Ciri Tanah Subur dan Tanah Tidak Subur

28 Apr 2021 12:45 417 Hits 1 Comments Approved by Plimbi

Erat hubungannya dengan bidang pertanian, tanah memegang peranan yang sangat penting guna menentukan keberhasilan budidaya tanaman. Ini bisa terjadi karena tanah adalah merupakan media tumbuh, penyimpan unsur hara, udara, cadangan jenis – jenis air dan sebagai rumah yang nyaman bagi mikroorganisme yang memiliki tugas menguraikan sisa – sisa bagian tumbuhan yang sudah mati untuk kembali menjadi unsur hara.

Erat hubungannya dengan bidang pertanian, tanah memegang peranan yang sangat penting guna menentukan keberhasilan budidaya tanaman. Ini bisa terjadi karena tanah adalah merupakan media tumbuh, penyimpan unsur hara, udara, cadangan jenis – jenis air dan sebagai rumah yang nyaman bagi mikroorganisme yang memiliki tugas menguraikan sisa – sisa bagian tumbuhan yang sudah mati untuk kembali menjadi unsur hara.

Tanah terjadi melalui berbagai proses biologis dan kimiawi yang terikat antara satu dengan yang lainnya di dalam satu siklus perputaran.

Berawal dari sisa – sisa tumbuhan seperti dedaunan, ranting, dan akar yang mulai membusuk akan terurai berkat bantuan mikroorganisme yang akan menjadi bahan organik yang akan diserap oleh tanaman guna melalui proses pertumbuhan. Dari sini tumbuh ranting dan daun – daun baru dimana seiring dengan berjalannya waktu akan mengalami penuaan kembali jatuh ke permukaan tanah, begitu seterusnya hingga membentuk sebuah siklus. 

Kesuburan Tanah Dan Pengertiannya

Secara garis besar pengertian dari kesuburan tanah adalah sebuah kondisi atau keadaan dan kemampuan tanah guna mendukung pertumbuhan tanaman dengan beragam komponen yang ada didalamnya seperti biologi, kimiawi dan fisika.

Kesuburan tanah hampir sama dengan kesehatan tanah namun memiliki sedikit perbedaan dimana kesehatan tanah cenderung diartikan sebagai sebuah kondisi atau keadaan tanah yang mendukung atau menjamin tanaman bisa tumbuh dan berkembang secara optimal tanpa adanya gangguan – gangguan dari berbagai aspek. 

Secara keseluruhan antara kesuburan dan kesehatan tanah sangatlah sulit untuk dibedakan karena biasanya jenis – jenis tanah yang subur tentu akan menyebabkan tanaman akan mampu tumbuh sehat terlepas dari faktor bibit penyakit yang sewaktu – waktu bisa saja menyerang suatu tanaman. Nah agar tanaman mampu memanfaatkan fungsi dan peran tanah seoptimal mungkin maka diperlukan kondisi tanah yang subur sehingga bisa mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Karena dalam hal ini peranan kesuburan tanah sangat penting sehingga sebelum anda memulai program tanam pada lahan baru hendaknya melakukan observasi guna mengetahui tingkat kesuburan terhadap suatu tanah.

Ciri – Ciri Tanah Subur

Kesuburan tanah sangat tergantung dari beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi tanah bersangkutan seperti penghanyutan lapisan tanah atau erosi tanah, penyerapan salah satu unsur hara oleh satu jenis tanaman, penguapan elemen hara seperti nitrogen ke atmosfer dimana semuanya akan menyebabkan kesuburan tanah menurun. Beberapa tindakan intervensi manusia seperti pemberian pupuk organik, melakukan rotasi tanaman untuk membuat drainase dan tindakan – tindakan lainnya bisa memberikan dampak positif bagi kondisi tanah.

Tanah yang subur merupakan dambaan semua manusia dimana tidak ada seorang pun yang menghendaki tanah untuk lahan bercocok tanam dalam kondisi kurang subur maka untuk itu dibutuhkan pengetahuan untuk mengenal ciri – ciri tanah subur yang penjelasannya adalah sebagai berikut.

1/ Bisa ditumbuhi oleh berbagai ragam tanaman

Ciri dari suatu tanah bisa dikatakan subur adalah dengan memperhatikan vegetasi yang tumbuh di atasnya. Semakin banyak dan beragam jenis tanaman yang tumbuh di dalamnya maka semakin baik kualitas tanah bersangkutan. Seperti halnya dimana ada banyak gula maka akan semakin banyak semut, begitulah perumpamaan untuk mempermudah pemahaman mengenai hubungan antara kesuburan tanah dengan vegetasi.

2/Kaya akan biota tanah

Kehadiran sejumlah makhluk hidup yang memiliki ukuran sangat kecil sebagai penghuni tanah merupakan tanda bahwa di dalam tanah bersangkutan tersedia beragam bahan organik yang sangat dibutuhkan oleh mikroorganisme guna menunjang hidupnya. Jadi dalam hal ini mikrofauna dan mikroflora memegang peranan sebagai indikator kesuburan tanah.

3/ Mempunyai tekstur lempung

Kondisi tanah yang subur akan memiliki struktur lempung yang berfungsi untuk mengikat beragam mineral sehingga tidak mudah hanyut terbawa oleh air. Namun kandungan lempung di dalam tanah haruslah normal dan terletak pada bagian lapisan tanah bagian tengah. Selain itu juga mengandung pasir yang mencukupi dimana manfaatnya adalah untuk memungkinkan terjadinya drainase sehingga air bisa terserap ke dalam tanah dengan sempurna.

4/ Mengandung pH dalam kondisi netral

Tanah yang subur haruslah mempunyai tingkat keasaman dalam kondisi seimbang dimana perlu diketahui pH normal tanah yang terletak pada kisaran 6 hingga 8 atau pada kondisi terbagus mengandung pH antara 6,5 hingga 7,5. Tanah dengan tingkat pH yang netral akan memungkinkan untuk tersedianya beragam unsur kimiawi tanah yang seimbang. Inilah yang menyebabkan mengapa pada kondisi tanah yang terlalu asam membutuhkan dilakukan proses pengapuran dengan tujuan untuk mengembalikan pH tanah ke dalam kondisi yang netral. Begitu juga saat tanah dalam kondisi terlalu basa yaitu > dari pH 8 membutuhkan diberikan sulfur atau belerang yang terkandung di dalam pupuk ZA / ammonium sulfat. Dengan pH yang netral maka diharapkan tumbuhan akan menjadi lebih mudah menyerap ion – ion unsur hara dan menjaga perkembangan mikroorganisme tanah.

5/ Mempunyai lapisan humus tebal

Tanah yang subur bisa diketahui dengan cara melihat ketebalan bunga tanah atau humus di dalamnya. Semakin tebal bunga tanah maka menandakan bahwa tanah bersangkutan kaya akan bahan – bahan organik dan unsur hara sehingga tanaman dengan mudah menyerap zat hara bersangkutan sebagai bahan baku untuk melakukan proses fotosintesis. Juga ketersediaan humus sebagai tanda bahwa sistem drainase lahan sekitar adalah bagus. Hubus yang tebal dapat meningkatkan daya hisap tanah terhadap air dimana hal ini disebabkan adanya struktur lapisan humus berongga sehingga memungkinkan air untuk masuk lebih besar.

Ciri Tanah Yang Kurang Subur

Ketidaksuburan sebuah tanah biasanya diakibatkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi tanah bersangkutan akan menyebabkan tanah menjadi tidak subur alias tanah tandus yang bisa merugikan makhluk hidup di planet Bumi tercinta. Berikut tersebut di bawah ini kami berikan penjelasan mengenai ciri – ciri tanah yang tidak subur antara lain sebagai berikut :

1/ Adanya sedikit vegetasi yang mampu tumbuh di dalamnya

Apabila suatu tanah hanya menyimpan sedikit tanaman yang tumbuh di atasnya baik itu secara kuantitas ataupun kualitas maka menandakan bahwa tanah bersangkutan miskin unsur hara atau mempunyai unsur hara tetapi tidak beragam. Contohnya adalah tanah yang hanya mengandung salah satu unsur hara maka hanya beberapa vegetasi yang mampu bertahan hidup.

2/ Mempunyai kandungan pH yang kurang netral

Tanah yang menyimpan derajat pH yang terlalu asam atau terlalu basa kurang bagus bagi pertumbuhan tanaman. Contohnya adalah jika pH suatu tanah di bawah 6 atau di atas 8 maka pertumbuhan tanaman yang hidup di atasnya tidak akan seimbang karena seringkali tanah mengalami keracunan unsur A1 jika tanahnya terlalu asam dan akan mempunyai kadar Ca dan molybdenum tinggi jika terlalu basa.

3/ Menyimpan biota yang sedikit 

Karena kondisi pH tanah yang kurang netral akan berpengaruh terhadap struktur kimiawi tanah juga tidak seimbang seperti contoh saat unsur A1 terlalu tinggi maka akan meracuni tanaman, jika tanaman saja bisa teracuni maka begitu juga dengan mikroorganisme tanah menjadi tidak betah hidup pada kondisi seperti ini.

4/ Mempunyai lapisan humus yang sangat tipis

Jumlah humus yang terkandung di dalam suatu tanah yang jumlahnya sangat tipis bisa menandakan bahwa telah terjadi pengikisan tanah oleh air atau erosi sehingga jika kondisi seperti ini terus berlanjut maka tak menutup kemungkinan lapisan bunga tanah yang kaya akan kandungan bahan – bahan organik tersebut akan habis terkikis dan hanya menyisakan lapisan tanah yang kurang subur dan miskin hara. Di samping faktor erosi atau pengikisan oleh air, lapisan humus yang tipis juga bisa muncul karena sedikitnya vegetasi yang tumbuh di tanah bersangkutan.

5/ Mempunyai tekstur keras

Pembahasan ini masih ada hubungan dengan pengikisan lapisan humus oleh air yang mana pada akhirnya hanya menyisakan lapisan atmosfer pada tanah bagian tengah yang sifatnya keras. Kondisi tanah terdiri atas beberapa horizon yaitu horizon O merupakan tempat lapisan humus dimana ketika horizon O ini hanyut terbawa air maka yang tersisa hanyalah horizon A yang sifatnya kurang subur dan keras.

Demikian kami menjelaskan dengan singkat mengenai ciri tanah subur dan tanah tidak subur dirangkum dari beberapa sumber berita. Semoga bermanfaat bagi para pembaca artikel ini.

 

 

 

Tags Keluarga

About The Author

Utamii 44
Ordinary

Utamii

Suka membaca dan menulis

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel