mekar bunga sakura, waktu – waktu terindah ini begitu dinanti oleh sebagian kaum wanita, masyarakat Jepang. Karena hal ini sebagai pertanda bahwa sebentar lagi musim semi akan tiba, dimana salju - salju berat mulai mencair dan cuaca serta udara diganti dengan kehangatan, musim yang oleh orang Jepang dianggap sebagai hari penuh masa depan cerah dan harapan – harapan mereka pasti terkabul. Bunga – bunga sakura yang bermekaran mempunyai sejuta makna di hati kaum wanita Jepang seperti sebuah makna kesejukan, keheningan, kebahagian dan ketenangan. Sedangkan kelopak – kelopak mahkota bunga sakura yang mulai berjatuhan atau berguguran, lebih bermakna kepada perpisahan.

Makna lain yang bisa dijumpai dari symbol keindahan bunga sakura adalah sebagai perlambang kegembiraan dan kesedihan serta mengingatkan umat manusia agar selalu bersyukur serta menghargai kehidupan maupun kesedihan, sakura selalu mengingatkan bahwa segala yang ada di dunia ini terkadang mempunyai kebalikan. Ada sedih, ada gembira, ada hidup, ada saatnya mati. Ada saatnya merekah dengan indahnya dan kemudian ada saatnya berguguran.

Begitu mempesona !

 

 

 

 

 

About The Author

Utamii 34
Ordinary

Utamii

Suka membaca dan menulis

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel