Mengenal Tan Malaka. Pejuang yang tidak dianggap Pahlawan

21 Aug 2018 23:31 1399 Hits 0 Comments
Siapakah Tan Malaka ? Mungkin hanya sebagian orang yang tahu siapa itu Tan Malaka . Namanya jarang disebut di buku pelajaran sejarah . Namun perlu anda ketahui bahwa beliau adalah orang yang memiliki peran penting dalam kemerdekaan Indonesia . Tapi mengapa beliau tidak sepopuler pahlawan lainnya ?

Siapakah Tan Malaka ? Mungkin hanya sebagian orang yang tahu siapa itu Tan Malaka . Namanya jarang disebut di buku pelajaran sejarah . Namun perlu anda ketahui bahwa beliau adalah orang yang memiliki peran penting dalam kemerdekaan Indonesia . Tapi mengapa beliau tidak sepopuler pahlawan lainnya ?

            Ternyata beliau itu menganut paham marxisme yang memang pada masa orde baru sampai sekarang paham tersebut dilarang oleh pemerintah Karena ketika adanya tragedi 30 September 1965 , Tokoh penganut ini dilarang untuk diketahui dan diajarkan di ranah pendidikan

            Tan Malaka lahir di Desa Suliki , Pandam Gadang , Di Provinsi Sumatera Barat Pada Tanggal 2 Juni 1987 . Ia berasal dari keluarga terhormat yang nama aslinya dalah Ibrahim . Ia memulai menikmati pendidikan awalnya di Sekolah latihan guru (kweekschool) di Wilayah Bukittinggi . beliau adalah orang yang cerdas , sampai gurunya yang bernama G.H Horensma yang Berdarah belanda memberi ia beasiswa untuk belajar di belanda yang tepatnya di kota haarlem . Di tempat inilah , beliau mulai mengetahui dengan paham marxisme

            Apa itu marxisme ? Marxisme adalah ideologi yang berasal dari ajaran Karl Marx . Dalam ajarannya Karl Mark menyebutkan bahwa penindasan yang terjadi dalam sebuah masyarakat berakar dari ulah para kapitalis atau para pemilik modal . Para Kapitalis ini tidak segan segan mengekspolitasi buruh buruh yang bekerja dengannya dengan upah yang rendah dalam mendapatkan keuntungannya .

            Ketika beliau datang kembali ke tanah kelahirannya  , ia melihat para buruh buruh yang bekerja pada suatu maskapai dengan kondisi yang sangat mengenaskan , ketika mereka hanya dibayar upah yang sedikit dengan bekerja antara 8- 12 Jam dengan tempat tinggal yang memang tidak layak untuk dihuni . Karena itulah ideologi marxisme semakin lekat dalam diri beliau .

            Pada tahun 1921 , beliau pergi ke jawa dan bergbung dengan partai sarikat islam . ia juga sangat menyukai ide – ide pan-islamisme . Menurutnya komunisme dan Islam adalah hal yang tidak bisa dipecahkan . namun tak lama kemudian Sarekat islam terpecah dengan dua kubu yaitu SI putih (Islam) dan SI Merah (Komunis)

            Ketika itu Tan Malaka menjadi Ketua Partai PKI . dibawah kepemimpinannya PKI mengobarkan semangat antikapitalisme . Akibatnya banyak buruh buruh berhenti bekerja dari perusahaan yang dimiliki belanda . Ia lolos dari penangkapan pemerintah kolonial belanda

            Beliau adalah bukan orang yang sering tampil di depan layar , tapi ia adalah toko dibelakang layar . Namun ia memiliki sikap konsisten dalam berpolitik . Dalam bukunya yang bernama “Madilog” . Ia menulis betapa pentingnya ilmu pengetahuan untuk membangun masyarakat dan mengajurkan tentang kemandirian bangsa .

Beliau adalah pemeran penting dalam memobilisasi pemuda untuk mengikuti rapat raksasa di lapangan ikada pada 17 september 1945 . Namun sejak 1946 ia mulai membelot dari pemerintahan . beliau mengatakan bahwa diplomasi dianggap merugkian bangsa indonesia . Meskipun ia mempejuangkan bangsanya dengan ideologi yang dipahaminya , akhirnya Beliau harus berakhir dihadapan para TNI saat perang gerilya tahun 1949.

Tags

About The Author

IIOPOPOPAAh 28
Novice

IIOPOPOPAAh

SOPOPOPROPFhh

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel