Cinta Untuk Karen

20 Apr 2021 16:40 321 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Cinta untuk Karen. 

Indahnya desa Monschau di Jerman yang sering terlupakan.

Dikenal sebagai permata dari Eiffel, desa ini adalah paling mengesankan yang ada di Eropa. Berlokasi di tepi sungai, desa bekas peninggalan Romawi kuno ini merupakan desa nelayan di utara Jerman. Keindahan panorama alam yang masih perawan di pinggir laut semakin lengkap dengan hijaunya pohon kelapa liar dan ladang sayur – mayur di sepanjang jalan – jalan tikus menuju pantai.

Saat matahari bersinar kian tinggi dan siang menjelang, suhu udara di sekitar desa akan berangsur – angsur naik. Tibalah musim semi yang slalu dinantikan oleh seluruh warga desa, dimana – mana bermekaran bunga - bunga musim semi seperti daisy ungu, canola kuning, azalea ping, atau cherry berwarna – warni. Juga musim ini adalah waktu tepat untuk berkebun rempah – rempah seperti seledri, peterseli, cabe, basil, dan oregano di lahan kosong dekat jendela ruang makan keluarga. Atau jalan – jalan ke ladang yang terletak di atas bukit, beberapa petani menanam kentang dan kacang – kacangan, wortel, tomat, zucchini, radish, kohlrabi, dan bawang.

Berkebun membutuhkan kesabaran dan ilmu pengetahuan khusus juga perawatan yang telaten. Terakhir adalah menunggu, bulan Juli hingga Agustus merupakan puncak musim panas, beberapa jenis tanaman sudah bisa dipanen. Hasil ladang dijual ke pasar – pasar tradisional atau mall – mall di kota. Lumayan untuk menopang kehidupan perekonomian keluarga petani kecil di desa ini.

***  

Adalah Karen Helmer, seorang wanita muda berjiwa besar dengan semangat tak tertahankan, namun memiliki beberapa rahasia kecil tentang kekasihnya ketika ia remaja dan dua malaikat penolong (Connor Berdy dan Ken Berchtwald) setelah kegagalan menjalin hubungan kekasih dengan cinta pertama, Danny Alfonso.

Ketika itu musim salju di ujung tahun, perayaan Natal yang mengharukan di sebuah kawasan wisata Cologne, Jerman.

Kota ini slalu meriah dalam menyambut datangnya malam Natal. Cologen merayakan Natal dengan menggelar festival budaya dan pameran makanan terutama sederetan anggur terlezat di dunia yang paling diminati oleh warga Jerman. Pemerintah setempat juga menggelar pasar Natal yang menyajikan beragam penganan dan minuman tradisional olahan tangan – tangan dingin para Lady Eropa di kawasan Katedral Kolner Dom. Tempat ini sangat indah berlatarbelakang jutaan lampu warna - warni yang menghiasi tiap sudut kota, membuat Colonge berkesan romantis di malam hari. Bagi yang suka pertunjukan teater boneka, anda bisa mendapatkannya di setiap gedung bioskop dan hal ini membuat warga sangat antusiasme mengunjungi pasar malam Natal sehingga suasana kota semakin hidup.

Memasuki kawasan perumahan penduduk di sepanjang jalan – jalan tikus, suasana perayaan malam Natal terasa sedikit berbeda dengan kondisi di pinggir jalan raya utama atau pusat kota. Karena di tempat ini, Natal dirayakan dalam suasana tempo dulu. Warga asli memasak beberapa sajian makanan yang diramu memakai resep tradisional Eropa kuno dan rempah – rempah dari Asia dan India, siap dihidangkan dan disantap bersama seluruh anggota keluarga pada malam Natal. Jika masih mempunyai waktu luang, selesai acara makan malam, anda dapat mengelilingi suasana kota di sepanjang jalan – jalan tikus yang cukup sempit, terlihat pemandangan kota yang menakjubkan, jajaran pohon cemara dengan hiasan beberapa lampu warna – warni berkilauan disertai alunan lagu – lagu pujian Natal, akan membawa anda ke era kehidupan tentram dan damai sepasang pangeran dan putri penghuni dunia dongeng. Namun kesan Natal di tempat ini adalah jauh dari sentuhan modern tetapi tetap memberikan nuansa romantis bagi pasangan kekasih atau pengantin baru yang berlibur ke sini.

Di villa Quebec, Cologne, Jerman.

Mum dan Dad sedang asyik menonton acara TV di ruang keluarga dalam villa yang kami sewa untuk menghabiskan liburan musim dingin dan Natal serta tahun baru di kota Cologne.

Saat itulah aku memiliki sebuah rahasia yang tidak ingin aku bagi dengan siapa pun juga termasuk kedua teman terbaikku (Connor dan Ken) yang saat ini sedang berada di kota Paris. Saya kehilangan keperawanan saya di kamar tidur dengan Danny Alfonso sementara Mum dan Dad sedang di ruang keluarga. Sekali lagi aku tekankan, rahasia ini tidak akan aku bagi dengan siapa pun di dunia ini !

Kembali ke desa Monschau.

Saya tidak tahu dan tidak pernah mengerti tentang NATO dan singkatannya. Hingga hari ini, aku sedang membuka email dan mendapatkan sebuah pesan manis dari orang asing berwajah tampan yang sempat berkenalan dengan kami di dalam pesawat dari kota Cologne menuju ke Monschau. Dia bernama Jack Harper, CEO pada sebuah perusahaan IT, adalah tipe seorang pria yang tahu setiap detail memalukan tentang seorang gadis seperti aku. Lucu dan shopaholic. Ada sesuatu yang sangat alami dan begitu manusiawi tentang ketidaknyamanan dan berakhir dalam kondusi delusi. Layaknya seorang bayi yang baru lahir, kami sedang kejar -kejaran romantis dan sedikit kurang ajar bagi saya karena sebuah rahasia hidup yang aku sembunyikan dan tidak ada seorang pun yang boleh mengetahuinya. Perasaan ini adalah hanya saya dengan Jack yang seksi. Kami hanya ingin melewatkan pada adegan – adegan berikutnya dimana ia akan muncul lalu saya tidak sabar ingin mengetahui, apa rahasia berikutnya, apakah dia akan menggantungku ?

***

Sebuah hubungan yang slalu aku hindari selama ini adalah cinta segitiga karena sulit aku hentikan dan membuat aku sangat menyesal melebihi hubungan kami yang tak pernah sampai ke jenjeng pernikahan. Ada Connor Berdy dan Ken Berchtwald, dua sahabat terbaikku yang dengan sukarela menemani hari – hari shopaholicku ketika hubungan antara aku dengan Danny Alfonso sedang di ujung keretakan. Tetapi kini muncul Jack ?

*** 

Aku yang berjalan dengan kehendakku bahwa berusaha untuk memilihmu dengan cinta paling dalam di hatiku. Akhirnya, engkau yang kucintai sekalipun kutahu bahwa cinta kita kali ini adalah tersulit untuk diperjuangkan sehingga tetap bersatu. Melalui sebuah cinta segitiga dengan liku – liku jalan penuh tanjakan, dimana ada air mata, ada luka, ada takut, ada kecewa  bercampur aduk ………. antara cinta, kasihan dan apakah akan ada pengkhianatan lagi namun sampai kapan ? Entahlah !

Aku tertunduk dalam keheningan malam, tanpa harus mengeluarkan sepatah kata pun. Lalu hanya bisa berucap, “ Aku mampu menjalaninya, suatu hari nanti kami akan memutuskan dan pada akhirnya, sebuah cinta di dalam hati akan terukir indah pun di dalam diri.

 

 

 

 

  

About The Author

Utamii 34
Ordinary

Utamii

Suka membaca dan menulis

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel