article

OST 13 Soundtrack Film Indonesia yang Memorable

OST 13 Soundtrack Film Indonesia yang Memorable

Inilah 13 lagu soundtrack film Indonesia tahun 80an dan  tahun 2000an yang memiliki daya jual dan kekuatan untuk bertahan di ingatan para penonton. Dan Masih diminati sampai sekarang, terbukti pada saat  saya mengangkat  topik ini sebagai bahan siaran saya di salah satu talkshow di Radio swasta Jakarta , Pendengar saya banyak merikuesnya kembali.

Film Indonesia dan soundtrack adalah dua komponen yang saling melengkapi. Sebuah adegan dalam film akan jadi tambah kuat berkat hadirnya soundtrack, baik berupa music score atau lagu yang mendukung. Simbiosis mutualisme inilah yang harus terbangun secara ideal antara film dan soundtrack.

Jika sudah terjadi simbiosis tadi, bukan hanya mampu pengaruhi jumlah penonton, tapi pastinya juga ingatan penonton terhadap film atau soundtrack-nya. Karena itu, berikut kami telah sortir lagu soundtrack film Indonesia  tahun 80an , 90an dan  tahun 2000an  yang terbukti sukses tak hanya dalam meningkatkan jumlah penonton, tapi juga langsung menstimulasi ingatan kita terhadap filmnya.

ads

Mari dengarkan satu-persatu lagu-lagu soundtrack tersebut.

1.  Ikang Fawzi – Catatan Si Boy (OST. Catatan Si Boy) 1987

Sebenarnya untuk film Catatan Si Boy yang memiliki sequel sampai 4 ini, ada banyak sekali soundtrack yang masih diingat sampai sekarang. Tapi mungkin khusus lagu berjudul Catatan Si Boy yang dibawakan oleh Ikang Fawzi inilah yang paling catch

Sinopsi :

Catatan si Boy adalah film Indonesia yang dirilis pada tahun 1987 dan disutradarai oleh Nasri Cheppy. Film ini dibintangi antara lain oleh Onky Alexander, Didi Petet dan Meriam Bellina. Film ini sempat diberi judul lain yaitu Kugadaikan Cintaku ciptaan Gomblohyang menjadi lagu soundtrack film ini disebabkan karena karakter Mas Boy belum terlalu populer di daerah luar Jakarta pada saat itu. Film ini menghasilkan empat sekuel pada tahun 1988, 1989, 1990, 1991 dan 2011.

Karena alasan tidak suka pada Boy (Onky Alexander), ayah Nuke segera ingin mengirim anaknya ke London untuk menyelesaikan kuliah. Sekarang Boy jadi rebutan antara Vera (Meriam Bellina) yang anak diplomat, dan Ocha yang memang sudah lama menyayanginya. Apalagi sekarang saingan utamanya Nuke (Ayu Azhari) telah pergi jauh. Vera memang lebih agresif ketimbang Ocha. Boy pun mulai tertarik pada Vera. Tapi pergaulan mereka diketahui Jefri (Leroy Osmani) pacar Vera yang baru pulang dari Los Angeles. Karena cemburu itulah keduanya berkelahi. Boy jadi kesal sehingga dia sering main di pub. Kebetulan bertemu dengan Reny, wanita yang pernah ditolong dari penodongan. Tapi perkenalan itu tidak berlangsung lama karena Reny adalah pecandu narkotik. Ketika Boy sedang asyik memotret adiknya Ina (Btari Karlinda) dalam suatu pertandingan softball, Boy bertemu kembali dengan Nuke. Ternyata keduanya masih saling mencinta. Tapi sayang Ayah Nuke masih belum mau menerima Boy. Itulah sebabnya Nuke harus segera kembali ke London.

2. Sherina Munaf  Feat Rodo  – "Jagoan"  OST Petualangan Sherina  - 2000

Lagu ciptaan Sherina Munaf ini terdapat pada album Petualangan Sherina yang menjadi album soundtrack film musikal Petualangan Sherina (2000) arahan sutradara Riri Riza. 'Jagoan' ialah single kedua dari album soundtrack ini, sedangkan single pertamanya ialah "Lihatlah Lebih Dekat" yang dinyanyikan oleh duet Sherina dan Uci Nurul. Cukup sulit menyeleksi antara keduanya untuk masuk dalam daftar ini, namun lagu "Jagoan" ini dianggap lebih dapat mengingatkan kita dengan adegan saling menyindir dan mengejek yang dilakoni oleh Sherina cs dan Derby Romero cs dalam film tersebut.

Petualangan Sherina adalah film musikal untuk semua umur. Skenario dibuat oleh Jujur Prananto dan sutradara oleh Riri Rizamemberikan andil yang besar sehingga film ini menghibur dan menyentuh. Musik yang ditata Elfa Secioria sejak awal termasuk mengantarkan Sherina menjadi penyanyi cilik paling terkemuka lewat album Andai Aku Besar Nanti.

Film ini didukung sederet aktor-aktris terkemuka seperti Didi Petet, Mathias Muchus, Ratna Riantiarno, Butet Kertaradjasa, dan yang lainnya.

Salah satu persiapan promosi adalah pencantuman nama Sherina dalam judul. Awalnya film ini berjudul Petualangan Vera dan Elmo. Penggantian dengan nama Sherina karena popularitas artis cilik Sherina Munaf memang sedang memuncak pada saat itu berkat album Andai Aku Besar Nanti.

Ayah Sherina (Sherina Munaf), yaitu Darmawan (Mathias Muchus), insinyur pertanian, mendapatkan kerja pertanian sesuai dengan impiannya, Sherina ikut pindah ke Bandung Utara. Di sekolahnya yang baru, ia mendapat musuh, Sadam (Derby Romero), yang ternyata anak dari majikan Darmawan, Ardiwilaga (Didi Petet).

Hal ini diketahui Sherina saat berliburan ke rumah Ardiwilaga. Dalam kesempatan ini permusuhan kedua anak tadi berubah menjadi persahabatan, karena keduanya diculik oleh Pak Raden (Butet Kertaradjasa), suruhan Kertarejasa (Djaduk Ferianto), yang menguasai tanah pertanian Ardiwilaga, untuk proyek propertinya.

3. Melly & Eric – "Ada Apa Dengan Cinta"  OST Ada Apa Dengan Cinta 2002

Tidak bisa dipungkiri, lagu ciptaan Melly Goeslaw dengan aransemen musik Anto Hoed yang ada di dalam album soundtrack film Ada Apa Dengan Cinta (2002) garapan sutradara Rudy Soedjarwo ini adalah salah satu karya tersukses dalam karier istri dari musisi Anto Hoed itu. Kepiawaian Melly dalam menciptakan lagusoundtrack berhasil menobatkan dirinya sebagai Queen of Movie Music. Dalam hal penjualan, album ini berhasil terjual mencapai 700 ribu copy.

Sinopsis  : 

Ada Apa dengan Cinta? adalah sebuah film Indonesia karya Rudi Soedjarwo yang mengudara pertama kali pada hari Kamis, 7 Februari 2002 dan dibintangi Nicholas Saputra dan Dian Sastrowardoyo, Film ini dirilis menyusul film berjudul Petualangan Sherinayang booming terlebih dahulu. Lagu tema Ada Apa dengan Cinta? yang dinyanyikan vokal oleh Melly Goeslaw Feat. Erick Benzi, menjadi hits, dan pengambilan gambar dilakukan di beberapa lokasi di kecamatan Gambir, kecamatan Menteng, kota Jakarta Pusatdan kecamatan Kebon Jeruk, kota Jakarta Pusat.

Film ini meraih sukses besar di Indonesia dan bersama film Petualangan Sherina (2000) menandai kebangkitan kembali duniaperfilman Indonesia. Ada Apa dengan Cinta ditayangkan di berbagai negara termasuk Malaysia, Brunei, Filipina dan Singapura.

Bertemakan cinta di masa-masa SMA, Ada Apa dengan Cinta menampilkan Cinta (Dian Sastrowardoyo) sebagai seorang pelajar SMA. Ia langganan juara lomba puisi di sekolahnya yang rutin diadakan tiap tahun. Cerita berawal dari Alya (Ladya Cherill) yang tubuhnya memar karena kerap dipukuli sang ayah yang kerap cek-cok dengan ibunya. Alya adalah sahabat karib Cinta dengan teman-temannya yang lain. Seperti Carmen (Adinia Wirasti), Maura (Titi Kamal), dan Milly (Sissy Priscillia).

Di sekolah, juara lomba puisi tahun ini akan diumumkan. Seluruh siswa yakin Cinta yang akan menjadi juara. Namun justru pemenangnya tahun ini adalah Rangga (Nicholas Saputra). Karena Cinta dan teman-temannya adalah pengurus mading sekolah, ia akan mewawancarai Rangga. Namun Rangga adalah tipe laki-laki pendiam, penyendiri dan "dingin". Saat Cinta berbicara dengan Rangga, ia melihat buku yang dipegang Rangga (buku AKU karya Syumandjaya). Lalu Cinta memberinya surat dan membuat Rangga emosi. Dan tanpa disengaja bukunya terjatuh. Cinta segera memungutnya. Dan membawa pulang buku itu untuk dibaca.

Cinta mengembalikan buku tersebut saat Rangga kebingungan mencarinya. Rangga pun berterima kasih pada Cinta. Semenjak itu mereka menjadi dekat. Rangga mengajak Cinta ke Kwitang, tempat ia membeli buku lama. Saat di Kwitang, Cinta teringat akan janji menonton konser bersama teman-temannya. Ia pun meninggalkan Rangga untuk menonton konser.

Pada suatu malam Rangga dan Cinta kencan di sebuah kafe. Namun sebelum Cinta berangkat, Alya menelepon untuk memintanya ke rumah. Namun Cinta berbohong bahwa ia akan pergi ke rumah sakit. Akhirnya Cinta pergi bersama Rangga. Di sana Cinta menyanyikan lagu yang dibuat dari puisi Rangga. Saat Cinta pulang, mama Cinta akan pergi menjenguk Alya di rumah sakit karena mencoba bunuh diri. Cinta menjadi sangat menyesal.

Keesokan harinya, Rangga menyapa Cinta. Namun Cinta justru berkata ketus agar Rangga tidak mendekatinya lagi. Rangga pun sepakat bahwa ia akan menjauh dari Cinta. Saat di rumah sakit Cinta berterus-terang pada Alya bahwa ia berbohong dan Alya pun tahu bahwa Cinta kencan dengan Rangga. Cinta tidak tahu bahwa saat ia berkata jujur, teman-temannya yang lain ada dibelakangnya. Cinta juga meminta maaf kepada teman-temennya yang lain.

Rangga yang saat itu akan berencana pindah sekolah ke San Francisco dari asal negara Amerika Serikat, mencoba menelepon Cinta untuk berpamitan. Namun Cinta justru tetap menjauh dari Rangga. Carmen yang saat itu sedang latihan basket melihat Rangga berpamitan pada Pak Wardiman, sang penjaga sekolah. Ia pun segera memberitahukan teman-temannya.

Cinta yang menyadari cinta sejatinya itu, segera menyusul ke Terminal 2 di Bandar Udara Internasional Jakarta. Namun mobil Milly terjepit mobil lain. Mereka meminjam mobil Mamet (Dennis Adhiswara). Di sana Cinta bertemu dengan Rangga. Ia meminta Rangga untuk membatalkan niatnya sekolah di luar negeri. Namun Rangga tetap pergi meninggalkan Cinta-nya. Ia memberi Cinta buku yang pada halaman terakhirnya terdapat puisi Rangga yang berjudul "Ada Apa dengan Cinta?". Rangga berjanji akan kembali di saat bulan purnama tiba ke kota New York, negara bagian New York, Amerika Serikat Timur.

4. Anda – Tentang Seseorang (OST Ada Apa Dengan Cinta, 2002)

Album sountrack “Ada Apa Dengan Cinta” termasuk dalam jejeran album soundtrack Indonesia terlaris hingga saat ini. Baik film maupun soundtracknya, sama-sama fenomenal. Salah satu lagu yang menurut saya mampu menggambarkan sisi-sisi dari tokoh Rangga di film adalah lagu “Tentang Seseorang” yang dinyanyikan dengan sangat baik oleh Anda. Lagu ini menjadi perwakilan yang ‘sangat cowok’ di film yang menggambarkan kehidupan geng remaja putri. 

5. Indra Lesmana  - Mimpi Rumah Ketujuh (OST Rumah Ketujuh, 2003)

Film komedi romantis Indonesia “Rumah Ketujuh” menggunakan formula yang sama dengan tipikal film komedi romantis Hollywood yang kerap menyertakan lagu-lagu berirama swing. Walau idenya tidak original, eksekusinya bisa saya katakan berhasil. Melalui lagu “Mimpi Rumah Ketujuh” dan lagu-lagu lainnya dalam album soundtrack Rumah Ketujuh, Indra Lesmana seperti memberikan hawa segar dan menyenangkan di kota Jakarta, yang menjadi latar tempat dari film. 

Rumah Ketujuh adalah film Indonesia yang diproduksi pada tahun 2003 dan dibintangi oleh Indra Birowo, Andhara Early, Gary Iskak, dan Dewi Rezer.

Lintang (Dewi Rezer) dan Cakra (Indra Birowo) yang bersahabat sejak kecil, sama-sama mengusahakan sebuah persewaan video dan bercita-cita membuat gedung senema alternatif. Lintang sangat percaya akan astrologi dan berdasarkan itu mencari jodohnya, seorang Taurus, sebelum usian 25 tahun. Cakra percaya akan mimpi, dan berulang kali melihat gadis yang sama dalam mimpinya. Sosoknya tidak begitu jelas karena terlihat dalam sebuah keramaian pesta dari belakang. Lintang merasa menemukan jodoh pada diri Arman (M Gary Iskak), dan Cakra berpendapat bahwa Alina (Andhara Early) juga calon jodohnya. Ternyata pendapat-pendapat yang didasarkan pada astrologi dan mimpi itu tidak menjadi kenyataan. Lintang dan Cakra menyadari bahwa mereka berdua sendiri yang berjodoh.[1]

6. Sheila On 7 – "Melompat Lebih Tinggi" OST . 30 Hari Mencari Cinta   2004

Lagu andalan dalam album OST 30 Hari Mencari Cinta yang diproduksi oleh Sony Music Indonesia ini berhasil menjadi trademark tersendiri untuk film 30 Hari Mencari Cinta (2004) arahan sutradara Upi Avianto. Lagu ini sendiri mencatatkan namanya di peringkat 147 dalam daftar The 150 Greatest Indonesian Songs of All Time versi Rolling Stone Indonesia. Soal penjualan, album ini laku terjual mencapai angka 500 ribu copy.

30 Hari Mencari Cinta adalah sebuah film Indonesia yang diproduksi pada tahun 2004. Film ini dibintangi Nirina Zubir, Maria Agnes, Dinna Olivia, dan Revaldo serta disutradarai oleh Upi Avianto.

30 Hari mencari Cinta menceritakan tentang Keke (Dinna Olivia), Gwen (Nirina Zubir) dan Olin (Maria Agnes) yang menjadi sahabat karib sejak SMA. Bersama-sama setelah mereka masuk universitas, ketiga gadis ini tinggal di rumah orang tua Olin. Meskipun mereka berbeda jurusan di universitas selalu ada hal yang bisa mereka lakukan bersama setelah kuliah seperti makan pizza bersama, menyewa video dan menonton film bersama di rumah.

Suatu malam, ketika mereka menyaksikan film "Titanic", hati mereka tersentuh. Mereka baru sadar setelah sekian lama, mereka telah kehilangan dan tidak menghiraukan suatu hal yang sangat penting yaitu CINTA. Satu-satunya pria yang mereka kenal adalah Bono, tetangga mereka. Akibat mereka selalu berjalan bersama tanpa pernah didampingi oleh laki-laki, mereka dijuluki "the lesbians" oleh gang musuh mereka yang dipimpin oleh Barbara.

Oleh sebab itu, mereka berpikir untuk mendapatkan kekasih. Akan tetapi ide ini malah membuat persahabatan mereka retak karena mereka akhirnya bertaruh satu sama lain untuk menentukan siapa yang paling cepat mendapatkan kekasih. Taruhannya adalah untuk menemukan cinta dalam 30 hari. Pemenangnya akan dilayani oleh yang kalah selamanya.

Pemeran 

·         Nirina Zubir sebagai Gwen

·         Maria Agnes sebagai Olin

·         Dinna Olivia sebagai Keke

·         Revaldo sebagai Bono

·         Vino G. Bastian sebagai Erik

·         Luna Maya sebagai Barbara

·         Rionaldo Stockhorst sebagai Axel

 

7. Ari Lasso – "Mengejar Matahari" -  OST film Mengejar Matahari  2004

Lagu milik mantan vokalis Dewa 19 yang terdapat pada album Kulihat, Kudengar, Kurasa ini didapuk menjadi lagu soundtrack film Mengejar Matahari (2004). Komposisi musik dan lirik pada lagu ini terasa sangat memiliki hubungan yang intim dengan kisah persahabatan Nino, Apin, Ardi dan Damar dalam film yang sarat dengan nilai-nilai kehidupan garapan sutradara Rudy Soedjarwo tersebut. Selain "Mengejar Matahari", "lagu "Arti Cinta" juga menjadi hits dalam album Ari Lasso ini.\

Mengejar Matahari adalah film drama tahun 2004 dari Indonesia mengisahkan persahabatan empat pemuda miskin Jakarta dari kecil hingga remaja. Film ini sarat diwarnai dengan filosofi hidup ini adalah buah kerjasama SinemArt dibawah Leo Sutanto danKipass Communication yang dikomandani Rudy Sujarwo. Film ini dibintangi oleh Wingky Wiryawan (sebagai Ardi), Fedi Nuril (Nino),Udjo Project Pop (Apin), dan Fauzi Baadilla (Damar).

Film ini berkisah tentang persahabatan Ardi, Damar, Nino dan Apin yang terjalin sejak mereka masih kanak-kanak. Suatu hari mereka melihat Obet (Ade Habibi) membunuh seorang anak dan melaporkannya ke polisi.

Sementara itu, di tengah mereka datanglah gadis cantik bernama Rara (Agni Arkadewi) yang kemudian dekat dengan Ardi. Kedekatan Ardi dan Rara menjadikan persahabatan mereka retak. Sejak kecil mereka punya ritual bermain yang unik yang mereka namakan mengejar Matahari. Mereka akan berlari dari satu titik ke titik lain di kompleks rumah susun tempat tinggal mereka, saling bersaing siapa yang akan sampai terlebih dulu.

Konflik bukan hanya seputar persahabatan mereka, tetapi juga masing-masing pribadi. Nino adalah anak orang kaya, paling dewasa dan pendiam. Damar tinggal hanya dengan ibunya yang jarang di rumah. Ia tumbuh menjadi anak yang amat pemarah dan gemar berkelahi. Ardi anak pensiunan polisi yang tertekan oleh kekerasan sikap bapaknya. Sementara Apin adalah yang paling jenaka di antara mereka. Ia selalu bermimpi kelak akan menjadi sutradara dan merekam seluruh aspek kehidupan yang tak mungkin terulang lagi.

8.Peterpan (NOAH) – "Tak Bisakah"  OST . Film Alexandria  -  2005

Lagu ini menjadi andalan dalam album soundtrack film Alexandria (2005) garapanOdy C. Harahap. Label Musica Studio's yang menangani Ariel cs dalam menggarap album ini ketika itu juga tidak tanggung-tanggung dalam hal promosi. Perilisan album Alexandria ini ditayangkan secara langsung di enam stasiun televisi di Indonesia sekaligus. Hal ini tentunya mencatatkan sejarah baru dalam perilisan album musik di Indonesia. Selain itu, dalam hal penjualan, album ini juga menjadi album soundtrack terlaris di Indonesia dengan angka penjualan mencapai 1 juta copy.

Alexandria adalah film Indonesia yang diproduksi pada tahun 2005 dan dibintangi oleh Marcel Chandrawinata, Julie Estelle, danFachri Albar.

Bagas Gunawan (Marcel Chandrawinata), Rafi Primasto (Fachry Albar), dan gadis bernama Alexandria Yasmina (Julie Estelle) bersahabat sejak lama. Bagas menaruh hati kepada Alexandria tetapi tak berani mengutarakannya. Rafi lelaki yang agak nakal dan suka berganti-ganti pacar mendorong Bagas mengungkapkan cintanya kepada Alex, panggilan Alexandria.

Tahun berlalu dan Bagas kuliah di Australia. Sepulang dari Australia, Bagas mendapat Alex menjadi kekasih Rafi. Mereka bahkan sudah bicara soal pernikahan. Hubungan tiga sahabat itu terganggu, Alex sering mendapat teror lewat telepon selular yang isinya membongkar keburukkan Rafi. Muncul juga Dhira (Kinaryosih) yang mengaku dihamili Rafi, lalu menggugurkan janin. Dalam situasi itu, Bagas berusaha mendekati Alex. Hubungan Bagas dan Rafi makin menegang. Belakangan Rafi mengajak Bagas dan Alex mengadakan pertemuan segitiga. Saat bagi Alex menentukan pilihan. Akan tetapi terjadi insiden yang menyebabkan Alex dirawat di rumah sakit. Saat itulah diketahui siapa pilihan Alex. Tetapi akhirnya Alex tetap memilih Rafi, dan Bagas menjalani hidupnya dengan seorang perempuan yang teman kerjanya di kantor, yaitu Anjani.

9.Once – "Dealova"  OSt FILM . Dealova - 2005

Mantan vokalis band Dewa yang bernama lengkap Elfonda Mekel ini dipercaya untuk menyanyikan lagu soundtrack film Dealova (2005) ciptaan Opick. Lagu yang menjadi bagian dari album OST Dealova produksi Aquarius Musikindo ini sukses mendongkrak angka penjualan album hingga mencapai 250 ribu copy.

Dealova adalah sebuah film drama yang diproduksi pada tahun 2005 oleh rumah produksi Flix Pictures. Skenario film ini ditulis oleh Hilman Hariwijaya yang diadaptasi dari novel teenlit (literatur remaja) best seller karya Dyan Nuranindya yang berjudul sama. Dibintangi oleh Evan Sanders, Ben Joshua, Jessica Iskandar, Doni Dealova. Pada awalnya, film ini dibintangi oleh aktris cantikLaudya Cynthia Bella yang memerankan tokoh Karra. Sudah sampai proses Reading, namun Laudya Cynthia Bella memutuskan untuk membatalkan berperan di film ini karena Bella memutuskan untuk fokus pada ujian nasional tingkat SMA. Dan terpilihlahJessica Iskandar sebagai pengganti peran Karra.

Konflik dari cinta segitiga Dira, Karra, dan Ibel inilah yang menjadi hal dominan yang diekplorasi sutradara Dian W. Sasmita dalam "Dealova". Konflik ini diwarnai dengan konflik-konflik lain sebagai "pendukung" mulai dari pertengkaran Karra dengan sahabat karibnya Finta (Nagita Slavina), Karra dengan abangnya Iraz, hingga perkelahian Dira dengan kelompok Aji.

Film ini juga didukung dengan beberapa lagu dari Band Dealova, Once, Bunga Citra Lestari dll.

Seorang siswi cantik dari SMU Persada bernama Karra. Di sekolah, Karra dikenal sebagai sosok yang cukup pintar, nakal, dan jago basket. Sementara itu, di rumah, ia dikenal sebagai sosok yang manja sekaligus "cuek". Kehidupan di sekolah dan di rumah inilah yang membawa Karra masuk dalam kehidupan dua pria yakni Dira dan Ibel.

Dira yang jago basket pertama kali dikenal Karra di sekolah. Perkenalan mereka diawali dari sebuah lapangan basket. Sedangkan, Ibel yang jago gitar pertama kali dikenal Karra di rumah Karra. Ibel adalah teman kuliah sekaligus sahabat karib abang Karra, Iraz. Lewat karakter dan cara berbeda, Dira dan Ibel berusaha menyampaikan rasa kasihnya pada Karra.

Bagi Karra, Dira yang sering ketus, galak, dan kurang ajar seolah selalu ingin menyakiti dirinya ternyata lebih menarik perhatiannya ketimbang Ibel yang penuh perhatian dan senantiasa berupaya menyenangkannya. Tak heran, bila akhirya Dira dipilih Karra menjadi pacarnya. Untuk itu, Ibel pun harus berbesar hati terhadap pilihan Karra. Sayang, hubungan kasih Dira dan Karra tak melulu berjalan mulus. Pertengkaran kerapkali mewarnai hubungan mereka. Saat keduanya bertekad untuk lebih saling menyayangi dan tak lagi saling menyakiti, Karra harus menghadapi sebuah kenyataan pahit, Dira tergolek tanpa daya di sebuah rumah sakit. Ternyata, selam ini Dira mengidap penyakit kanker otak. Selama ini, Dira selalu ketus dan galak kepada orang karena dia sudah tidak punya semangat hidup lagi. Tapi sejak bertemu dengan Karra, Dira berubah dan memiliki semangat hidup kembali. Dira pun akhirnya meninggal. laluuuu???

·         Jessica Iskandar sebagai Karra

·         Ben Joshua sebagai Dira

·         Evan Sanders sebagai Ibel

·         Rizky Hanggono sebagai Iraz

·         Nagita Slavina sbagai Finta

·         Adwiya Pascahaja sebagai Aji

·         Julie Estelle sebagai Amanda

 

10.Rossa – "Ayat-Ayat Cinta" – OST film Ayat-Ayat Cinta.  2008

Lagu ini terdapat di dalam album musik kompilasi yang dirilis pada 28 Februari 2008 oleh Trinity Optima Production. Album yang merupakan soundtrack dari film Ayat-Ayat Cinta (2008) arahan sutradara Hanung Bramantyo ini berisi lagu-lagu yang dinyanyikan oleh sederetan musisi papan atas Indonesia. Selain Rossa, Sherinadan grup band Ungu juga mengisi album ini. Namun, lagu "Ayat-Ayat Cinta" karyaMelly Goeslaw yang dinyanyikan oleh Rossa inilah yang dianggap memiliki koneksi yang sangat kuat dengan filmnya sendiri. Filmnya sendiri ditonton lebih dari 3,5 juta penonton.

Ayat-Ayat Cinta adalah sebuah film Indonesia karya Hanung Bramantyo yang dibintangi oleh Fedi Nuril, Rianti Cartwright, Carissa Putri, Zaskia Adya Mecca, dan Melanie Putria. Film ini merupakan film religi hasil adaptasi dari sebuah novel best seller karyaHabiburrahman El Shirazy berjudul Ayat Ayat Cinta, dan melakukan penayangan perdana pada pertama tahun 2008. Walaupun kisah dalam film dan novel Ayat-Ayat Cinta berlatarkan kehidupan di Kairo, namun proses pengambilan gambar tidak dilakukan di kota itu.

Ini adalah kisah cinta. Tapi bukan cuma sekedar kisah cinta yang biasa. Ini tentang bagaimana menghadapi turun-naiknya persoalan hidup dengan cara Islam. Fahri bin Abdillah adalah pelajar Indonesia yang berusaha menggapai gelar masternya di Al-Azhar. Berjibaku dengan panas-debu Mesir. Berkutat dengan berbagai macam target dan kesederhanaan hidup. Bertahan dengan menjadi penerjemah buku-buku agama. Semua target dijalani Fahri dengan penuh antusias kecuali satu: menikah.

Fahri adalah laki-laki taat yang begitu lurus. Dia tidak mengenal pacaran sebelum menikah. Dia kurang artikulatif saat berhadapan dengan makhluk bernama perempuan. Hanya ada sedikit perempuan yang dekat dengannya selama ini. Neneknya, Ibunya dan saudara perempuannya.

Pindah ke Mesir membuat hal itu berubah. Tersebutlah Maria Girgis. Tetangga satu flat yang beragama Kristen Koptik tapi mengagumi Al-Qur'an, dan mengagumi Fahri. Kekaguman yang berubah menjadi cinta. Sayang, cinta Maria hanya tercurah dalam diari saja.

Lalu ada Nurul. Anak seorang kyai terkenal yang juga mengeruk ilmu di Al-Azhar. Sebenarnya Fahri menaruh hati pada gadis manis ini. Sayang rasa mindernya yang hanya anak keturunan petani membuatnya tidak pernah menunjukkan rasa apa pun pada Nurul. Sementara Nurul pun menjadi ragu dan selalu menebak-nebak.

Setelah itu ada Noura, juga tetangga yang selalu disiksa Ayahnya sendiri. Fahri berempati penuh dengan Noura dan ingin menolongnya. Sayang hanya empati saja. Tidak lebih. Namun Noura yang mengharap lebih. Dan nantinya ini menjadi masalah besar ketika Noura menuduh Fahri memperkosanya.

Terakhir muncullah Aisha. Si mata indah yang menyihir Fahri. Sejak sebuah kejadian di metro, saat Fahri membela Islam dari tuduhan kolot dan kaku, Aisha jatuh cinta pada Fahri. Dan Fahri juga tidak bisa membohongi hatinya.

11. Netral – "Garuda Di Dadaku"  film Garuda Di Dadaku 2009

Rasanya tidak sah untuk tidak memasukkan soundtrack film Garuda Di Dadaku(2009) arahan sutradara Ifa Isfansyah dalam daftar ini. Pasalnya, meskipun tidak terlalu sukses dalam hal penjualan, lagu yang dibawakan oleh Netral dengan atmosfer rock alternative ini berhasil menjadi trademark tersendiri di masyarakat. Bahkan lagu ini kerap dikumandangkan oleh para supporter ketika mendukung timnas sepak bola Indonesia saat berlaga dalam kompetisi regional maupun mancanegara. Film Garuda Di Dadaku sendiri ditonton lebih dari 1,3 juta penonton.

Garuda di Dadaku merupakan film Indonesia yang dirilis pada 2009 tepat dirilis pada hari Kamis, 18 Juni 2009 yang disutradarai oleh Ifa Isfansyah. Film ini dibintangi antara lain oleh Emir Mahira, Aldo Tansani, Marsha Aruan, Ikranegara, Maudy Koesnaedi, Ari Sihasale, dan Ramzi akan dilakukan di beberapa lokasi di Jakarta memulai dari Stadion Utama Gelora Bung Karno terkenal dariIstora Gelora Bung Karno yang merupakan bagian dari kompleks olahraga Gelanggang Olahraga Bung Karno serbaguna diSenayan, Jakarta Pusat, Jakarta, Indonesia.

Bayu, yang masih duduk di kelas 6 Sekolah Dasar, memiliki satu mimpi dalam hidupnya: menjadi pemain sepak bola hebat. Setiap hari dengan penuh semangat, ia menggiring bola menyusuri gang-gang di sekitar rumahnya sambil mendribble bola untuk sampai ke lapangan bulu tangkis dan berlatih sendiri di sana. Heri, sahabat Bayu penggila bola, sangat yakin akan kemampuan dan bakat Bayu.

Dialah motivator dan “pelatih” cerdas yang meyakinkan Bayu agar mau ikut seleksi untuk masuk Tim Nasional U-13 yang nantinya akan mewakili Indonesia berlaga di arena internasional. Namun Pak Usman, kakek Bayu, sangat menentang impian Bayu karena baginya menjadi pemain sepak bola identik dengan hidup miskin dan tidak punya masa depan.

Dibantu teman baru bernama Zahra yang misterius, Bayu dan Heri harus mencari-cari berbagai alasan agar Bayu dapat terus berlatih sepak bola. Tetapi hambatan demi hambatan terus menghadang mimpi Bayu, dan bahkan persahabatan tiga anak itu terancam putus.

12. Bunga Citra Lestari – "Cinta Sejati" 2012 Habibie & Ainun 

Lagu yang ditulis oleh Melly Goeslaw ini sempat menjadi hits dan sering diputar di berbagai stasiun radio di Indonesia seiring dengan melejitnya film Habibie & Ainun(2012). Lagu yang menjadi soundtrack film arahan sutradara Faozan Rizal ini dinyanyikan oleh Bunga Citra Lestari. Kesuksesan lagu soundtrack ini ditandai dengan terpilihnya lagu ini sebagai Soundtrack Favorit dalam ajang penganugerahan Indonesian Movie Awards 2013. Habibie & Ainun ditonton lebih dari 4,4 juta penonton.

Habibie & Ainun adalah film drama Indonesia yang dirilis pada tanggal 20 Desember 2012. Film ini dibintangi oleh Reza Rahardian, Bunga Citra Lestari dan Tio Pakusadewo. Pada peluncurannya, film ini disaksikan oleh Presiden Republik Indonesia ke-6, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi oleh Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta ke-16, Ir. H. Joko Widodo, dan oleh tokoh utama film ini sendiri, Presiden Republik Indonesia ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie. Film ini diangkat dari memoir yang ditulis Habibie mengenai mendiang istrinya, Hasri Ainun Habibie, dalam buku Habibie dan Ainun.

Rudy Habibie seorang jenius ahli pesawat terbang yang punya mimpi besar: berbakti kepada bangsa Indonesia dengan membuat truk terbang untuk menyatukan Indonesia. Sedangkan Ainun adalah seorang dokter muda cerdas yang dengan jalur karir terbuka lebar untuknya.

Pada tahun 1962, dua kawan SMP ini bertemu lagi di Bandung. Habibie jatuh cinta seketika pada Ainun yang baginya semanis gula. Tapi Ainun, dia tak hanya jatuh cinta, dia iman pada visi dan mimpi Habibie. Mereka menikah dan terbang ke Jerman.

Punya mimpi tak akan pernah mudah. Habibie dan Ainun tahu itu. Cinta mereka terbangun dalam perjalanan mewujudkan mimpi. Dinginnya salju Jerman, pengorbanan, rasa sakit, kesendirian serta godaan harta dan kuasa saat mereka kembali ke Indonesia mengiringi perjalanan dua hidup menjadi satu.

Bagi Habibie, Ainun adalah segalanya. Ainun adalah mata untuk melihat hidupnya. Bagi Ainun, Habibie adalah segalanya, pengisi kasih dalam hidupnya. Namun setiap kisah mempunyai akhir, setiap mimpi mempunyai batas

13. Glenn Fredly – "Malaikat Juga Tahu" - film Rectoverso   2013

"Malaikat Juga Tahu" ialah hits single dari album Rectoverso (2008) milik Dewi Lestari yang lebih dikenal dengan nama Dee. Dalam film Rectoverso (2013) yang diadaptasi dari album musik Dee tersebut, lagu ini dipercayakan untuk dibawakan oleh Glenn Fredly dengan aransemen yang baru. "Malaikat Juga Tahu" versi Glenn Fredly ini dinilai sangat berhasil ‘kawin’ dengan adegan mengharukan yang dibangun oleh akting Lukman Sardi, Prisia Nasution dan Dewi Saraswati dalam filmRectoverso segmen Malaikat Juga Tahu arahan Marcella Zalianty.

Rectoverso adalah sebuah film omnibus atau antologi Indonesia bernuansa cinta yang dirilis pada 14 Februari 2013.[1] Film ini merupakan adaptasi dari album musik karya Dewi "Dee" Lestari berjudul Rectoverso yang dirilis pada tahun 2008

Sutradara - Marcella Zalianty

Penulis Skenario - Ve Handojo

Abang (Lukman Sardi) adalah penderita autism yang tinggal dengan ibunya yang memiliki kost-kostan. Salah satu anak kost adalah Leia (Prisia Nasution), satu-satunya yang bisa mengerti Abang. Abang jatuh cinta padanya sementara Bunda (ibu Abang) sangat cemas karena tahu hubungan yang diharapkan Abang tidak akan pernah terjadi. Kecemasan Bunda bertambah ketika Han, adik Abang, datang. Hubungan Leia dan Han pasti akan membuat Abang terluka

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads