Nampaknya Anda harus mulai mempertimbangkan untuk memiliki mobil listrik idaman Anda, karena kini pemerintah mulai mendukung kehadirannya di Indonesia.
Dirangkum dari berita Carsome, pada hari Senin tanggal 26 Februari kemarin sejumlah menteri menjajal mobil listrik keluaran terbaru Mitsubishi dengan mengelilingi komplek Kementerian Perindustrian. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Sekretaris Negara Pratikno langsung mengendarai mobil Mitsubishi Outlander PHEV (model SUV plug-in hybrid) tersebut pada pukul 11.24 WIB.
Di lapangan parkir Kementerian Perindustrian Republik Indonesia hari itu, diramaikan oleh kehadiran 8 unit Mitsubishi Outlander PHEV, 2 unit Mitsubishi i-MIEV dan 4 buah charging station untuk mobil listrik dan hybrid. Semua itu akan diserahkan oleh Mitsubishi Motors sebagai bagian dari studi pemetaan jalur baru untuk sektor otomotif serta sosialisasi mobil listrik dan hybrid buat Indonesia.
Berbagai pendapat pun dilontarkan dari menteri-menteri tersebut. Menteri Perhubungan Budi Karya takjub mengatakan bahwa dengan teknologi yang dimiliki mobil ini, membuat mobil ini lebih irit bahan bakar namun tetap bisa menempuh jarak yang panjang dan memiliki akselerasi yang bagus. Sementara Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya kompak mengatakan bahwa mobil ini memiliki teknologi ramah lingkungan yang baik.
Airlangga menambahkan bahwa sudah ada target yang dipatok di tahun 2025 di mana 20 persen mobil yang dibuat di Indonesia harus masuk kategori mobil listrik atau mobil LCEV (Low Carbon Emission Vehicle).
Mitsubishi Outlander PHEV sendiri memiliki kecepatan maksimal 200 km/jam dan mampu menempuh jarak 800 km dengan kombinasi bahan bakar bensin dan tenaga listrik. Sedangkan jika hanya menggunakan tenaga listrik saja (full EV) mampu menempuh 55 km. Mitsubishi Outlander PHEV memakai mesin 2.000 cc 4 silinder MIVEC yang dikombinasikan dengan 2 motor listrik di as roda depan dan belakang. Rasio kompresinya 10:5:1 dan mesin bensinnya sendiri bertenaga 121 PS dan torsi 190. Ia juga memiliki 2 motor listrik yang memiliki gabungan tenaga maksimal sebesar 160,9 hp dan torsi gabungan keduanya 332 Nm.
Di lain kesempatan, saat menghadiri peluncuran Molina (Mobil Listrik Indonesia) dengan merek Ezzy II di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan telah mengatakan pihaknya mendorong penuh pengembangan mobil listrik nasional. Semua elemen masyarakat ia harapkan dapat mendukung proyek tersebut, termasuk mendorong berbagai perguruan tinggi atau dunia akademis untuk ikut andil bekerjasama dengan pemerintah untuk merealisasikan pengembangan mobil listrik di Indonesia.
Pengembangan mobil listrik di Indonesia dapat membuka pasar otomotif dalam negeri lebih luas dan kesempatan bagi berbagai pihak untuk turut mengembangkan teknologi mobil listrik lokal dengan mengadaptasi teknologi maju yang sudah ada di mobil listrik keluaran pabrikan luar negeri.
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.