Kesasar di Aplikasi Pelet, Ini yang Saya Temukan

28 May 2017 11:58 3698 Hits 0 Comments

Membaca tentang ilmu pelet bukan berarti saya mau memelet.

Bentengi dirimu dari pelet dengan cara ini! Baca ya!

Hari gini ngomongin pelet? Masih manjur tuh? Begitu kira-kira respon dari seorang kenalan saya. Jangan salah ya, biarpun zaman sudah digital nggak berarti ilmu yang beginian sudah nggak ada atau nggak manjur lagi! Ini tentang makhluk lain di luar diri kita, makhluk gaib.

 

Ceritanya begini. Kapan hari saya nyasar ke aplikasi pelet atawa ilmu pengasihan. Judulnya sama isinya melenceng jauh. Ada bahasan yang bener (dari sesuatu yang saya cari) tapi cuma dikit. Pikir-pikir mau langsung uninstal kok sayang ya sudah buang-buang kuota. Ya sudah akhirnya dibaca. Toh baca saja bukan berarti mengamalkan tho? Siapa tahu saya bisa tahu cara kerjanya atau cara membentengi diri dari itu.

 

Begitu baca. Wuih ... segala ilmu pelet ada kayaknya. Cara kerjanya beda-beda dan waktu bereaksinya juga beda-beda. Bisa hitungan jam atau berbulan-bulan setelah lelaku. Ilmu pelet tidak semuanya dilakukan sendiri, ada juga yang diisikan oleh dukun atau langsung dipeletkan dukunnya. Mereka memelet dengan cara tirakat/puasa, membaca mantra tertentu, membuang sesuatu (misalnya garam/air bermantra) di tempat-tempat yang dilalui calon korban (cakor), melihat foto cakor atau hanya membayangkan wajah cakor, mengirim pelet melalui pesan SMS, atau meminumkan air bermantra kepada cakor. Tetapi umumnya sama, dilakukan pada tengah malam.

 

Jika terkena, korban akan menunjukkan tanda-tanda seperti:

  1. Pusing di jam-jam Maghrib dan jam tertentu dibarengi dengan terbayang-bayang wajah seseorang (si pemelet).
  2. Lebih suka menyendiri, melamun, dan pikirannya hanya pada si pemelet.
  3. Suka tidur telanjang dan nafsu birahi naik.
  4.  Suka pergi dengan tujuan tak jelas karena suntuk dan selalu teringat wajah si pemelet.
  5. Sering mengeluarkan air mata padahal sedang tidak sedih.
  6. Suka ngelindur atau jalan saat tidur dengan mata tertutup.
  7. Kangen berat kepada si pemelet.

 

Tanda-tandanya banyak, itu hanya contoh. Tetapi biasanya mereka yang kepelet tidak akan menyadari perubahannya.

 

Dengan ilmu ini korban tidak hanya bisa jatuh cinta tetapi juga bisa jadi stres bahkan gila. Biasanya yang membuat gila itu pemelet yang sakit hati karena cintanya ditolak. Tetapi ada juga pelet jenis tertentu yang tidak bisa digunakan untuk balas dendam.

 

Para pemelet sukanya memelet saat tengah malam, di saat cakor sedang tidur lelap. Kenapa? Ini karena saat tidur merupakan saat terlemah seseorang. Biasanya saat tidur orang kurang penjagaan diri. Apalagi jika target pikirannya kosong, tidak berdoa sebelum tidur, dan jarang beribadah.

 

Sebagai umat muslim, saya teringat tentang sunnah-sunnah sebelum tidur. Menurut saya, hal ini baik untuk penjagaan diri dari keburukan termasuk yang disebabkan pelet tadi. Sunnah-sunnah tersebut misalnya membersihkan kasur dulu sebelum ditiduri (bisa dengan penebah/sapu lidi), berwudhu sebelum tidur, membaca taawudz dan basmalah sebelum tidur, membaca doa tidur, membaca 3 Qul (Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas) serta ayat Kursi lalu ditiupkan ke tangan dan disapukan ke seluruh tubuh. Kemudian baca pula Al Ikhlas 3x, Shalawat 3x, astaghfirullah alladzi laa ilaaha illa huwal hayyul qoyyumu wa atuubu ilaih 3x, dan subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaaha ilallahu Allahu akbar 3x. Akan lebih baik jika setelahnya berzikir terus sampai terlelap tidur.

 

Insya Allah dengan cara tidak tidur “kosongan” kita bisa terhindar dari ilmu pelet yang dilancarkan saat malam hari di waktu kita tidur. Lebih aman lagi kalau kita menjaga diri dengan banyak-banyak ibadah dan zikir sepanjang hari. Mau peletnya dilancarkan saat pagi, siang, sore, atau tengah malam sekalipun Insya Allah tidak akan kena dampak buruknya. Itulah cara membentengi diri dari ilmu pelet.

 

Sumber gambar:

Peletampuhku.blogspot.com

About The Author

Dini Nuris Nuraini 33
Pena

Dini Nuris Nuraini

penulis, blogger

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel