Pencegahan dan Perlindungan dari Ransomware, Sang Virus Komputer Ganas

29 Aug 2019 12:30 353 Hits 1 Comments Approved by Plimbi
Pembahasan soal perlindungan, pencegahan serta solusi dari infeksi ransomware.

Di dunia komputer, bisa dikatakan bahwa virus atau malware yang dikenal dengan ransomware adalah sebuah virus yang sampai saat ini sulit diobati. Virus ini membuat file yang ada pada komputer sang korban tidak bisa dibuka sebelum korban tersebut membayarkan “ransom” atau uang tebusan kepada sang pelaku.

Namun dengan tindak pencegahan yang tepat, virus ransomware tidaklah begitu mengancam.

 

Apa itu Ransomware?

Sebelum beralih ke bagaimana tindak pencegahan yang tepat untuk virus ransomware, mari terlebih dahulu mengenal apa itu ransomware.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, ransomware bekerja dengan cara mengunci file pada komputer korban yang terinfeksi virus tersebut sehingga tidak bisa dibuka. Untuk membuka file tersebut, antivirus biasanya tidak mampu melakukan apa-apa. Sehingga cara satu-satunya untuk membuka file yang terkunci tersebut adalah dengan membayarkan sejumlah uang kepada sang pelaku.

Ransomware sendiri umumnya menjadikan pihak seperti perusahaan swasta dan instansi pemerintahan sebagai target utamanya. Namun, tidak jarang mereka para pengguna komputer pribadi pun ikut terinfeksi.

Dari waktu ke waktu, ransomware sendiri semakin ganas dan varian dari virus tersebut pun semakin banyak. Seperti contohnya ZENIS, yaitu virus ransomware yang menghapus backup yang ada pada komputer. Kemudian juga ada ransomware bernama GermanWiper yang tidak mengunci atau membuat file pada komputer korban tidak bisa dibuka, melainkan menghapusnya dan tetap meminta uang tebusan.

Oleh karena itu, langkah pertama pencegahan atau lebih tepatnya langkah antisipasi dari infeksi ransomware adalah bagaimana cara melindungi file backup pada komputer.

 

 

Perlindungan Backup Komputer

Dengan asumsi bahwa ransomware akan mengunci atau menghapus semua file yang ada pada komputer sang korban tanpa terkecuali, maka backup yang bersifat eksternal sangatlah penting. Satu buah backup pada penyimpanan eksternal yang memang sering terhubung baik itu ke komputer ataupun jaringan, dan satu penyimpanan eksternal lainnya yang yang terhubung ke komputer ketika akan melakukan backup saja.

 

 

Menggunakan Penyimpanan Cloud

Sudah menjadi sebuah fakta umum bahwa sebuah penyimpanan eksternal itu tidak begitu bisa diandalkan untuk menyimpan data backup. Karena walaupun jarang terhubung ke komputer ataupun jaringan, tetap saja masih ada resiko data tersebut terinfeksi. Apalagi ketika sang korban tidak tahu bahwa komputernya sudah terjangkit ransomware dan kemudian menghubungkan penyimpanan eksternal yang isinya data backup ke perangkat komputer.

Disinilah salah satu pencegahan dengan menggunakan penyimpanan cloud sangat berguna. Penyimpanan cloud ini berbeda dengan cloud backup. Jika cloud backup itu sistemnya selalu sinkron dengan komputer yang datanya di-backup, maka penyimpanan cloud ini hanya menyimpan data backup ketika pengguna komputer menginginkannya saja.

Selain itu, penyimpanan cloud juga biasanya memiliki sistem pertahanan anti ransomware masing-masing. Contoh penyimpanan cloud yang memiliki proteksi anti ransomware adalah OneDrive, iDrive, Acronis dan Carbonites.

Penulis sangat tidak merekomendasikan GoogleDrive untuk menyimpan file karena penyimpanan cloud tersebut setahu penulis tidak memiliki perlindungan terhadap serangan atau infeksi ransomware.

 

 

Pencegahan dengan Menghindari Infeksi Ransomware

Salah satu cara untuk menghindari ransomware adalah dengan menggunakan antivirus. Memang, antivirus sekarang ini tidak begitu protektif ketika menyangkut infeksi ransomware. Tapi setidaknya, antivirus sekarang ini lumayan bisa diandalkan untuk menangkis serangan-serangan beberapa varian ransomware yang beredar.

Selain menggunakan antivirus, rasa awas pengguna komputer juga sangat dibutuhkan. Penulis tahu manusia itu adalah makhluk yang memiliki rasa ingin tahu tinggi. Sehingga ketika mereka menemukan file yang aneh di internet, pasti ada saja yang berusaha membukanya. Namun, demi terhindar dari ancaman malware atau virus-virus komputer berbahaya, ada baiknya rasa ingin tahu tersebut dipendam demi keamanan komputer Anda.

Pencegahan terakhir untuk menghindari ransomware yang penulis dapat sarankan adalah dengan selalu melakukan update pada sistem operasi komputer Anda. Khususnya komputer yang menggunakan sistem operasi Windows dan selalu terhubung ke internet ataupun terkoneksi dengan perangkat komputer lainnya.

 

 

Bagi Anda yang Terlanjur Terinfeksi Ransomware

Baik setelah melakukan berbagai langkah pencegahan di atas ataupun belum sama sekali melakukan apa-apa dan komputer Anda terinfeksi ransomware, ada beberapa cara untuk menyelamatkan file yang terinfeksi tersebut tanpa harus membayar sepeserpun.

Ada setidaknya dua decrypter atau sebuah alat yang dapat membuka file yang dikunci oleh ransomware. Salah satunya adalah “nomoreransom”, yaitu sebuah tool hasil joint project antara McAfee dengan beberapa organisasi penegak hukum di Eropa.

Decrypter selanjutnya adalah “ID Ransomware” yang cara kerjanya mirip dengan “nomoreransom”. Tool ini dibuat dan dikembangkan oleh sebuah perusahaan sekuritas bernama Emsisoft. –BB-

 

Tags

About The Author

Buricak Burinyai 56
Bolpoint

Buricak Burinyai

Seorang warga Bandung yang cinta Bandung, teknologi dan mantannya

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel