Merasa Sudah Nyaman Tinggal di Bumi, Yakin Kalau Bumi Aman Ditinggali?

7 Mar 2018 14:10 1858 Hits 0 Comments
Seberapa yakin kamu kalau Bumi kita tercinta merupakan rumah yang aman untuk ditinggali di alam semesta ini. Namun apa jadinya kalau ternyata Bumi menyimpan ancaman bahaya yang senantiasa membayangi penghuninya setiap saat, kita bisa apa? Pernah berpikir tidak kalau misalnya Bumi ini tak lagi ramah untuk ditinggali.

Seberapa yakin kamu kalau Bumi kita tercinta merupakan rumah yang aman untuk ditinggali di alam semesta ini. Namun apa jadinya kalau ternyata Bumi menyimpan ancaman bahaya yang senantiasa membayangi penghuninya setiap saat, kita bisa apa? Pernah berpikir tidak kalau misalnya Bumi ini tak lagi ramah untuk ditinggali.

Yuk simak ulasan berikut untuk melihat Bumi dari sudut pandang yang berbeda. Fakta-fakta yang jarang diketahui seputar Bumi:

Selama ini kita tahu Bumi dapat dihuni, karena salah satu faktornya ialah suhu bersahabat untuk makhluk hidup. Katakanlah Bumi terlihat adem ayam di permukaannya. Namun bagaimana dengan dalamannya? Yakin masih tetap adem?

Kita tahu Bumi ini tersusun dari beberapa lapisan. Namun sayangnya lapisan tersebut tak semanis kue lapis atau lapis legit.

Sudah bukan rahasia lagi di dalam Bumi ini apalagi perut Bumi memiliki suhu tinggi mencapai 5400 °C. Jika dibayangkan, Bumi ini ibarat bola api di angkasa. Hanya saja ada lapisan kerak Bumi berupa tanah, bebatuan, air dan unsur lainnya yang membukus Bumi dan membuat panasnya Bumi dari dalam gak menyeruak ke permukaan. Anggap saja seperti "srigala berbulu domba".

Kita sih senang-senang saja tinggal dipermukaan Bumi, namun sebenarnya didalam tanah tempat berpijak kita selama ini ada api yang bergejolak di dalam Bumi. Hanya saja kita tidak terlalu menyadarinya.

Lalu bagaimana dengan Langit diatas Bumi? Yakin kalau Bumi bebas ancaman dari luar angkasa?

Dari jaman dulu penduduk Bumi selalu membanggakan atmosfer sebagai tameng dari ancaman benda asing. Namun sayangnya Bumi sebenarnya gak aman-aman banget. Sewaktu-waktu kapanpun itu, benda asing seperti asteroid dari luar angkasa bisa saja menambrak Bumi.

Beruntungnya selalu ada lapisan atmosfer yang setia melindungi Bumi beserta penduduknya. Hanya saja bukannya mensyukurinya, malahan sebagian dari kita sengaja tidak sengaja telah sedikit melemahkan "tameng" Bumi dilangit.

Masih merasa Bumi tempat tinggal yang aman tanpa resiko?

Gak usah jauh-jauh ngomongi ancaman Bumi dari luar angkasa. Sebenarnya ancaman sesungguhnya jauh lebih dekat lagi. Yaitu awan, Awan bisa saja disebut "musuh dalam selimut". Kelihatannya saja awan itu begitu indah dilangit. Namun dibalik itu semua, awan menyimpan bahaya yang mungkin saja berpotensi sebagai pemusnah massal manusia. Mengapa?

Jarang diketahui jika berat air yang menguap dan menjadi awan dilangit bisa mencapai 1 Milyar Kg per 1 km3. Hanya saja Yang Maha Kuasa telah mengatur turunnya air hujan agar tidak mencelakai makhluk dibawanya. Kamu bisa bayangkan jika hujan jatuhnya tidak rintik-rintik, melainkan sekaligus. Sudah pasti hujan tidak lagi seindah seperti didalam puisi. Lagi-lagi manusia mesti bersyukur.

Jadi tanpa disadari, selama ini kita berjalan di atas Bumi tidak lepas dari ancaman. Maka itu jangan merasa menjadi paling aman tinggal di dunia. Bumi yang dikenal sebagai planet paling aman dan ramah untuk ditinggali ternyata masih menyimpan ancaman bagi penghuninya.

Lantas apa Bumi masih layak dihuni? Tenang saja, sejauh ini belum ditemukan planet seperti Bumi, yang seasik Bumi untuk dihuni. Meskipun faktanya hidup di Bumi tidak terlepas dari bayang-bayang ancaman bahaya. Namun sampai saat ini Bumi tetap layak huni. 

Jadi apakah kamu sudah merasa nyaman tinggal di Bumi, emang yakin Bumi tempat tinggal yang aman? Faktanya dimanapun kita tinggal, selalu saja ada  resiko. Begitupun dengan Bumi, hanya saja Bumi memiliki sistem perlindungan alami yang memungkinkan adanya kehidupan didalamnya.

Tags

About The Author

Rianda Prayoga 40
Ordinary

Rianda Prayoga

Gak banyak bicara, sedikit cuek tapi lumayan ramah

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel