Banyak Berbagi Bukan Berarti Gratisan

13 May 2020 13:44 816 Hits 0 Comments Approved by Plimbi

Kira-kira apakah yang kita rasakan ketika mendapat bantuan dari orang lain ataupun pemerintah? Apa kita hanya menganggap bantuan itu merupakan "barang gratiasan" sehingga bebas digunakan?

Pernahkah kita menganggap bantuan yang kita dapat merupakah suatu amanah?

Momen berpuasa Ramadan dalam kondisi Pandemi Covid-19 seperti sekarang. Memang cocok untuk berbagi pada mereka yang membutuhkan bantuan. Sebenarnya kapanpun kita bisa menolong, tanpa melihat momen. Hanya saja, kondisi seperti sekarang ini memang alangkah baiknya rasa kedermawan kita semua mesti ditingkatkan.

Oke, kita semua tahu saat sekarang semuanya lagi kesulitan. Boro-boro mau tolong orang, buat menyambung hidup sendiri rasanya mesti berjuang lebih keras.

Tapi menolong itu gak harus berupa materi harta & benda. Segala bentuk apapun yang bisa kita lakukan selama itu mendatangkan kebaikan pada dirimu dan orang lain, itu sudah cukup sebagai budi baik. Minimal itu dulu sih.

Intinya kita mesti hargai sekecil apapun yang sudah kita dilakukan antar sesama. Bukan maksud menghitung-hitung kebaikan. Hanya saja agar kita lebih menyadari arti kebersamaan dan tolong menolong.

Kira-kira apakah yang kita rasakan ketika mendapat bantuan dari orang lain ataupun pemerintah? Apa kita hanya menganggap bantuan itu merupakan "barang gratiasan" sehingga bebas digunakan?

Pernahkah kita menganggap bantuan yang kita dapat merupakah suatu amanah? *hmm amanah bagaimana, kayak apa saja sih*

Ya ini hanya saling mengingatkan. Disaat banyaknya aksi kepedulian sosial baik dari pemerintah, perusahaan swasta maupun perorangan. Ada baiknya jangan memandang bantuan dari yang gratisannya saja. Juga tidak lantas berpikir bahwa semuanya bisa didapat dengan gratis dan menopangkan hidup pada orang lain.

Makan gratis, listrik gratis, hingga koneksi internet juga minta gratis. Akses ke beberapa konten digital saat ini juga banyak yang gratis. Oke, jika memang sesuai aturan maka silahkan. Monggo...

Tapi jangan sampai menyama ratakan bahwa semuanya berarti ikut gratis semua. Seperti Buku misalnya, beberapa waktu lalu juga ramai kasus penyebaran buku berbasis file FDF illegal. Penjelasan ringkasnya, buku elektronik atau ebook diperbanyak dan disebar luaskan secara ilegal.

Mungkin orang bisa saja beralasan Pandemi Covid-19. Kondisi darurat, maklumlah, atau hitung-hitung saling membantu.

Saling membantu, tolong menolong atau apapun itu. Sejatinya itu bukanlah serba gratisan. Memang dalam memberi mesti ikhlas. Tapi secara tidak langsung. Menerima bantuan dari orang lain, baiknya kita menganggap itu merupakan amanah.

Bagaimana cara kita bijak mempergunakan bantuan tersebut. Kemudian berusaha memanfaatkan sebaik mungkin bantuan yang diterima, hingga menjadi seolah "tongkat estafet". Mungkin saat ini kita yang ditolong, semoga besok kita mampu menolong.

Terserah kalau kalian mau ikut atau tidak. Ini hanya saran dan harapan. Karena sebagian diantara kita tetap pada persepsinya masing-masing, ketika sudah diberikan sesuatu maka artinya itu menjadi hak dirinya tersebut. Bebas mau dipergunakan apapun. Kita tahu sendiri banyak kasus orang yang kalau baru dapat duit langsung habis untuk belanja yang kurang perlu. Ya itu persepsi setiap orang, bebas saja.

Disini hanya mengingatkan. Jenis mental atau perangai yang seperti itu gak baik. Mental gratisan itu tidak bagus. Selalu mencari sesuatu dengan cara cuma-cuma dan merasa kecewa jika tidak mendapatkannya.

Tags

About The Author

Rianda Prayoga 40
Ordinary

Rianda Prayoga

Gak banyak bicara, sedikit cuek tapi lumayan ramah

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel