Komunitas Bandung Berkebun - Berkebun itu Fun!

15 Jul 2011 10:03 5184 Hits 0 Comments Approved by Plimbi

Komunitas Bandung Berkebun merupakan bagian dari pergerakan komunitas Indonesia Berkebun. Indonesia Berkebun sendiri berawal dari sekelompok orang di dunia maya yang sama-sama risih akan keluh kesah dan kenegatifan mengenai Indonesia yang ter-*update* di status jejaring sosialnya.

Komunitas Bandung Berkebun merupakan bagian dari pergerakan komunitas Indonesia Berkebun. Indonesia Berkebun sendiri berawal dari sekelompok orang di dunia maya yang sama-sama risih akan keluh kesah dan kenegatifan mengenai Indonesia yang ter-update di status jejaring sosialnya. Topiknya pun berkembang menjadi "Gimana sih cara berkebun dikota?".

Akhirnya pada awal 2011, tercetuslah komunitas Indonesia Berkebun. Diprakarsai oleh Ridwan Kamil, seorang arsitek sekaligus sang Winner of International Design Competition dengan konsep Ekologi, Edukasi dan Ekonomi, Indonesia Berkebun menunjukkan perkembangan yang pesat, selain Jakarta turut hadir diantaranya Bandung Berkebun, Bogor Berkebun, Semarang Berkebun, Banten Berkebun, Solo Berkebun, Tasikmalaya Berkebun, Medan Berkebun, Padang Berkebun, Pontianak Berkebun, Gorontalo Berkebun, Depok Berkebun, Jogja Berkebun dan Surabaya Berkebun.

Beberapa waktu yang lalu tim Paseban berkesempatan untuk berbincang langsung dengan Aryani Murcahyani seorang arsitek lanskap sekaligus koordinator Bandung Berkebun. Dijelaskan oleh Aryani, tujuan Bandung berkebun yakni memanfaatkan lahan negatif menjadi lahan positif. Lahan negatif itu sendiri adalah lahan-lahan yang tidak produktif, diantaranya lahan yang belum dibangun, lahan dibawah jembatan, lahan yang berada di daerah segitiga (pojokan-pojokan) hingga lahan yang berada dibangunan (atap atau teras).

Komunitas Bandung Berkebun terbentuk pada Februari 2011, dan saat ini memiliki sekitar 20 anggota inti dan anggota tidak tetap yang berjumlah ratusan. Para anggotanya memiliki background yang beragam, mulai dari arsitektur, agrobisnis hingga psikologi. Pada bulan Mei yang lalu, Bandung Berkebun mengadakan Hari Tanam Perdana yang berlokasi di Sukamulya Indah No 6/5, Bandung. Selain anggota Bandung Berkebun, kegiatan ini turut berkolaborasi dengan warga sekitar.

Terdapat 9 jenis tanaman yang ditanam, ada kangkung, bayam, waluh, cai sin, pak coy, dan yang lainnya. Menurut Aryani, tanaman berjenis sayuran lebih cepat panen sehingga bisa lebih cepat dimanfaatkan.

Komunitas Bandung Berkebun juga memperhatikan karakteristik serta kebutuhan masyarakat terhadap ruang publik. Hal ini terlihat dari proporsi yang selalu diterapkan pada lahan berkebun, diantaranya terdapat lahan untuk penghijauan (lahan yang tidak boleh diproduksi), lahan untuk ruang publik (pojok ngariung), baru kemudian lahan untuk produksinya itu sendiri. Konsep berkebunnya sendiri dibuat fun, dan dapat menjadi ajang edukasi bagi anak-anak dan masyarakat sekitar.

Aryani antusias ketika mendengar layanan free SMS dan Messenger di Plimbi.com, diharapkan ini dapat lebih memudahkan para anggota nantinya ketika berkomunikasi atau hendak berkumpul. Hal ini dikarenakan seminggu sekali para anggota Bandung Berkebun kerap mengadakan pertemuan, mereka berkumpul untuk berkebun, mengadakan pelatihan, pemberian pupuk dan bibit gratis, sharing ide, atau berkolaborasi dengan komunitas lainnya. Salah satunya membuat program berkebun khusus untuk anak-anak TK, bekerja sama dengan Komunitas Sahabat Kota.

Yang tidak kalah seru, ada pula kegiatan berangkat bareng para anggota Bandung Berkebun ketika hendak berkumpul. Biasanya mereka menetapkan meeting point untuk kegiatan "hitchhike to our garden" ini. Diharapkan hal ini bisa mempererat kedekatan para anggota komunitas, selain itu juga mengajak untuk hemat energi. "Kalau bisa mengurangi emisi/energi kenapa engga," seru Iqbal salah satu anggota Bandung Berkebun.

Mari ikut menanam, berkebun dan panen bersama dengan komunitas Bandung Berkebun. ND

Tags Biografi

About The Author

Plimbi Editor 999
Administrator

Plimbi Editor

Plimbi Chief Editor

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel