Oleh-Oleh Khas Jepang

17 Apr 2021 14:00 479 Hits 1 Comments Approved by Plimbi

Berlibur ke tanah Eropa mungkin telah menjadi idaman sebagian besar warga masyarakat di Indonesia. Namun perlu diketahui bahwa ada sebagian lain yang ternyata tidak ada keinginan berkelanan jauh-jauh ke negeri orang. Mereka hanya menentukan tujuan berlibur ke negara-negara tetangga di dataran Asia seperti Jepang yang menjadi tujuan berlibur sangat dinanti-nantikan oleh sebagian lain penduduk Indonesia tersebut.

Berlibur ke tanah Eropa mungkin telah menjadi idaman sebagian besar warga masyarakat di Indonesia. Namun perlu diketahui bahwa ada sebagian lain yang ternyata tidak ada keinginan berkelanan jauh-jauh ke negeri orang. Mereka hanya menentukan tujuan berlibur ke negara-negara tetangga di dataran Asia seperti Jepang yang menjadi tujuan berlibur sangat dinanti-nantikan oleh sebagian lain penduduk Indonesia tersebut.

Ketika berlibur ke Jepang maka pastikan anda telah membuat daftar makanan khas Jepang yang akan anda coba di samping menyiapkan uang khusus untuk membeli buah tangan yang terkenal unik dan aneh. Nah bila anda kebingungan mau membeli apa ketika berlibur ke Jepang maka berikut ini akan kami berikan beberapa rekomendasi oleh-oleh khas Jepang yang bagus, murah, dan menarik.

1/ Nama Chocolate

Konon mengkonsumsi cokelat bisa membuat si pemakannya merasa lebih bahagia dan mampu menghilangkan stres. Nah ketika anda berkunjung ke Jepang, ada baiknya luangkan waktu sejenak untuk mencicipi dan membeli oleh-oleh khas Jepang berupa camilan yaitu yang sedang populer adalah Nama Chocolate produk buatan Royce yang memiliki fungsi menghilangkan stres. Terbuat dari 25% krim segar yang secara langsung didatangkan dari peternakan sapi di Hokkaido dan dicampur dengan cukup banyak bubuk cokelat murni.   

Rasa yang dihasilkan sangat enak yaitu gurih dan manis apalagi ketika masuk ke mulut, cokelatnya langsung lumer dan tidak akan meninggalkan noda di gigi.

Dikenal ada banyak perpaduan cokelat pada produk-produk buatan Royce seperti yang dipadu dengan menggunakan potato cokelat, kacang, marshmallow, cokelat wafer, cokelat bar, cokelat crunch, cokelat murni seperti dark, milk, dan white dan cokelat kopi. Rasa yang ditawarkan berbeda-beda yaitu tercatat ada 5 varian rasa yang meliputi rasa white, au laut, mild cacao, champagne, dan bitter. Dikemas dalam wadah yang harus diletakkan pada suhu 10 derajat Celcius terdapat 20 potongan cokelat dengan tambahan pisau kecil guna menyantapnya. Karena ini adalah makanan maka harus dalam kondisi dingin.

2/ Sensu

Sensu adalah kipas tradisional Jepang yang memiliki keunikan yaitu bisa dibuka dan ditutup. Kipas ini akan mengipaskan angin bila digerakkan. Sudah terbit sejak zaman dahulu tepatnya pada tahun 1.200 tahun yang lalu namun baru eksis pada abad ke-19 dengan masuknya sensu ke Eropa. Pembuatannya dilakukan oleh para pengrajin dengan cara-cara tradisional yang wajib melalui 80 langkah untuk menyelesaikan sebuah kipas. Yang paling utama dari kedelapan puluh langkah tersebut adalah pembuatan rangka dan pelukisan motif.  

Dibuat dengan cara memotong bambu tebal berjumlah 10 sampai dengan 30 buah dengan bentuk sama tetapi bagian bawahnya harus ditempel sedangkan bagian atasnya diberi kertas. Nah kertas-kertas tempelan tersebut nantinya akan diberi motif tertentu sesuai dengan keinginan pengrajin atau pesanan seseorang yang ingin menjadikannya oleh-oleh khas Jepang.

Kipas ini sangat populer di Perancis yang sering digunakan oleh keluarga kerajaan yaitu memiliki bentuk khusus bernama bentuk evantail dengan perbedaan penggunaan bulu dan sutera. Di Jepang sendiri kipas ini sering digunakan saat ada pertunjukan seni yaitu salah satunya pada pertunjukan tarian Kabuki atau tarian Noh.

3/ Tenugui

Tenugui adalah handuk khas Jepang yang mempunyai motif beraneka ragam tetapi dibuat dengan gaya khas Jepang dengan bahan pembuatannya adalah dari katun. Tenugui biasanya dijadikan sebagai alat untuk menyeka tangan atau muka setelah terkena air namun ada juga yang memakainya di kepala dengan terlebih dahulu dibentuk layaknya ikat kepala lalu dikenakan. Orang-orang yang membeli Tenugui kerap memfungsikannya sebagai oleh-oleh khas Jepang unik yang nantinya akan dijadikan hadiah bagi keluarga di rumah. Salah satu toko populer yang menjualnya adalah Toko Koiki Shinjuku berada di area Stasiun Shinjuku yaitu hanya 1 menit saja jalan kaki untuk menuju kesana dari stasiun. Toko ini telah ada sejak tahun 1995 yang mempunyai ratusan model Tenugui keren dan modern.

Rata-rata harga untuk satu handuk Tenugui adalah sekitar 800 yen atau jika dirupiahkan menjadi Rp.94.000. Ada kelompok handuk yang limited edition yaitu memakai pola bunga empat musim dan ikan koi yang memanjat air terjun dimana keduanya dihargai sebesar 1.200 yen. Untuk yang khusus membeli sebagai hadiah maka pilih saja Gift Set Tenugui karena dalam satu wadah terdapat handuk dan berbagai hadiah khas Jepang lainnya.

4/ Yukata     

Yukata adalah pakaian sejenis Kimono yang dibuat dengan memakai kain katun tipis agar nyaman dalam memakainya karena memiliki fungsi sebagai pakaian seusai mandi sehingga menyejukkan badan pada waktu sore hari atau dipakai saat tidur karena mampu membuat pemakainya tetap sejuk. Yukata kerap dipakai pada acara-acara non formal maupun kegiatan saat sedang musim panas. Meskipun identik dengan wanita, nyatanya Yukata bisa dikenakan oleh para pria baik tua maupun muda. Meskipun demikian terdapat perbedaan antara Yukata bagi pria dan Yukata wanita yaitu pada warna-warna dasarnya yang berbeda-beda misalnya untuk pria cenderung memakai warna-warna gelap seperti hitam, ungu tua, dan biru tua. Sedangkan bagi kaum hawa dibuat dengan warna yang cerah dan memiliki corak yang terang. Yukata wanita motifnya adalah bunga-bunga seperti poppy, sakura, seruni atau jenis ikan seperti ikan mas koki. Tidak hanya yang telah dewasa boleh memakainya, anak-anak juga bisa, bahkan ada aneka motif tertentu bagi anak-anak kecil yaitu karakter anime seperti Pokemon, Hamtaro, dan Hello Kitty. Yukata termasuk oleh-oleh khas Jepang wajib untuk dibawa pulang sebagai kenang-kenangan.

5/ Sampuru

Sampuru adalah replika makanan yang terbuat dari bahan utama adalah lilin namun saat ini cenderung dibuat dengan memakai plastik agar lebih mudah dicetak. Sejarah ditemukannya Sampuru adalah ketika banyak makanan yang dipajang di depan toko makanan harus selalu diganti setiap jam agar tidak mudah basi.

Adapun makanan yang dipajang di depan toko bertujuan agar para pembeli mengetahui bahwa makanan apa saja yang dijual di dalam toko namun karena bisa kadaluarsa akhirnya diganti dengan makanan replika. Takizo Iwasaki adalah orang yang pertama kali mempopulerkan makanan replika dengan mendirikan pabrik Iwasaki Be-I yang tertua dan terbesar untuk pabrik Sampuru di Jepang. Sampuru yang menjadi oleh-oleh asal Jepang selain dibuat sebagai replika bagi makanan yang nantinya akan dipajang di depan toko atau restoran juga dapat dibuat untuk oleh-oleh. Misalnya saja untuk pembuatan gantungan kunci dengan menjadikan makanan sebagai gantungannya. Juga tersedia magnet kulkas dengan bentuk makanan maupun buah yang sangat cocok diberikan kepada kerabat guna menghiasi kulkas atau menempelkan catatan-catatan kecil. 

6/ Produk-Produk Kosmetik

Jepang adalah salah satu negara yang mempunyai inovasi tiada habisnya dimana dibarengi dengan banyaknya penduduk wanita yang cantik – cantik rasanya tak perlu diragukan lagi kualitas kosmetik Jepang. Beberapa produk yang cukup populer di kalangan turis mancanegara adalah Shiseido’s Benefique dengan bahan utama pembuatannya adalah ekstrak ginseng yang dipadu rempah-rempah lainnya. Untuk harga satu set produk ini berkisar antara 4.000 sampai dengan 6.000 yen. Contoh brand kedua adalah Kanebo’s Twany yang dibuat dengan tujuan menjaga keseimbangan hormon sehingga mampu menjaga kualitas kulit. Meskipun memiliki kemasan yang sederhana namun hasilnya sangat menjanjikan membuat satu set produk ini dihargai 3.000 hingga 20.000 yen atau 400 ribu rupiah sampai dengan 2,2 juta rupiah. Brand ketiga adalah Kose’s Predia yang menggunakan lebih dari 600 jenis mineral yang kaya akan rumput laut dimana harga yang dibanderol adalah mulai dari 2.200 hingga 12.000 yen atau 300 ribu rupiah sampai 1,3 juta rupiah sudah bisa membawanya pulang. Terakhir adalah Albion’s Ignis yang mengaplikasikan bahan-bahan herbal dari 11 jenis tumbuhan berbeda. Soal harga untuk satu set produk kosmetik ini berkisar antara 400 ribu rupiah hingga 2,2 juta rupiah atau rata-rata 3.000 sampai dengan 20.000 yen.

7/ Kokeshi

Kokeshi adalah sekelompok boneka yang dibuat menggunakan kayu memiliki bentuk wajah dan tubuh yang unik dan lucu tanpa kaki karena pada bagian bawahnya dibentuk datar. Keseluruhan bentuk tubuh adalah menyerupai tabung tanpa adanya tangan.

Kokeshi telah dikenal sejak zaman Edo, yaitu mulai tahun 1.600 yang muncul pertama kali di wilayah Tohoku ujung utara pulau Honshu. Pada zaman dahulu membuat satu bentuk Kokeshi para pengrajin haruslah membuat seluruh anggota tubuh mereka terlebih dahulu dengan memakai mesin bubut. Namun sekarang ini pemakaian mesin bubut bisa dilakukan hanya pada bagian badannya saja atau kepalanya saja.

Guna melengkapi ekspresi dan baju yang dikenakan maka oleh-oleh khas Jepang ini haruslah diberi sentuhan akhir dengan cara melukis mukanya agar tampak benar-benar hidup terutama untuk rambutnya yang terkenal sangat lebat, hitam berkilau dan lurus serta pakaiannya. Hasilnya adalah boneka yang keren dan bisa anda pajang di atas meja untuk memperindah ruangan.

8/ Wagasa

Wagasa adalah payung tradisional yang telah lama dikenal di Jepang yaitu sejak tahun 1550 dengan dibuat menggunakan bambu dan washi / kertas Jepang. Untuk membuatnya dibutuhkan keahlian khusus mengingat payung ini terkenal dengan mekanisme buka tutupnya yang pas. Pada zaman awal ditemukannya payung ini, hanya orang-orang kalangan atas yang dapat memakai wagasa meskipun saat zaman Edo payung ini dengan mudah dipakai oleh semua kalangan. Fungsi utama dari oleh-oleh khas Jepang yang satu ini adalah untuk melindungi dari hujan dan teriknya sinar matahri tetapi saat ini telah berubah fungsi yaitu digunakan untuk gaya fashion dan upacara-upacara adat. Pembuatan wagasa haruslah terlebih dahulu menyiapkan kerangkanya dengan ukuran yang tepat agar nanti ketika dibuka tutup bisa pas, selanjutnya diberi Washi pada bgian atasnya dengan bentuk melingkar. Nantinya Washi akan dilukis dengan motif-motif tertentu guna memperindah tampilan, ada motif bunga, daun, dan motif-motif lainnya. Namun sebelum diberi motif, dilakukan pemberian cat dasar dengan warna sesuak hati sebelum akhirnya akan diberi sentuhan finishing.

9/ Tatami

Tatami adalah sejenis pelapis lantai atau tikar tradisional yang dibuat dari bahan jerami yang sudah ditenun dengan apik kemudian diberi kain brokade atau kain hijau polos di sekelilingnya. Namun saat ini semakin sulit untuk menemukan jerami yang menjadikan Tatami lebih sering dibuat dengan memakai Styrofoam dengan bentuk dan ukuran yang beragam.

Tatami sudah melekat erat dengan Jepang yaitu digunakan sejak abad ke-7 pada zaman Heian. Pada saat itu para pemiliknya masih orang-orang bangsawan hingga akhirnya saat ini Tatami telah digunakan pada rumah-rumah tradisional. Rata-rata Tatami mempunyai ukuran sebesar 90x180 Cm dengan tingkat ketebalan rata-rata 1 ¾ sampai dengan 2 ½ Inchi meskipun kadang-kadang antara pabrik satu dengan pabrik lainnya memiliki perbedaan ukuran.

Keunikan dari oleh-oleh khas Jepang ini adalah warna awalnya yang hijau namun lama-kelamaan akan memudar menjadi cokelat. Ini dikarenakan sinar matahari yang masuk ke rumah menjadikannya berubah warna. Dan jika Tatami sedang kotor maka harus dibersihkan dengan cara mengelap memakai kain basah atau dengan vacuum cleaner.    

10/ Maneki Neko

Maneki Neko adalah sekelompok pajangan yang terbuat dari keramik atau porselen dengan bentuk yang khusus berupa kucing Jepang sedang mengangkat satu tangannya. Beda tangan maka beda pula maksud dan tujuan misalnya bila yang diangkat adalah kaki depan / tangan bagian kanan maka dipercaya akan mendatangkan uang bagi pemiliknya. Sedangkan jika yang diangkat adalah tangan kiri maka akan mendatangkan pembeli yang banyak bagi toko-toko. Namun apabila dibuat dengan mengangkat kedua tangan maka ini bukanlah kelompok Maneki Neko karena melambangkan simbol pasrah.

Oleh-oleh khas Jepang ini sekarang banyak sekali ditemui di toko-toko souvenir mulai toko berskala kecil hingga mall-mall.

Penggambaran kucing dengan mengangkat satu tangannya konon mengandung makna bahwa kucing tersebut sedang mencuci mukanya dengan hanya memakai satu kaki bagian depan. Maneki Neko saat ini dikembangkan menjadi robot yang bisa menggerak-gerakkan atau mengayunkan tangannya bahkan ada variasi lain seperti celengan, gantungan kunci, dan pengharum ruangan. Varian dari Maneki Neko menjadi sangat direkomendasikan untuk dibeli sebagai oleh-oleh barang khas Jepang.

11/ Geta

Yang dimaksud dengan Geta adalah sandal khas asal Jepang yang dibuat dari kayu dengan tali yang menghiasi berbentuk huruf V pada bagian atasnya guna mempermudah memasukkan kaki dan juga agar tidak mudah terlepas ketika dipakai. Geta ketika dipakai memiliki hentakan yang sangat kuat dan akan menghasilkan suara dengan nada-nada unik seperti klotak-klotak. Diketahui bahwa Geta telah ada sejak tahun 1970 untuk mengurangi resiko Kimono yang dikenakan terkena noda lumpur saat berjalan di daerah yang becek.

Untuk membuat Geta dibutuhkan dua buah kayu besar atau yang kecil-kecil tetapi kuat yang bisa ditempel menjadi satu untuk selanjutnya akan menjadi dua bentuk dengan ukuran yang sama. Dibuatlah 1 lubang dengan bor pada bagian ujung depan dan 2 lubang di belakang samping kiri dan kanan lalu dipasang tali yang telah disiapkan untuk dipasang ke lubang yang dibuat tadi layaknya membuat sandal jepit.

Untuk mempercantik Geta maka kayu bisa dicat atau dilukis sesuai dengan keinginan dengan bentuk-bentuk tertentu. Karena sudah sangat terkenal hingga ke penjuru dunia, Geta alias Bakiak saat ini telah banyak disewakan pada tempat-tempat penyewaan baju tradisional bahkan tak jarang banyak penjual yang menjualnya.

12/ Kumade

Seperti diketahui bahwa penduduk Jepang sangat percaya akan hal-hal yang berbau magis bisa dilihat dari barang-barang berupa jimat yang memiliki fungsi untuk mendapatkan keberuntungan. Hal ini tidak ada salahnya untuk dicoba mengumpulkan nilai-nilai positif dari sebuah Kumade dengan membeli salah satu diantaranya.

Kumade adalah sapu yang dibuat dengan memakai bambu kemudian diberi tambahan seperti bentuk dewa-dewa ataupun hewan-hewan yang melambangkan kemakmuran. Sedangkan sapu itu sendiri mempunyai makna menyapu kekayaan dan keberuntungan guna menuju kepada penggunanya yang mempercayai muzijat yang diberikan oleh sebuah Kumade.

Di dalam satu sapu Kumade terdapat jimat-jimat lain yang dipasang untuk menambah keberuntungan misalnya adalah topeng wanita Otafuku yang dipasang pada sapu agar membawa kemakmuran dan kebahagiaan. Lalu ada tambahan berupa koin koban emas kuno yang berfungsi untuk memperlancar usaha dan memberikan keberuntungan pada bisnis yang sedang digeluti. Adapun dewa yang paling terkenal digunakan adalah dewa Ebisu sebagai pelambang kemakmuran dan terakhir adalah dihiasi ikan koi yang melambangkan kekuatan dan ketekunan.

Demikian kami menjelaskan dengan singkat mengenai oleh-oleh khas Jepang yang dirangkum dari berbagai sumber berita. Semoga bermanfaat bagi pembaca artikel ini.

Tags Keluarga

About The Author

Utamii 37
Ordinary

Utamii

Suka membaca dan menulis

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel