Mengapa Orang Membenci Gimmick Tapi Tetap Dinikmati Juga

7 Oct 2019 11:50 322 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Pada satu titik kita tahu itu sebuah gimmick. Tujuan mungkin hanya sebagai hiburan. Namun bila sudah mengarah ke perbuatan tidak mendidik dan mencari popularitas semata, kita juga ramai-ramai menghujatnya. Meskipun tetap dinikmati.

Artikel ini sengaja menggunakan kata "kita" sebagai sapaan. Karena dalam hal seperti gosip, sensasional dan gimmick, kita kerab sekali gak menyadari diri kita membencinya namun sekaligus menikmatinya. Mungkin beberapa  diantara kita sendiri juga mengamininya.

Hingga kita menyadarinya, mengapa ya kita menghujat gimmick tapi juga menikmatinya. Di tv dan digital platform. Sama-sama ada gimmick. Entah itu prank, putus-nyambung artis, gimmick ribut, marah-marah, hingga tendang pintu.

Pada satu titik kita tahu itu sebuah gimmick. Tujuannya mungkin hanya sebagai hiburan. Namun bila sudah mengarah ke perbuatan tidak mendidik dan mencari popularitas semata, kita juga ramai-ramai menghujatnya. Meskipun tetap dinikmati.

Padahal gimmick seperti itu bisa berakhir bila kita sebagai pemirsa enggak memberi perhatian. Tapi jujur deh, melewatkan begitu saja berita sensasional dari publik figur sulit-sulit gampang. Apalagi sedang hot-hotnya. Uda gitu yang menayangkan berita kayak gitu banyak banget.

 

Acara gosipnya banyak

Kita dulu mungkin pernah mikir, kenapa orang-orang itu mau diberitakan tentang kehidupan personalnya? Tapi semakin kesini kita juga mulai paham bahwa mungkin saja dibalik berita sensasional ada "deal-deal" dibelakang layar. Tujuannya agar ramai, penonton banyak dan popularitas meroket.

Entah kenapa meski kita tahu gosip, gimmick dan settingan di dunia hiburan tentunya bukan sungguhan. Tapi tetap kita nikmati. Acara gosip semakin banyak di tv maupun digital platform. Penyebabnya karena yang nonton banyak. Penonton juga lama-lama terbiasa dengan tontonan tersebut. Jadi nikmati aja.

 

Banyaknya pansos mengumbar aib

Manusia penuh dengan rasa penasaran. Saat melihat pribadi dari sisi luar. Selalu ada rasa ingin tahu sifat asli orang tersebut gimana ya? Terlebih kalau itu idolanya.

Kita mungkin sudah akrab dengan aksi orang yang dengan sengaja mengumbar cerita pribadinya kepada umum. Sampai lebih hotnya ketika ada yang mengumbar aibnya demi pansos.

Oia, pansos ini gak cuma dilakukan oleh publik figur. Orang biasa juga bisa pansos, demi tenar. Dan entah kenapa mendengar cerita pribadi dari orang lain menjadi sangat menggoda.

Acara atau program siaran yang notabene bukan acara gosip. Tapi juga lebih sering bahas cerita personal seseorang. Jadinya penonton sudah terbiasa dengan gimmick. Sekalipun kita tahu itu gak beneran. Tapi setidaknya kita jadi tahu, ini orang wataknya gimana. Oo, ternyata doyan cari sensasi.

 

Supaya gak bosen

Namanya juga dunia hiburan. Dimana orang-orang didalamnya ingin menghibur dan cari hiburan. Ketika melihat artis idola. Dikepala fans tentu saja ingin melihat sisi lain dari idolanya.

Vlog-vlog seleb yang ada sekarang sebenarnya sudah memenuhi rasa penasaran tersebut. Sekalipun kita tahu itu gimmick (sebagian). Tapi bodoamat, namanya juga hiburan.

Tapi kalau terlalu lebay juga eneg lihatnya. Yaa,, nikmati aja.

 

Karena bikin tenar

Bagi sebagian orang gimmick itu sangat menguntungkan. Gak cuma si pembuat gimmick. Kalau pembuat gimmicknya sih seneng-seneng aja kalau gimmicknya berhasil.

Tapi orang lain yang gak ada kaitannya sama pembuatan gimmick, juga bisa ikut ambil bagian. Ikutan komentar dengan bikin konten yang berkaitan dengan gimmick yang lagi tren. Sindir-sindir saja sih. Istilah ilmiahnya simbiosi mutualisme.

 

Tapi kalau kamu memang gak suka sama gimmick, maka kamu mesti 100% tidak pedulikan gimmick yang gak mendidik.

Karena bila kita ngakunya benci sama gimmick dan segala setingan yang gak ada faedahnya. Tapi masih juga ikut menghujatnya, secara gak langsung kita juga ikut mendukung gimmick tersebut. Menikmati gimmick dengan cara berbeda.

Gimmick atau settingan sensasional itu gak perlu semua orang untuk mendukung. Tapi semakin banyak pihak yang kontra bahkan menghujat, justru itu yang bagus.

Tags

About The Author

Rianda Prayoga 37
Pena

Rianda Prayoga

Gak banyak bicara, sedikit cuek tapi lumayan ramah

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel