Serbu Area 51 Maupun Parangtritis, Sama-sama "Berbahaya"

26 Jul 2019 12:50 818 Hits 0 Comments Approved by Plimbi

Terilhami dari rencana penyerbuan instalasi militer di gurun Nevada, Amerika Serikat. Sebutnya saja namanya Area 51, diduga tempat mangkal pesawat UFO. Di Indonesia juga dibuat rencana penyerbuan serupa.

Sebut saja penyerbuan "Area +62" (kode wilayah Indonesia).

Baru-baru ini warganet tengah dihebohkan siasat penyerbuan suatu tempat yang diduga menyimpan misteri. Bisa kita sebut gerebek, geruduk atau terserah enaknya gimana.

Terilhami dari rencana penyerbuan instalasi militer di gurun Nevada, Amerika Serikat. Sebutnya saja namanya Area 51, diduga tempat mangkal pesawat UFO. Di Indonesia juga dibuat rencana penyerbuan serupa.

Sebut saja penyerbuan "Area +62" (kode wilayah Indonesia). Singkatnya ini merupakan aksi menantang Ratu Pantai Selatan. Di Facebook muncul ajakan untuk menyerbu Pantai Parangtritis dengan memakai baju hijau. Waduh, ini benaran mau ngajak ribut sama Nyi Roro Kidul.

Walau terdengar mengerikan. Namun aksi lucu-lucuan tersebut sukses menyita perhatian banyak orang. Termasuk otoritas setempat terkait keamanan. Puluhan ribu orang kabarnya berminat mengikuti aksi penyerbuan Area 51 ataupun Pantai Selatan Jawa.

Apakah kamu berminat mengikutinya? Eits tunggu dulu. Menyerbu Area 51 maupun nyerbu Pantai Parangtritis pakai baju hijau, sebaiknya jangan dilakukan karena sama bahayanya.

Bahaya menyerbu Area 51

Area 51 sebenarnya sebuah gurun di Nevada. Kebetulan disitu ada instalasi militer AS. Spekulasi kabar katanya disitu tempatnya mangkal Alien.

Sebelum adanya ajakan menyerbu Area 51 di Facebook. Sekitar Area 51 sebenarnya sudah populer sebagai tempat tujuan wisata. Tentu saja, populer karena orang penasaran betulan ada Alien di Area 51.

Namun terlepas seberapa obsesinya kamu sama Alien dan kehidupan luar Bumi. Tetap saja, yang namanya menyerbu pangkalan militer sama saja perbuatan kamu itu sudah ngajak ribut.

Meski penyerbu berdalih ingin menyerbu "pangkalan Alien", nyatanya tempat tersebut tidak pasti. Area 51 tetaplah sebuah pangkalan militer, bukan Alien.

Siapapun yang berniat menyerbunya, dapat dipastikan akan ditindak tegas. Mengutip dari portal berita detik.com : Militer AS: Area 51 Berbahaya, jangan coba-coba.

"Nevada Test and Training Range adalah area di mana Angkatan Udara menguji dan melatih pesawat tempur. Kami tak membicarakan soal pengamanannya secara spesifik, tapi usaha apapun untuk memasuki instalasi militer secara ilegal adalah berbahaya," tandasnya.

Nah, lho. Simak tuh, BERBAHAYA.

"Area 51 adalah tempat latihan untuk AU AS dan kami tidak menyarankan siapapun untuk mencoba datang ke area di mana kami melatih tentara AS," sebut AU AS dalam kesempatan sebelumnya.

"Angkatan Udara AS selalu siap untuk mengamankan Amerika dan asetnya," imbuh mereka.

Udah, intinya menyerbu Area 51 secara khusus ke pangkalan militernya berbahaya. Masih coba nekat, nanti bisa ditembaki sekalipun sudah lari Naruto. Tapi kalau mau datang disekitar Area 51 tidak apa-apa. Karena disitu ada tempat wisata, penginapan yang bertema Alien.

Bahayanya menyerbu Pantai Parangtritis

Merasa terobsesi dengan misteri Area 51, tapi kejauhan kesana. Barangkali bisa dicoba di Area +62 aja. Di Indonesia juga ada mitos-mitos serupa.

Teori konspirasi ala Indonesia berbalut kearifan lokal. Di pantai Parangtritis, Yogyakarta tidak dianjurkan menggunakan pakaian berwarna hijau.

Warga lokal sangat percaya mitos bahwa siapa saja yang berbaju hijau di Pantai Parangtritis, niscaya ia akan diculik penguasa laut selatan Nyi Roro Kidul. Artinya, sengaja datang ke pantai tersebut mengenakan baju hijau berisiko membuatmu celakaâterutama tergulung ombak dan pindah ke alam baka.

Lantas bagaimana penjelasan ilmiahnya pakai baju hijau di pantai?

Terlepas dari sisi misteri. Ternyata larangan memakai baju  hijau di pantai dijelaskan secara ilmiah lewat hasil penelitian.

Para peneliti ahli melakukan riset kepada 17 spesies hiu yang ditangkap di kawasan Australia Barat dan Queensland.

Riset tersebut dilakukan menggunakan teknik micro spectrophotometry.

Dari hasil riset di Australia diketahui sel batang ditemukan sebagai reseptor cahaya paling umum pada 17 spesies hiu yang diteliti.

Sel tersebut berada dalam retina yang sangat sensitif dengan cahaya guna memudahkan penglihatan dalam gelap saat malam hari.

Namun, sel batang pada retina hiu tidak mampu membedakan warna apa yang dilihat.

Sel dalam retina yang berfungsi membedakan warna obyek disebut sel kerucut. Adapun sel kerucut tersebut tidak ditemukan pada semua spesies hiu.

Dari total 17 spesies yang dikaji, 10 spesies diantaranya sama sekali tidak mempunyai sel kerucut.

Sementara pada 7 spesies yang lain memang ditemukan sel kerucut, namun hanya satu tipe dengan sensitivitas terhadap warna hijau saja.

Alasan inilah yang menjelaskan mengapa sangat bahaya bila pengunjung pantai menggunakan warna hijau. Pasalnya warna hijau dapat menjadi sinyal bagi hiu untuk melepaskan serangan.

Dua hal di atas menjadi alasan logis mengapa korban yang mengenakan baju hijau akan jauh lebih susah ditemukan daripada baju terang.

Secara Pantai Parangtritis berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Berombak ganas dan air keruh, tidak disarankan memakai baju hijau. Karena menyulitkan tim SAR kalau ada yang keseret ombak. Maka itu, di Parangtritis ada saja kejadian pengunjung hilang keseret ombak.

Ada dua kemungkinan. Diserang hiu dan tidak bisa ditemukan tim SAR. Maka itu bila dipantai pakai baju terang saja.

Selain itu juga, larangan memakai baju hijau merupakan sebuah kearifan lokal. Ya gak apa sih menghormatinya. Sekaligus menjadi ciri khas tempat wisata tersebut.

Bayang-bayang tsunami 20 meter di Pantai Selatan Jawa

Sementara itu, disamping hebohnya warganet ingin menyerbu Pantai Parangtritis dengan memakai baju hijau. Beredar juga kabar yang menyebutkan potensi tsunami setinggi 20 meter yang akan menerjang pansela.

Tentu saja kabar tersebut membuat warga setempat resah. Nantinya bukan karena pakai baju hijau menyebabkan hilangnya pengunjung pantai. Namun karena tsunami.

Tetapi gak perlu panik. Potensi bencana gempa dan tsunami tetap ada. Namun bukan panik karena ada potensi. Melainkan fokus pada mitigasi. Sosialisai bencana alam termasuk sistem evakuasi yang baik, dapat mengurangi dampak bencana alam.

Kira-kira begitu ya guys,

Terlepas teori konspirasi, misteri dan mitos. Baik penyerbuan Area 51 di Nevada maupun Parangtritis di Jogja Sesungguhnya ini hanya becandaan saja. Mungkin kamu mesti membiasakan diri menikmatikan hidup dengan sensasi-sensasi receh seperti ini.

Tags

About The Author

Rianda Prayoga 37
Ordinary

Rianda Prayoga

Gak banyak bicara, sedikit cuek tapi lumayan ramah

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel