Mengapa Orang Suka dan Mendengarkan Gosip?

4 Oct 2019 11:10 445 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Percaya atau tidak, manusia sebenarnya hampir tidak bisa lepas dari gosip setiap harinya. Menurut sebuah studi yang dipublikasikan lewat jurnal Social Psychological and Personality Science, manusia menghabiskan waktu 52 menit per harinya untuk bergosip.

Gosip atau membicarakan orang lain sebenarnya sesuatu yang gak buruk-buruk amat. Sebuah kebiasan yang bisa dikatakan sama tuanya dengan kemanusian. Gosip erat kaitannya dengan hubungan sosial manusia.

Percaya atau tidak, manusia sebenarnya hampir tidak bisa lepas dari gosip setiap harinya. Menurut sebuah studi yang dipublikasikan lewat jurnal Social Psychological and Personality Science, manusia menghabiskan waktu 52 menit per harinya untuk bergosip.

Manusia dalam setiap percakapannya, sering berbagi informasi tentang orang lain. Dalam hal ini bergosip didefinisikan sebagai orang yang membicarakan tentang seseorang kepada orang lain. Sederhananya ialah sebuah percakapan yang membicarakan tentang seseorang yang tidak hadir pada percakapan tersebut.

Gosip tidak melulu membicarakan keburukan saja. Ketika orang sudah membagikan informasi seseorang kepada orang lain, maka ia sudah bergosip. Dalam arti positif. Misalnya menyampaikan informasi kepada orang lain bahwa sepupumu akab menikah bulan depan, adik kamu diterima kerja di perusahan besar atau keponakanmu akan mulai hari pertamanya di sekolah dasar.

Hingga tanpa kita sadari bergosip merupakan hal manusiawi. Terlepas baik buruknya gosip. Karena gosip bisa saja membicarakan sesuatu yang baik. Hanya karena seseorang yang sedang dibicarakan tersebut tidak hadir, maka dapat dikategorikan sebagai gosip.

 

Insting alami manusia

Profesor psikologi dan neurosains di Duke University yang memiliki spesialisasi di bidang psikolog sosial dan personal, Mark Leary, PhD menjelaskan, bergosip adalah sebuah insting mendasar manusia.

Sebab manusia hidup pada suatu kelompok dan bergantung pada kelompok tersebut. Sebuah hal mendasar sebagai makhluk sosial.

Hidup dilingkungan keluarga, teman rumah, sekolah, hingga tempat kerja. Secara manusiawi, manusia akan berusaha mencari informasi tentang orang lain didalam dan kelompoknya secara keseluruhan.

Ini penting agar kita mengerti dan mendapat informasi yang cukup tentang orang-orang yang ada dikelompok. Siapa yang bisa dan tidak bisa dipercaya. Siapa yang bisa diajak kerjasama dan mengerti untuk saling membantu.

Meski kamu gak suka gosip. Namun informasi-informasi tentang orang terdekat akan terasa menarik untuk didapatkan.

 

Bertahan hidup

Manusia hidup dalam dan bergantung pada kelompok. Sampai hal-hal yang menyangkut pada keberlangsungan hidup.

Manusia hidup dengan mengenali setiap karakter manusia lainnya. Seperti dalam bekerja, kita perlu memahami karakter rekan hingga bos. Agar lebih mudah menyesuaikan diri dalam bekerja. Dan tentu berkaitan dengan karir dan biaya hidup.

Dan tanpa disadari. Untuk mengenali setiap karakter orang lain, informasi didapat dari bergosip. Ingat, gosip disini berarti membicarakan orang lain yang bukan berarti menjelekkan seseorang. Dalam prosesnya, manusia akan sering ngobrolin tentang si A kepada si B, begitu sebaliknya.

Banyak kabar-kabar burung yang beredaran disekitar. Mungkin kedengarannya seperti gosip yang gak penting. Tapi gosip disini tidak bicara benar atau tidaknya.

Sederhana seperti kalau kita menyesuaikan bisnis dengan perkembangan zaman. Mengikuti gosip atau isu yang lagi trending. Dan mengaplikasikan pada model bisnis.

 

Mempererat interaksi sosial

Mungkin kamu berpikir bila tidak mengurusi urusan orang lain akan membuat hubungan dengan orang tersebut menjadi baik. Tapi ingat, pemahaman tersebut bukan berarti diartikan dengan tidak mau tahu urusan orang lain. Pokoknya urus masalah masing-masing.

Orang-orang biasanya melakukan gosip untuk menggali informasi apapun termasuk informasi dari satu sama lain. Bukan berarti bermaksud buruk. Namun untuk mengenal satu sama lain.

Bagaimana watak seseorang, suka makan apa, hobi dan lainnya. Ini memudahkan diri bergaul di masyarakat.

 

Intimidasi diasingkan dalam kelompok

Dalam setiap kelompok masyarakat seperti keluarga, sekolah dan kerja. Menjadi suatu yang lumrah bila terjadi gosip. Apalagi bila ada individu yang berprilaku tidak semestinya norma yang berlaku. Pasti akan menjadi bahan gosip.

Anggap saja ini sebagai hukum sosial. Orang yang berprilaku gak baik dalam kelompok akan diasingkan oleh kelompoknya. Namun orang tersebut bukan berarti tanpa harapan. Bila Ia memperbaiki prilakunya, maka persepsi orang lain juga berubah.

Terlebih sifat masyarakat Indonesia yang mementingkan "apa kata orang". Masyarakat akan merasa terintimidasi oleh gosip-gosip dari orang lain. Dengan sendirinya Ia akan memperbaiki prilaku dirinya.

Secara keseluruhan memang kita gak bisa mengesampingkan fakta bahwa gosip itu gak baik. Mungkin orang yang bergosip tujuannya gak ada niat menjelekan seseorang. Namun kesannya menjadi buruk apabila orang yang sedang digosipkan mendengarnya.

Sederhananya orang yang bergosip lebih banyak bermuatan negatif. Karena bila yang dibicarakan merupakan kebaikan. Tentu tidak perlu membicarakan orang lain dibelakang orang tersebut.

Namun berbagi informasi satu sama lain tetap penting. Gosip pada dasarnya seperti itu, saling berbagi informasi satu sama lain. Tinggal informasi yang dimaksud baik atau buruk. 

Tags

About The Author

Rianda Prayoga 37
Ordinary

Rianda Prayoga

Gak banyak bicara, sedikit cuek tapi lumayan ramah

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel