Bagaimana Awalnya Pariwisata Bali Bisa Dikenal Dunia Seperti Sekarang?

27 Dec 2017 12:42 1569 Hits 0 Comments
Kepopulerannya wisata Bali tentu tidak ujug-ujug begitu saja terjadi. Ada sebuah proses yang menjadikan Bali seperti sekarang. Dan pastinya bikin kamu bertanya, Bagaimana awalnya Bali bisa dikenal dunia?

Akhir tahun seperti sekarang memang cocok untuk liburan. Dan bagi traveler, Bali sangat tidak disarankan untuk diabaikan begitu saja sebagai tujuan wisata. Sebuah pulau di Indonesia yang sangat dipuja-puja baik dari plancong dalam maupun luar. Sebegitu tenarnya Bali konon mengalahkan nama Indonesia sendiri di mata dunia.

Kepopulerannya wisata Bali tentu  tidak ujug-ujug begitu saja terjadi. Ada sebuah proses yang menjadikan Bali seperti sekarang. Dan pastinya bikin kamu bertanya, Bagaimana awalnya Bali bisa dikenal dunia?

Satu fakta menarik dari Bali yang sebenarnya awalnya tidak pernah melakukan promosi wisata khusus. Mengutip pernyataan Sekretaris Dinas Pariwisata Pemrov Bali, IGA Ambari sebagaimana dilansir Detik Travel (30/1/2014) 

"Bali dari dulu tidak pernah melakukan promosi wisata. Sudah banyak pelukis datang ke Bali dan melukiskan keindahan Bali, seperti Antonio Blanco di tahun 1930-an. Karya dialah yang mempromosikan kecantikan Bali, hingga akhirnya dia menikah dengan gadis Bali dan tinggal di Ubud," tutur IGA Ambari.

Plimbi mengajak kamu flashback sejenak mengenal sejarah awal mula mas & mbak bule dari Eropa sana mulai berbondong-bondong singgah di Bali.

Awal wisata Bali mulai dikenal pada masa kolonial Belanda

Diawal abad ke-20, itu kalau gak salah tahun 1900 ke atas. Seperti tahun 1908 meneer-meneer Belanda berdatangan dari Batavia (Jakarta) ke Lombok lalu singgah ke Bali. Awalnya meneer Belanda ini niatnya untuk keperluan dagang rempah, mereka ini belum tahu kalau ada "pecahan surga" di Bali.

Pada tahun 1920-an kapal dagang Belanda KPM (Koninklijke Paketcart Maatsckapy) datang ke Indonesia dan singgah di pelabuhan Buleleng Bali dengan membawa rombongan turis dari Eropa. Konon di dalam kapal tersebut membawa wisman pertama ke Bali.

Awalnya rute pelayaran kapal ini adalah untuk berdagang, tetapi karena banyaknya permintaan untuk singgah di pelabuhan Buleleng, maka jalur pelayaran ini diubah menjadi Bali Express. Hal ini juga mendorong dibukanya perwakilan resmi urusan pariwisata pertama di Bali bernama "Official Tourist Buerau" pada 1924.

Datangnya Pelancong ke Bali tidak hanya dari wisman biasa, namun juga ada dari kalangan seniman

Diawal perkembangan wisata Bali, pulau Dewata tidak hanya kedatangan tamu biasa. Ternyata para seniman juga berkunjung dan mendokumentasikan keindahan  Bali ke dalam berbagai karya seni.

Dr Gregor Krause yang ditugaskan langsung oleh Pemerintah Kolonial untuk mendokumentasikan Pulau Bali melalui foto dan buku. Miguel Covarrubias dengan bukunya The Island of Bali tahun 1930. Mrs Menc (Ni Ketut Tantri) dengan bukunya Revolt In Paradise, juga yang paling dikenal adalah Walter Spies, salah satu pencipta Tari Kecak bersama Rudolf Bonnet, I Gusti Nyoman Lempad, Tjokorda Gde Agung Sukawati, Le Mayeur, dan Antonio Blanco. Beberapa dari mereka menetap dan menganggap Bali sebagai rumah mereka.

ini bule enak bener ya menganggap Bali seperti rumahnya sendiri. Untung saja mereka membantu mempromosikan wisata Bali. Jadi ada timbal baliknya ya, hehe..

Setelah para seniman datang ke Bali, dunia mulai mengenal lebih luas keindahan Bali lewat berbagai karya seni

Buntut panjang dari kunjungan para seniman membuat Bali terpromosikan lewat berbagai karya seni. Ternyata keindahan pulau Bali bagi para pelancong sungguh menakjubkan.

Sampai-sampai para wisman ini tanpa ragu memuji setinggi langit keindahan Bali. Seperti The Island of Gods, The Island of Paradise, The Island of Thousand Temples, The Morning of the World, dan berbagai nama pujian lainnya. Bisa saja mereka ya bikin julukan.

Tentu belum lengkap jika kawasan wisata tidak ada hotel. 1930 dibangun hotel pertama di Bali

Di jantung kota Denpasar mulai dibangun Hotel untuk menunjang geliat wisata di Bali. Bali Hotel, sebuah bangunan bergaya arsitektur kolonial, menjadi tonggak sejarah kepariwisataan Bali yang hingga kini bangunan tersebut masih kokoh dalam langgam aslinya. 

Pada masa ini pula jalur masuk ke pulau Bali tidak hanya lewat jalur laut saja tapi juga lewat jalur udara dengan dibukanya Bandar Udara Tuban pada tahun 1935, sekarang menjadi Bandara Internasional Ngurah Rai.

Pada perang dunia II wisata Bali sempat meredup sampai Bali bergabung dengan Republik Indonesia

Akibat perang dunia II dan perang kemerdekaan sampai akhirnya Bali menyatakan bagian dari NKRI pada 17 Agustus 1950. Barulah setelah wisatawan mulai berangsuran kembali mengunjungi Bali.

Bahkan Bung Karno kala itu selaku Presiden pertama Indonesia menjadikan Bali sebagai lokasi penerimaan tamu kenegaraan. Selain bikin senang tamu negara yang datang ke Balu, kebijakan menerima tamu negara di Bali sekaligus sebagai promosi pariwisata ke mata dunia.

Dan Bali sekarang...

Bali menjadi destinasi wisata andalan Tanah Air selain ada juga Raja Ampat, Danau Toba, Pulau Komodo dan lainnya. Bali juga gak kalah kok sama Maldives maupun Hawai. Statistik kunjungan wisman ke Bali telah mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.

Menurut catatan BPS Jumlah kunjungan wisman pada 2014 hanya 9,4 juta, 2015 meningkat jadi 10,2 juta, 2016 11,5 juta, dan sampai Oktober 2017 11,6 juta. Kunjungan wisman ke Bali tahun ini sempat mengalami penurunan di bulan Oktober sebab erupsi gunung Agung. Meski mengalami penurunan, kunjungan wisman tahun ini tetap lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Dan yang perlu kamu tahu pariwisat Bali merupakan yang terbaik dunia. Terbaru di tahun 2017 Bali dianugrahi sebagai pulau terbaik dunia. Penghargaan ini diberikan oleh TripAdvisor melalui ajang Travellers’ Choice Award 2017 bulan Maret kemarin.

Menyingkirkan 25 wisata terbaik dunia lainnya seperti London, Paris, Dubai, Phuket dan lainnya. Dan banyak lagi penghargaan serupa yang telah diterima Bali.

Selain itu di Bali juga terdapat Restoran terbaik, waterpark terbaik hingga desa terbaik dunia. Dan banyak lagi hal menakjubkan lainnya dari Bali yang bikin dunia tercengang.

Gambar sampul: seruji.co.id

About The Author

Rianda Prayoga 40
Ordinary

Rianda Prayoga

Gak banyak bicara, sedikit cuek tapi lumayan ramah

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel