article

kenapa film indonesia tidak menjadi raja di negerinya sendiri?

kenapa film indonesia tidak menjadi raja di negerinya sendiri?

Kalau dikasih uang 25.000 buat nonton di bioskop, kalian pilih yang mana? Film lokal, atau film luar? Pasti banyak yang jawab film luar. Ya kan? soalnya saya juga kayanya bakal jawab seperti itu.  Kita udah ngeluarin uang buat beli tiket, tentunya kita pengen dapet tontonan yang nguntungin buat kita dong. Tontonan yang  bagus (baik dari segi akting pemain maupun semua mise en scene nya), yang rame, yang memorable, yang inspiring, dll. Nah, emang gimana sih film indonesia saat ini? Film indonesia sekarang itu sedikit yang nontonnya. Salah satu alesannya ya kaya yg tadi udah saya bilang, penonton pengen dapet tontonan yang worth it buat mereka. 

Emang film indonesia sekarang ngga bagus buat di tonton? Hmmmm..... Film indonesia sekarang udah jauh lebih baik dibanding masa-masa nya film indonesia waktu masih didominasi sama film horor. Sudah semakin banyak film indonesia yang rame dan menginspirasi, tapi yang memorable? Kayanya masih jarang deh. Malah terkadang di indonesia itu, kalau ada film bagus malah jam tayang di bioskopnya cuma sebentar. Kadang ngga nyampe 1 minggu. sayang banget kan? padahal film-film bagus ini banyak yang udah meraih penghargaan di luar negeri sana. Jadi, emang ngga salah kalau ada ungkapan film indonesia itu tidak menjadi raja di negara nya sendiri.

Sekarang, film indonesia udah lebih beragam, walaupun tema besarnya masih banyak yang sekitar film-film yang berbau religi, film biografi, film cinta-cinta anak sma, dll (read: dan apa lagi yah?).  emang sih, keberagaman tema tersebut sekarang sudah lebih bagus, tapi masih kurang. Kalau kita lihat ke hollywood sebagai penyuplai film luar no 1 di indonesia, tema-tema yang ada itu luar biasa banyaknya.

ads

Keberagaman tema di industri hollywood itu hadir karena film yang dibuat disana juga sangat banyak dari segi kuantitas tentunya. Ada tema tentang koki, grup acapella, penculikan, drummer, astronot, bajak laut, dan banyak lagi yang saya sendiri juga ngga sanggup buat nulis tema yang banyak itu. Kenapa hal itu bisa terjadi? Karena banyak permintaan/demand terhadap film-film hollywood tersebut. jadi si produsen film akan semakin semangat dan saling bersaing untuk memproduksi film dengan kualitas yang sangat bagus dan juga kuantitas yang banyak.

Jadi kesimpulannya, masalah menaikan minat menonton film lokal itu complicated. Penonton pengen film yang bagus, yang all out pembuatannya. Jadi uang yang mereka keluarkan untuk menonton dibioskop itu  worthed. Sementara  di satu sisi, para producer juga ga mau terlalu gambling, invest banyak di satu film, tapi untung belum tentu di dapet. (emang sih, penonton sama film maker jadi kaya terlihat  sama-sama egois dan fenomena ini akhirnya jadi kaya mata rantai yang bakal kaya gitu-gitu aja terus hari ini esok dan seterusnya -___-‘) 


Nah, sekarang pertanyaannya, maukah kita sebagai pihak penonton menjadi pemutus mata rantai tersebut? saya sih mau, mungkin efeknya ga akan bisa saya liat langsung, tapi nanti,  anak-anak saya nanti bisa liat film berkualitas dari dalam negeri yang para film maker nya buat dengan all out. So, What about you? Share pendapat kalian di kolom komentar yah :)

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author

Only story so far

This is cikraar's only published story on Plimbi. Their next one will show up here.

Loading…
ads
ads
ads