Memoar Pemuja "Bribikan"

23 Sep 2016 18:11 2278 Hits 0 Comments
“Menikah merupakan perjuangan dua insan untuk mendapatkan sebuah kebahagian yang di impikan. Kalau berjuang sendirian untuk meraih pacar orang namanya menikung”  (Kepala Suku Jomblo Keren, Ridwan Kamil)

“Menikah merupakan perjuangan dua insan untuk mendapatkan sebuah kebahagian yang di impikan. Kalau berjuang sendirian untuk meraih pacar orang namanya menikung”  (Kepala Suku Jomblo Kere-n, Ridwan Kamil)

 

Seraya bersujud kepada Gusti yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Setiap detik, menit, hingga jam menonton televisi dari FTV yang Maha Romantis hingga Maha Pemberi Hikmah. Hidangan setiap hari penggemar stasiun televisi  dalam negeri. Kebosanan menyaksikan sinetron yang membuat para pencari jodoh kelejetan di depan televisi, karena menyaksikan ribuan episode Tukang Tuak Naik Tangga (TTNT) yang tidak segera diganti dengan Bribikan Elo Ditikung Oleh Sahabat (BEDES).

Sesekali menengok foto profil bribikan di akun media sosial. Kebetulan sekali, dia sungguh luar biasa berdiaspora di ranah maya. Dari akun Friendster yang foto profilnya masih pakai seragam  SMP sampai akun Instagram (IG) dengan pengikut hampir menandingi artis sekelas Bunda Syahrini. Twitter-nya setiap menit menebar kicau yang ditunggu oleh pria-pria pecinta dedek gemes.  Facebook-nya sudah tidak menerima pertemanan karena menu add friend diganti like. Belum lagi Path, Linkend, Twittbon, dan akhirnya main Bigo Live. Sungguh bribikan yang mumpuni dalam bidang packaging visual.

Suatu pagi, kepikiran ingin menempel foto bribikan di samping foto predator berdarah dingin asal Kota Manchester, Kevin De Bruyne. Satu gol dan satu assist berhasil membungkam ribuan MU Lovers alias manchunian di seluruh jagad raya. Foton bribikan ingin ku tempel sebelah kanan lima centimeter di sebelah foto Kevin De Bruyne yang berukuran 25 X 30 di kamar mandi. Saya percaya bahwa ruang Mandi, Cuci, Kaskus (MCK) adalah privat sphere yang paling haq.

Meskipun pemilihan gubernur DKI Jakarta di depan mata. Saya tidak akan gusar dan rempong. Sudah pasti di urus oleh Komisi Pemelihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi Jakarta. Mengurus diri sendiri untuk mendekatkan diri pada bribikan sebagai bentuk ikhtiyar bi id nillah. Sungguh tidak akan membohongi  hasil sebuah proses jika anda berusaha menggebet bribikan dengan sekuat hati dan tenaga. Seribu jalan terbuka lebar mencari muka di depan bribikan baik prestasi (jadi lelaki maskulin/ wanita chee leader).

Kemenangan perasaan sungguh bukan main jika berhasil “menjatuhkan” bribik ke dalam lubuk hati yang paling dalam. Anda akan menepuk dada bak Adolf Hitler yang berhasil mempengaruhi ribuan orang di warung kopi daerah Auswiztg. Pesta mini alias tasyakuran layak digelar bentuk terimakasih atas terkabulnya ikhtiyar bi idnillah.

Lawan kemenangan adalah kekalahan. Kebahagian berseteru dengan Kesengsaraan. Kemeriahan seteru abadi Kesedihan. Tawa yang belum berdamai dengan tangis. Kesemuanya harus dipersiapkan oleh para penggaet bribikan. Jangan sampai mewek melihat bribikan anda digaet ditengah persimpangan.  Jalan-jalan terjal sudah dilalui sampai puncak melihat bribikan tengah tertawa riang merayakan sebuah kemenangan. Kamu hanya bisa ngelus dada sambil berucap.

 

“Ngawiti ingsung klawan syi’iran”

“Bribikan ingsung ditikung kawan”

“Nyesek atine, Kendo rasane”

“Nyesek atine, Kendo rasane”

Monggo sareng-sareng

Tags Kopi

About The Author

Fadli rais 42
Ordinary

Fadli rais

Pecinta mamah muda made in Indonesia

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel