Puncak semeru merupakan puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa, dengan ketinggian mencapai 3.676 m di atas permukaan laut. Nama gunung Semeru ini tentunya sudah sangat familiar bagi masyarakat Indonesia, bahkan dikalangan pendaki, nama gunung ini telah dikenal hingga negara tetangga. Keindahan serta jalur pendakian yang menantang menjadi alasan yang membuat gunung berapi tertinggi ke-3 di Indonesia ini tak pernah sepi pengunjung.
Jalur Pendakian Gunung Semeru
Saat ini aktivitas mendaki gunung sudah tidak terdengar asing lagi. Mulai dari kalangan muda, tua, laki-laki, dan perempuan di Indonesia mulai menggemari olahraga ini. Begitupun dengan orang-orang yang ingin menaklukkan puncak Semeru. Banyak pendaki mulai dari yang profesional hingga pemula mencoba untuk menerima tantangan medan pendakian Semeru.
Gunung Semeru terletak di perbatasan wilayah antara Kabupaten Malang, Lumajang, dan juga Probolinggo. Gunung Semeru masih dalam satu kompleks dengan obyek wisata terkenal yaitu Gunung Bromo. Kedua gunung berapi ini berada di Pegunungan Tengger, oleh karena itu wilayah ini kemudian ditetapkan sebagai sebuah situs cagar alam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Oya, berbicara mengenai TNBTS, ternyata bukan hanya Gunung Semeru dan Gunung Bromo saja yang masuk dalam TNBTS. Ada juga beberapa gunung lain seperti Gunung Batok (2470 m dpl), Gunung Kursi (2581 m dpl), Gunung Watangan (2662 m dpl), dan juga Gunung Widodaren (2650 m dpl). Tapi, Gunung Semeru tetap menjadi yang terfavorit untuk olahraga pendakian.
Di kawasan Semeru terdapat sebuah danau yang dikenal dengan Ranu. Ada beberapa ranu yaitu Ranu Kumbolo, Ranu Pani, Ranu Regulo, dan Ranu Darungan. Ranu Kumbolo menjadi salah satu yang sangat terkenal dan biasanya para pendaki beristirahat dan mendirikan kemah di sini sebelum meneruskan perjalanan ke puncak Gunung Semeru.
Sebagai calon pendaki, Anda pastinya juga harus mengenal kondisi lingkungan bilogis di Gunung Semeru. Ada beberapa tumbuhan khas daratan tinggi yang tumbuh di Semeru seperti cemara, akasia, pinus, serta beberapa jenis jamur. Ada juga beberapa tumbuhan lain seperti kirinyuh, alang-alang, tembelekan, harendong, edelweiss, dan juga lavender.
Gunung Semeru memiliki jenis hutan dipterokarp bukit, dipterokarp atas, montane, ericaceous, dan juga hutan gunung. Ada beberapa hewan yang hidup di Gunung Semeru seperyi harimau, kumbang, budeng, luwak, kijang, kancil, dan sebagainya.
Pesona Keindahan Semeru
Walaupun jalur pendakian yang sangat berat, namun usaha Anda untuk mendaki Semeru tidak akan sia-sia begitu saja. Sepanjang perjalanan hingga mencapai puncak Mahameru, Anda akan disuguhi beberapa objek yang menarik dan mempesona seperti :
1. Ranu Kumbolo
Danau yang berada di ketinggian ini menyuguhkan pemandangan yang menyejukkan dan sangat asri. Danau cantik ini bahkan memiliki luas sekitar 15 hektar yang dikelilingi pohon pinus serta bukit padang rumput.
2. Tanjakan Cinta
Setelah beristirahat dan menikmati keindahan Ranu Kumbolo, tibalah saatnya para pendaki melanjutkan perjalanan menuju puncak Semeru. Perjalanan ini harus melewati tanjakan setapak yang disebut dengan tanjakan cinta. Tanjakan ini dikelilingi oleh pohon pinus dan juga bukit-bukit indah.
3. Oro-Oro Ombo
Oro-oro Ombo adalah sebuah padang rumput luas yang dipenuhi dengan bunga lavender berwarna ungu. Saat musim hujan, bunga ini tumbuh dengan lebat dan menciptakan lautan warna ungu yang indah. Sedangkan di musim kemarau lautan bunga ini berubah warna menjadi kuning karena lavendernya yang mengering.
4. Puncak Semeru
Puncak Gunung Semeru atau yang dikenal dengan Mahameru adalah destinasi akhir yang sangat indah. Anda akan disuguhi pemandangan bak negeri dongeng di atas awan. Anda akan berdiri di antara awan-awan di kejauhan bak sebuah lautan luas dengan ombak-ombaknya.
Nah itulah informasi mendetaiil yang bisa kami share mengenai pendakian Gunung Semeru. Semoga bisa menjadi referensi yang bermanfaat.
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.