Menguak Rahasia Mimpi yang Benar

5 Aug 2017 14:29 2859 Hits 0 Comments
Tanda-tanda mimpi yang benar dan cara mendapatkannya

Mimpi adalah deretan tamsil atau ide yang kurang lebih saling bertalian dan berlangsung selama orang tidur, atau selama orang dikuasai obat bius, atau sewaktu seseorang berada dalam situasi terhipnotis (James P. Chaplin, 1997). Ia tak sekadar bunga tidur. Mimpi yang benar itu sungguh-sungguh ada. Ia merupakan salah satu dari tujuh puluh bagian kenabian.


Mimpi itu ada 3 macam, yaitu mimpi produk psikis, mimpi bisikan dari setan, dan mimpi yang berisi berita gembira dari Allah. (HR. Bukhari dari Abu Hurairah)


Mimpi memang dipengaruhi oleh kondisi tubuh atau kondisi psikologis seseorang, tetapi juga bisa dipengaruhi oleh spiritualitasnya. Secara umum ia dibedakan menjadi 3, yaitu mimpi taraf fisik, taraf psikologis, dan taraf rohani/spiritual. Mimpi taraf fisik misalnya saat sakit kita cenderung bermimpi buruk. Mimpi taraf psikologis misalnya kejengkelan pada seseorang sampai terbawa ke dalam mimpi. Sedangkan mimpi taraf spiritual terjadi akibat pengaruh alam gaib. Mimpi tersebut bisa berasal dari Allah, tetapi bisa juga berasal dari setan. Mimpi yang berasal dari Allah sering dimaksudkan sebagai peringatan-peringatan bagi manusia, sebagai pencerahan bagi kehidupannya, dan prediksi akan terjadinya sesuatu pada dirinya dan keluarganya (personal) atau orang lain/masyarakat (sosial).


Mimpi nubuwat merupakan gabungan dari mimpi psikologis dan mimpi spiritual (mimpi psiko-spiritual). Mimpi ini berasal dari Allah dan merupakan mimpi yang benar. Mimpi ini bisa membuat orang merenungkan perbuatannya, menyadari kelalaiannya, teguran, peringatan, bimbingan spiritual, dan lain-lain. Ia bisa berupa simbolis tetapi bisa juga tampak sangat nyata.
Mimpi yang benar biasanya didapatkan oleh para nabi, tetapi tidak selalu demikian. Manusia biasa pun bisa juga mendapatkannya, terutama para ahli agama. Mimpi yang didapat tersebut bisa berupa pengetahuan di masa depan (mimpi prediktif), kehidupan masa lalu (mimpi retrospektif), petunjuk hidup, dan peringatan hidup.

 

Ciri-Ciri Mimpi yang Benar
Mimpi yang benar memiliki ciri-ciri:
1.    Isinya bersifat terang benderang.
2.    Detail isi mimpi mampu diingat dengan baik atau sangat baik oleh pemimpinya.
3.     Umumnya terjadi di waktu sahur.

 

Proses Terjadinya Mimpi
Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya, maka Dia tahankan jiwa orang yang telah tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan jiwa yang lain sampai batas waktu yang ditentukan (QS. Az-Zumar (39): 42).


Pada saat tidur, sebagian jiwa atau roh manusia bergerak secara vertikal ke sisi allah. Bila cahaya manusia itu cemerlang, maka ia akan disambut dengan cahaya Tuhan yang disingkapkan malaikat untuknya. Dalam kondisi seperti ini ia akan mendapatkan mimpi yang benar. Sementara bila cahaya roh manusia itu suram/redup atau tidak bercahaya, maka ia tidak akan bertemu dan tidak dapat menyatu dengan cahaya Tuhan. Malaikat tidak menyingkapkan cahaya Tuhan itu sehingga orang tersebut tidak mendapatkan mimpi yang benar. Sekalipun cahaya Tuhan mengenai manusia, namun karena manusianya melakukan penolakan (karena hatinya kotor atau telah dikunci mati), maka ia tidak akan memperoleh pengaruh atas tebaran cahaya itu.


Bila saat tidur seseorang bersih jiwanya, maka spiritualitasnya dalam keadaan baik. Rohaninya bercahaya. Karenanya, bila nanti Allah atau malaikat melemparkan cahayanya ia siap menyambutnya. Mimpi-mimpinya bisa memiliki kebenaran.

 

Ikhtiar untuk Mendapatkan Mimpi yang Benar
Barangsiapa menginginkan mimpi yang benar hendaklah menjaga kejujuran, memakan makanan yang halal, memperhatikan perintah dan larangan Allah, tidur dalam kondisi suci sambil menghadap kiblat, menyebut asma Allah sampai mata terpejam. Mimpi yang paling benar adalah mimpi di waktu sahur. Pada saat itu rahmat dan ampunan Allah turun dan orang sedang beristirahat. (Ibnu Qayyim Al Jauziyah)


Jika Anda ingin mendapatkan mimpi yang benar, beberapa ikhtiar ini mungkin bisa dicoba:
1.    Kondisi fisik dan psikis harus sehat dan nyaman
2.    Peduli terhadap kebaikan dan keselamatan orang banyak.
3.    Menjaga kejujuran.
4.    Memakan makanan yang halal.
5.    Memperhatikan perintah dan larangan Allah.
6.    Tidur dalam kondisi suci sambil menghadap kiblat dan miring ke kanan.
7.    Berzikir sampai mata terpejam.
8.    Mendekatkan diri kepada Allah, misalnya melalui sholat, berzikir, membaca salawat, berdoa, berwudu, berpuasa, dan sebagainya. Terutama di saat menjelang tidur (kecuali berpuasa, tidak dilakukan menjelang tidur).

Intinya, poin ke-3 sampai 8 adalah kesalehan.
Namun, bisa juga orang yang bermaksiat mendapatkan mimpi yang benar. Seperti pendapat Imam Ali bin Abi Thalib:
“Seorang hamba, jika ia bermaksiat dan Allah menginginkan kebaikan padanya, maka Allah memperlihatkan dalam mimpinya sesuatu yang dapat membuatnya ingin menjauh dari maksiat tersebut, dan sesungguhnya mimpi yang benar adalah salah satu dari tujuh puluh bagian kenabian.”

 

Tidak ada yang sia-sia di dunia ini, termasuk mengenai mimpi. Tak seperti dugaan  banyak orang, mimpi mempunyai manfaat yang luar biasa. Perhatikanlah kembali mimpi Anda dan upayakan agar isinya benar dengan mencoba tips-tips di atas! Selamat mencoba!

 

Sumber:
Nashori, H.F. 2002. Mimpi Nubuwat, Menetaskan Mimpi yang Benar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

 

Tags Agama

About The Author

Dini Nuris Nuraini 32
Pena

Dini Nuris Nuraini

penulis, blogger

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel